
Disebuah lorong sekolah mereka tidak sengaja berpapasan saat itu. Mereka hanya saling memandangi satu sama lain dengan jarak yang cukup jauh. Iris pun berhenti memandang lalu memalingkan pandangannya dan tubuhnya bersiap untuk meninggalkannya sendiri.
"irriiissss... Tunggu!" teriaknya dengan lantang sambil berlari kearah iris.
Iris yang saat itu mulai melangkah pergi nanun langkahnya terhenti olehnya.
Iris kembali menoleh kearahnya.
"ada apa" tanya iris ketus.
"ada yang mau gue omongin sama lo ris"
"*ngomong aja gue dengerin kok"
"please! Ini serius ris*" bryan memohon kepada iris.
"okay gue dengerin, kita bicara disana saja" iris menunjukan sebuah bangku di halaman sekolahnya dan melangkahkan kakinya menuju tempat tersebut dan setelah ia sampai mereka langsung duduk berdua dan memulai pembicaraan dengan serius.
"*ada apa lo bisa jelasin sekarang!"
__ADS_1
"gue mau bilang selamat ya atas pertunangan lo maafin guen karna ninggalin lo dtaman saat itu".
"thanks, itu aja yaudah gue balik*" iris berdiri dan bersiap pergi namun terhenti saat bryan menarik tangannya.
"tunggu, bukan hanya itu". Katanya, iris lalu duduk kembali saat itu.
"sebenarnya guee.. Suka sama lo ris tapi.." bryan mulai berat mengatakan namun ia memberanikan dirinya mengakui semuanya saat itu.
"tapi.. Tapi lo cintanya sama cewe lain iyakan bryan".
Saat mendengarnya bryan terpaku diam menatap iris saat itu.
"jelas semua yang gue lihat dan semua yang gue tahu, lo tau saat ditaman gue mau bilang kalo gue punya rasa sama lo gue mau bilang saat itu gue dijodohin gue berharap lo bakal cari solusi buat gue! Tapi lo pergi gitu aja terus saat gue lihat lo pelukan sama cewe itu kan! *". Ia mengatakan semuanya saat itu ia mengeluarkan semua kata-kata yang ingin ia katakan saat itu.
"* jadi lo tahu, ris maafin gue *". Bryan menggenggam erat tangan iris.
"* sudahlah semuanya udah terjadi kan, gue juga udah tunangan sama orang itu, jadi mulai sekarang kita tidak lebih dari seorang teman biasa*".
"gue..gue bener bener suka sama lo tapi lo bener, lo sudah jadi milik orang lain, dan gue juga udah gak pantes buat lo gue kotor, gue udah lakuin sesuatu yang sangat dibenci dan gue pantas dibenci". Bryan membungkukan kepalanya dan menutup wajahnya.
__ADS_1
"maksud lo apaa?" iris menatapnya dengan serius.
"meskipun waktu itu kita saling menyatakan tapi gue belum bisa moveon, gue suka sama lo gue nyaman tapi saat gue mau ungkapin itu gue belum bisa menghilangkanny dari hidup gue sampai saat dia datang hati gue bahagia tapi sisi lain gue masih mara masih kecewa sama dia, pas gue denger lo akan tunangan gue juga kecewa tapi gak ada yg bisa gue lakuin pada saat hari lo tunangan gue gak hadir gue lebih milih buat nenangin diri di apartemen gue riss".
Iris hanya terdiam menatap bryan, ia menyimak semua yang bryan katakan.
"*gue mutusin buat gak kemana-mana pikiran gue kacau gue bingung antara lo dengan dia tapi saat itu adalah hari pertunangan lo, maafin gue gue plinplan, terus gue mutusin minum di apart gue sendiri sampai mabuk tapi saat gue sadar gue shock dengan keadaan gue dan lebih mengejutkan dia ada di apart gue dengan kondisi menangis dan tanpa pakaian sama sekali, gue bingung apa yg udah gue lakuin saat itu, maafin gue riss".
"apaaa! Lo gilaa lo lakukin itu ke dya*". Iris yang terkejut mendengarnya langsung meneriakinya seketika.
"*gue gak sadar sama sekali, gue gak tahu ris lo boleh benci sama gue sekarang!".
"apa.. Apa yang harus gue benci hubungan kitaa takkan pernah menjadi suatu hubungan saat ini status gue adalah tunangan orang lain, sedangkan lo bebas mau lakuin apapun gue emang mara sama lo tapi semuanya gak berguna semuanya gak akan bisa membalikan keadaan toh juga gue akan tetap bertunangan sama dia toh juga lo masih belum bisa moveon, gue hanya bisa merelakan semuanya saja sekarang semua ada ditangan lo".
"gue menyesal arghhhhhhhh! Kenapa gue harus melakukan kesalahan ini*". Kata bryan sambil menyesali semuanya.
"gue mau ke kelas dulu, semoga lo bisa sabar dengan semua ini". Iris mengakhiri percakapannya dan meninggalkan bryan sendiri yang sedang menyesali kesalahannya saat itu.
"hiksss... Hikss.! Kenapa ris kenapa hati lo sakit kenapa! Arghhhhhhh brengsek! Lo bukan siapa-siapanya lo sadar lo harus terima dia bukan takdir lo yang harus lo lakuin fokus lo sebentar lagi ujian kelulusan setelah itu lo akan menikah dengan kak adrian lo harus menerimanya! ". Iris bergumam sendiri didalam toilete saat itu ia melihat dirinya dicermin dan menatap dirinya ia terisak tidak bisa membendung lagi airmatanya. Karena dia sangat berharap ia bisa bersama bryan saat itu ia ingin mengatakan agar bisa mencari jalan untuknya menghindar dari perjodohan itu tapi apa yang ia lihat menghancurkan harapannya dan apa yang ia dengar mematahkan keyakinannya dengan pria itu. Sekarang ia semakin terpukul saat mendengar hal yang membuatnya semakin sakit dihidupnya ia memutuskan dirinya ia bersikap tegar diluar namun sebenarnya rapuh saat itu. Ia berkata dalam hatinya bahwa dirinya harus menerima semua itu menerima takdir itu dan melupakan perasaannya kepada bryan.
__ADS_1