
Mobil itu berhenti, violla dan iris melihat ke arah luar mereka tertegun melihat indahnya pemandangan yang ada didepan mata mereka namun hanya sementara iris kembali menunduk dan diam airmatanya terus menetes. Adrian memutuskan turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk iris.
"iris, yuk turun kita sudah sampai". Kata adrian.
Iris mengangkat kepalanya lagi menatap kearah adrian lalu perlahan menggerakan tubuhnya dan keluar dari dalam mobil.
Ia membalikan tubuhnya terdiam menatap deburan ombak yang sangat indah didepannya perlahan ia melangkahkan kakinya menuju ke tepi pantai lalu ia duduk sambil menatap kearah laut.
"eh, iriisss tunggu gue!". Kata violla
"stop!". Adrian menyentuh pundak violla dan violla pun terhenti. "tidak perlu, biarkan dia menikmati suasana ini biarkan dia menenangkan pikirannya.". Kata adrian
"ahh baik kak tapi apa gak akan kenapa-kenapa klo dia sendirian". Tanya viola
" tidak karena kita akan terus memperhatikannya, oh iya kamu bisa ceritakan ke saya apa yang terjadi sampai iris seperti itu? ".
Akhrinya violla menceritakan segalanya ke adrian tanpa terlewatkan sedikitpun, namun dalam hati viola ia merasa tidak nyaman menceritakan hal ini biar Bagaimana pun adrian adalah tunangan iris saat itu, pria itu akan kecewa ketika mendengar dan melihat tunangannya bersedih untuk pria lain.
Namun selama ia bercerita adrian hanya mendengar dengan baik yang ia ceritakan hingga selesai.
"begitulah kak, maaf ini pasti menyakitkan untuk kakak". Ucapnya.
"*thanks, udah ceritain ke saya semua setidaknya saya bisa mencari cara membuat iris tersenyum dan melupakan masalalu".
__ADS_1
"ahh tapi kakak pasti kecewakan apalagi iris itu tunangan kakak sekarang".
"lelaki manapun akan merasa kecewa ketika melihat tunangannya bersedih karena pria lain, namun saya memahaminya saya tidak ingin menjadi egois untuknya, saya akan menjaga dari dulu sampai sekarang".
"hah dulu*?". Viola terkejut mendengar kata dulu dari adrian karena yg ia tahu adrian dan violla bru bertemu tidak lama.
"oh itu sebenarnya, saya dan iris kenal sejak kami kecil dan sering bersama bahkan sebenarnya pertunangan ini sudah direncanakan dari dulu". Adrian menceritakan kebenaran dirinya dan iris kepada viola.
"aku tidak menyangka kak, irissss". Viola menatap kearah iris namun iris masih terdiam
"*viola, saya ingin berdua dengan iris bisakan kamu boleh balik seseorang akan mengantarmu".
"ah iya kak, aku gak apa kok aku balik saja".
Mereka berdua berdiri adrian mengantarkan viola menuju mobil yang telah ia siapkan. Dengan seorang pria berbaju kaos itam didalamnya. Saat. Membuka pintu viola terkejut.
"eh elooo".
"iya ini gue, kenapa lo kaget gtu". Jawab pria tersebut yang ternyata adalah reno.
"kak, kok ada dia". Viola bertanya ke adrian
"*itu kebetulan saya minta bantuan dia buat jemput kamu saya lebih aman kalo kamu bareng dia yaudah hati-hati ya".
__ADS_1
"iya kak byee*". Mereka berdua meninggalkan tempat itu, hanya adrian dan iris yang tetap dengan posisi diamnya, adrian mendekati iris dan ikut duduk disebelahnya.
"asyiik ya, menatap lautan yang indah seakan lautan paham apa yang ingin kita sampaikan, lautan tau apa yang ia lakukan untuk membuat kita senang sehingga ia menyertakan deburan ombak yang seakan ia bernyanyi untuk kita". Kata adrian.
Iris yang terdiam langsung mengalihkan pandangannya ke arah adrian dan menatap ke arah pria tersebut lalu perlahan menarik bibirnya, dan tersenyum ke arah adrian.
"kakak benar, aku merasa lautan itu bisa membawa kebahagiaan, ia tahu cara membuat setiap orang yang melihatnya merasa damai, ia membawa masalahku dan menjauhkan dari aku bahkan ia memberikan ketenangan yang membuatku damai".
"eh". Adrian langsung menatap iris ketika itis mengeluarkan kata - kata itu, ia seperti melihat bahwa saat itu iris sudah mulai terpengaruh oleh pemandangan itu.
"*terimakasi kak, sudah membawaku kesini, terimakasi karena tidak mempertanyakan kenapa kepadaku, aku merasa beban ini sudah hilang, aku merasa pernah merasakan keindahan ini sebelumnya, mungkin ini tertera di ingatanku dulu namun tidak bisa aku ingat sepenuhnya".
"ris". Adrian menggenggam tangan iris dengan kedua tangannya.
"apapun masalahmu tempat ini selalu menjadi yang terbaik untuk mencurahkannya, saya yakin ingatanmu akan pulih seperti dulu dan kenangan indah dulu akan kembali lagi, sebagai tunanganmu saya berjanji membuatmu bahagia kapanpun, please berikan kepercayaan itu untuk saya*".
Iris yg mendengar itu hanya bisa menatap adrian dengan mata yang berbinar, ia tahu ini sangat aneh tapi hatinya tidak menolak itu sama sekali, bahkan ia menerimanya dengan senyum.
"terimakasih iris saya tidak akan mengecewakan mu". Kata adrian yang langsung memeluk iris dengan erat, lalu melepas perlahan pelukannya.
Hati semakin gelap, pemandangan berubah menjadi sunset yang indah saat itu iris menyerahkan kepercayaanya untuk adrian.
Perlahan wajah mereka saling berdekatan bibir mereka saling bersentuhan, tidak ada penolakan ciuman mesra mereka sepanjang matahari terbenam tersebut membuktikan iris mempercayakan dirinya untuk adrian.
__ADS_1
Perlahan iris membuka hatinya untuk adrian dan adrian masuk dengan kebahagiaan meskipun iris belum mengingat adrian.