my secreet love

my secreet love
32.


__ADS_3

"irissss, ris tunggu!". Tanyanya kebingungan saat ia melihat sahabatnya berjalab cepat sambil menangis dan tidak menghiraukan panggilannyaa, ia mengikuti iris hingga ke halaman belakang sekolah.


"ris lo kenapa, ris gue panggil dari tadi". Tanya violla.


"hikss..hikss la". Iris terus menangis.


Violla mendekat kearah iris.


"kenapa sih lo kenapa cerita sama gue".


"*laa, perih la hati gue perih gue kecewa la".


"tenang dulu, maksd lo kak adrian ngehianatin lo gtu mana orangnya biar gue caci maki*!".


"*bukan la, bukan kk adrian lo tau kan kalo selama ini gue punya perasaan sama bryan".


"iya gue tau tapi kan lo udh tunangan sama pria lain ris terus kenapa dengan bryan*". tanya violla.


"iiya la, gue emang tunangan sama kak adrian gue mutusin gak ungkapin perasaan gue ke bryan karena saat itu gue lihat sendiri bagaimana bryan mencintai wanita lain".

__ADS_1


"gak mungkin ris, tapi dulu emang dia punya wanita yg bryan suka tapi saat wanita itu ninggalin dia tanpa kabar dia mutusin buat berhenti menyukainya, terus karena ada lo ris bryan berusaha mengalihkan perasaannya buat lo."


"maksud lo la, bryan gak mungkin selamanya gak akan menjadi mungkin lo tau perbuatan bryan buat gue bener-bener mutusin lupain dia." kata iris dengan nada lantang dan air mata menetes membasahi wajahnya.


"gue tau karena lo udah jadi tunangan orang lain kan ris, tapi gue masih engga ngerti perbuatan apa yg bryan lakuin sampe lo bener-bener ingin lupain dia?". Tanyanya.


"bukan la, tapi lo tau br..bryan sudah buat wanita itu hamil la". Iris sudah tidak bisa membendung lagi airmatanya saat ia mengatakan itu..


"apaaa! Serius lo ris bryan arrrghhhh begoo". Violla yang terkejut segera mendekat dan memeluk sahabatnya yg menangis saat itu ia berusaha menenangkan iris.


"hiksssss.. Gue kecewa la gue kecewaaaa!!!".


"udah ris udah yuk gue anter lo pulang". Violla memopong iris perlahan mengantarkannya.. Saat itu dia tahu bahwa tidak mungkin untuknya meninggalkan sahabatnya yang sedang sedih sendirian.


Saat ia menuju keluar pintu gerbang sekolah ia melihat adrian yang membawa rangkaian bunga yg begitu besar, seketika adrian menatap kearah mereka dan menghampiri mereka.


"hay ola, loh iris kamu kenapa?". Adrian bingung melihat iris yang terisak iris hanya menuduk tidak menoleh kearah adrian.


"hay kak, anuu itu iris kalo boleh jangan tanya dulu nanti saya aja yang ceritaiin kak".

__ADS_1


Jelas viola yg kebingungan harus menyampaikan yg sebenarnya ke adrian.


"*baiklah, yaudah bantu dia masuk ke mobil kamu juga ya sekalian kk anter kamu pulang".


"baik kak, terimakasi*.".


Mereka pun meninggalkan sekolah saat itu


Dalam perjalanan iris hanya menangis namun tidak berkata apa apa , adrian melihatnya khawatir karena iris baru saja pulih ia tidak mau iris jatuh sakit lagi. Ia memutuskan memutar arah menuju kesuatu tempat.


"loh kak ini bukan arah menuju rumah". Tanya violla yang penasaran kenapa adrian memutar balik kearah lain.


"*ya kakak ajak kalian kesuatu tempat kakak mau iris tenang dulu baru balik, takutnya papa dan mamanya khawatir liat iris begini.


" ahh begitu , iris beruntung ya punya kakak yang selalu perhatian sama dia ".


" engga kok kewajiban kk dia kan tunangan kk kk harus bisa buat dia bahagia*". Jawab adrian dengan senyuman.


Iris yang saat itu masih menunduk dan terdiam tiba-tiba tersenyum tipis saat mendengar percakapan mereka berdua. Tanpa sengaja adrian menatap kearah kaca mobilnya melihat iris yang tersenyum sebenta lalu balik tersenyum dan melajukan mobilnya semakin cepat menuju ke tempat yang ia tuju.

__ADS_1


__ADS_2