
"riss.." viola memeluk iris dengan erat,
"syukur lo gak apa-apa gue takut".
"iya.. Gue gak apa-apa lo tenang aja gue masih disini kok ya kalo lo mau gue cepet almarhum jangan lepasin gue" sahut iris sambil menggoda viola itu.
"apaan sih lo" viola seketika melepaskan pelukaanya dan menatap iris dengan tatapan lega. .
"eh.. Bryan" iris terkejut melihat bryan dibelakang viola.
"hay ris, gimana keadaan lo" sambil memberikan bucket bungan yang ia bawa.
"waahh.. Cantik, gue baik-baik aja kok btw thanks ya" iris tersenyum menatap bunga cantik di depannya.
"eeh, ada kak adrian" viola baru menyadari pria yang duduk disebelah iris.
"hallo.." adrian menyapa sahabat baik iris tersebut, dan pandangannya teralih ke pria tonggi yang memberikan iris bunga begitupun sebaliknya bryab juga menatap ke arah adrian.
"hay.. Saya adrian" adrian memperkenalkan dirinya kepada mereka berdua.
" ah iya, gue lupa kk adrian kan gak tau gue" sahut viola, "hallo kak maaf tadi sok kenal gue violla temannya iris, ini bryan sepupu saya kebetulan dia juga temen sekolah kami" ia memperkenalkan bryan, lalu adrian mengulurkan tanganya untuk bersalaman dengan bryan, bryan membalas salam tersebut.
"hallo kak," jawab bryan. Iris yang melihatnya hanya terdiam.
__ADS_1
Tiba-tiba.. Ceklek.. Suara pintu terbuka...
Ternyata virgo dan reno, tapi anehnya virgo terlihat sangat marah dan kesal lalu menghampiri adrian dan berbisik.
Setelah itu adrian dan virgo meminta izin keluar sebentar sepertinya hal yang sangat penting akan mereka bicarakan.
"heh.. No virgo kenapa?" tanya viola
"oh, gue cerita semuanya ke dya la" jawab reno.
"emang lo cerita apa ke adik gue?" tanya iris kebingungan.
"ah nanti gue ceritain, lo sembuh dulu ya ris" jawab ola sambil menggenggam tangan iris.
"ris lo udah sehat" reno mengalihkan pembicaraan.
Bryan mendekat ke iris duduk disebelah iris.
Tangannya menyentuh rambut dan mengelus perlahan kepala iris.
"hmmm..syukurlah lo baik-baik saja ris, gue dan yang lain khawatir banget sama apa yang menimpa lo" kata bryan sambil tersenyum tipis terlihat tatapan mata bryan menunjukan betapa leganya dia sperti lautan yang tenang setelah badai menghantam.
"g..gue baik-baik saja kok jangan khawatir ya semuanya" jawab iris.
__ADS_1
Sementara diluar adrian dan virgo pergi ke taman dan berbicara serius. Virgo menjelaskan semua yang dijelaskan reno kepada adrian.
"apaaaa.. Brengsekk!" adrian terkejut mendengarnya seketika ekspresinya berubah sangat marah.
"iya, kak gue gak nyangka ada manusia macam mereka, syukurlah kak iris selamat dan mereka sudah diberikan hukuman sama sekolah" jawab virgo.
"tidak! Itu belum cukup saya akan datang menemui mereka" jawab adrian dengan nada tinggi dan mengepalkan tangannya.
Wajahnya memancarkan aura yang menakutkan, dia sangat marah karna ia tahu penyebab iris seperti itu karena direncanakan. Lalu mereka kembali kemara iris mereka berusaha menutupi kemarahannya dengan sepakat untuk seolah tidak terjadi sesuatu kepada iris.
"kak adrian virgo kalian darimana, ada apa?" tanya iris dengan wajah khawatir.
Adrian melihat ke arah iris dia terfokus bryan ia melihat tangan bryan berada di atas kepala iris, ia tertegun.
"hekhemmm" adrian tiba-tiba batuk.
Bryan langsung melepaskan tangannya seolah ia tahu isyarat yang diberikan adrian. Namun sisi lain iris lebih tau kalo adrian berusaha memperingati bryan agar melepaskan tangan dari atas kepalanya ia hanya terdiam.
"tidak apa-apa iris tidak ada yang terjadi virgo ajak kk ke kantin untuk makan" jawab adrian dengan senyuman.
" yaudah, gue harus segera pergi gue hanya sebentar, beso gue kesini lagi lo baik-baik ya" jawab bryan sambil berpamitan kepada mereka dan langsung meninggalkan mereka.
"gue yakin, pria itu jatuh hati sama lo ris, bagaimana gue mau menghadapinya gue mau lo ada disisi gue, tapi gue tidak bisa menghapus dia, maafkan gue gue bimbang dengan semua ini" bryan berkata dengan nada kecil sambil berjalan di lorong rumah sakit.
__ADS_1