my secreet love

my secreet love
17. Karyawisata 3


__ADS_3

Terdengar sayup sayup suara daun yang berjatuhan dihempas angin, suasana dingin menyelimuti cuaca hari itu meskipun siang hari. Ia melangkah lebih jauh terlihat hutan semakin lebat ia hanya memandangi keselilingnya.


" huh.. Huh.." iris berhenti mengatur napas ia telah berjalan terlalu lama meninggalkan reno dan viola. Namun ia kebingungan kenapa ia terus menerus menemukan hutan semakin lebat. Ia merasa telah mengikuti petunjuk dengan benar namun ia benar-benar bingung kenapa lokasi yang ia cari tidak sesuai dengan yang guru katakan.


"astaga.. Gue dimana, kenapa tidak ada arah jalan lagi ini semua hutan kan" ia mulai menyadari keanehan yang terjadi.


"oh tuhan gue tersesat, tapi engga mungkin tanda itu benar-benar nunjuk ke arah sini kok" keluh iris dengan nada mulai kebingungan ia mencoba meperhatikan sekitarnya namun ia tidak menemukan tanda yg sama, ia mulai bingung dan memutuskan mengambil handphonenya untuk menghubungi sahabatnya.


"aduuh disini gak ada sinyal sialan" ia benar-benar menyadari dirinya tersesat dia benar-benar panik karena saat itu tidak ada yg bisa ia lakukan sinyalpun tidak ia temukan.


Disisilain,


"yes kita berhasil ngumpulin beberapa bendera" teriak reno sambil mengangkat bendera yang ia temukan.


"iya sih banyak, tapi gue kepikiran iris kemana itu anak dari tadi dia gak kelihatan padahal kita kan satu kelompok, elu sih ngajak debat mulu" keluh viola dengan wajah panik.


"ah apan sih lo gue udh minta maaf lagian mungkin iris kan udah balik ke tenda udah ngumpulin bendera dluan lo tau kan tu anak sifatnya gmna" sahut reno

__ADS_1


"iya ada benarnya jga tapi kok firasat gue buruk ya, gue taku" viola menatap kesegala arah dengan wajah benar-benar panik.


"udahlah, cuma firasat aja yuk balik siapa tau kan iris sudah disana" jawab reno sambil memegang tangan viola ia merasakan ada kekhawatiran yg sangat dalam di pikiran viola mereka berdua pun berjalan menuju tenda tempat mereka berkumpul.


Sementara itu di tempat lain, adrian yang sedang sibuk memperhatikan proyek yang akan dia ambil alih tiba-tiba merasakan firasat yang buruk tanpa sengaja ia memecahkan vas bunga karena tersandung tangannya.


"ah.. Sial kenapa sih kok bisa jatuh" adrian langsung berdiri dan segera memunguti serpihan vas yang berceceran dilantai.


"gue kepikiran iris, dia lagi apa ya" terlintas pikiran tentang wanita yg sangat ia sayangi tersebut melewati pikiranya namun membuatnya merasa tidak tenang.


Tok.. Tokk. Suara ketukan pintu terdengar


"maaf pak, ada hal yang harus saya sampaikan" jawab seorang perempuan yang ternyata adalah sekretaris papanya, hari ini ia harus mengambil alih proyek papanya karna mendadak papanya harus pergi keluar kota untuk mengurus proyek lainnya.


"ada apa, bicara langsung" dengan nada tegas dan ia menatap serius ke arah wanita tersebut.


"maaf pak, saya baru saja menerima informasi bahwa bapak harus terjun kelokasi rencana proyek berikutnya beso dan mempertinjau lokasi tersebut" jelas sekretaris tersebut.

__ADS_1


"baik, lokasinya dimana" tanyanya kembali


"ini proposalnya pak" wanita tersebut mempberika sebuah proposal proyek yang akan dia datangi. Ia membuka dan membaca proposal tersebut dan tersenyum tipis.


" baik kalo gitu kamu bisa kembali"


"baik pak, saya permisi" jawab sekretaris tersebut lalu meninggalkan ruangan adrian.


" heh, kebetulan iris juga disana kan jadi gue bisa sekalian ngecek keadaanya beso" gumam adrian sambil membanya.


*ditempat karyawisata


"anak-anak bisa kumpulkan bendera disini kita akan hitung pemenang untuk permainan ini" jelas pak guru.


" gilak capek gue" keluh reno


" sama gue jga, eh btw iris mana ya" tanya viola.

__ADS_1


"ehh iya, tu anak mana seharusnya dia sampe dluan, paling lagi ke kamar kecil tu anak" jawab reno santai.


Viola terus melihat keseliling dengan wajah khawatir namun ia tidak mau negatif thingking mungkin yang dibilang reno benar iris lagi ke wc.


__ADS_2