Mysterious Hero

Mysterious Hero
11. Hika VS Duri


__ADS_3

"Yakin gak mau menyerah?" Tanya Yuka lagi dengan ekspresi dingin.


"B-baiklah aku menyerah!" Ujar Leon akhirnya. Sungguh menyebalkan harus kalah dari adik sendiri, tapi ia masih sayang nyawa. Ia tak ingin mati sekarang.


Di sisi lapangan Ruka tersenyum. "Pemenang duel ini, Yuka Alvern!"


Sontak semua bertepuk tangan. Namun di sisi lain, Ruka nampak mencatat hasil dari pertandingan tadi. Kemampuan mereka yang saling bertolak belakang tentu menjadi kelemahan satu sama lain.


Namun jika di perhatikan, Yuka lebih unggul pada sisi strategi penyerangan. Ia dapat memahami pola serangan dan kelemahan Leon dengan begitu baik. Selain itu kemampuan nya dalam mengendalikan aliran sihir nya membuat Yuka tidak mudah kelelahan karena aliran sihir nya yang lebih terkontrol juga membuat nya bisa lebih menghemat tenaga.


Tapi Leon juga sangat unggul dalam menyerang. Gerakan nya yang lincah dan kemampuan nya mengendalikan sihir untuk menyerang sangat bagus berperan sebagai penyerang dalam perang. Walau dia kurang mampu mengontrol aliran sihir nya, sehingga banyak meluber kemana mana, tapi itu tertutupi oleh serangan nya yang kuat. Dengan serangan seperti itu, Leon bisa mengalahkan banyak pasukan musuh dalam sekali serang.


"Apa mereka orangnya?" Tanya Feir secara tiba tiba.


Ruka sedikit terlonjak menyadari seorang pemuda ber iris lavender yang tiba tiba ada di samping nya.


Sungguh, apa dia ingin membuat dirinya jantungan?


Ah, dirinya terlalu sibuk mencatat sampai tidak menyadari orang lain di dekat nya.


"Ugh Feir. Jangan muncul tiba tiba bisa nggak sih? Dah kaya jelangkung aja." Ruka mendengus kesal.


Terkekeh. "Maaf maaf, kau nya juga yang terlalu serius, Ruka." Feir menatap Leon dan Yuka yang berjalan ke tepi lapangan.


Terlihat Orias dan Furin yang langsung menghampiri mereka untuk menyembuhkan atau sekedar memberikan ramuan sihir untuk mengembalikan sihir mereka yang terkuras.


Feir melanjutkan. "Bukan mereka. Aku tidak merasakan aliran sihir yang janggal, baik dari Leon dan Yuka atau Orias dan Furin. Tapi rasanya tidak mungkin dia merasuki pangeran."


"Bukan tidak mungkin, para iblis parasit itu bisa merasuki mereka. Aku akan memperhatikan setiap peserta yang lain. Kau juga awasi sekitar, jaga jaga jika iblis itu berniat melarikan diri." Jelas Ruka.


Feir mengangguk mengerti.


Ya, walau mereka pangeran sekali pun, bukan tidak mungkin jika mereka juga akan menjadi target dari makhluk spirit itu.

__ADS_1


Setelah nya, Ruka kembali melihat daftar nama yang pak Alpha berikan pada nya tadi. Bagaimanapun, pertandingan harus tetap berlanjut bukan?


"Peserta berikutnya, Hika Cromwell melawan Duri Alvern. Untuk kedua peserta di harapkan untuk segera menuju tengah lapangan."


Kedua pemuda itu segera berjalan menuruni bangku penonton menuju tengah lapangan.


Duri tersenyum senang. "Yey! Senang deh bisa lawan kak Hika!"


"Jangan terlalu senang begitu Duri, kalau kalah nanti jangan nangis ya~" Goda Hika sambil sedikit tertawa, membuat Duri cemberut sambil menggembungkan pipi nya khas seperti anak kecil.


Semua orang tau jika keenam pemuda itu sangat dekat, khususnya untuk Hika, Leon dan Duri yang sudah seperti trio yang tak bisa terpisahkan.


Mereka sangat terkenal di Kerajaan Sagya bukan hanya karena sihir mereka yang kuat, juga karena sikap dan kejahilan mereka.


Ruka menarik nafas dalam. "Bersedia..."


Hika dan Duri mulai mempersiapkan sihir mereka. Angin mulai berputar di sekitar tubuh Hika, membuat rambut nya bergoyang. Nampak beberapa anak perempuan yang berteriak kagum melihat itu.


Di sisi lain, sulur sulur tumbuhan mulai bermunculan di bawah Duri. Seperti nama nya, duri duri tajam mencuat dari batang sulur yang di tumbuhkan nya. Ujung duri itu tampak menghitam, tanda jika duri itu beracun.


"[Cakram udara]!" Segera saja setelah Ruka memulai pertandingan, Hika langsung menggunakan sihir nya untuk membuat cakram udara yang ia lemparkan ke arah Duri.


Sulur sulur tanaman bergerak dengan cepat membentuk perisai di depan Duri. Nampak beberapa helai sulit yang patah, namun dengan cepat tergantikan sulur yang baru.


Mata Duri berbinar. "Serangan kak Hika keren!"


"Owh terimakasih! Sudah tentu serangan ku keren!" Balas Hika sambil bergaya dan mengedipkan sebelah mata nya.


Di sisi lain Ruka justru membatin.


Kenapa malah memuji?


Nampak Hali dan Yuka yang menepuk jidat nya melihat melakukan anak bermata zamrud itu. Namun lain hal nya dengan Leon yang justru tertawa melihat komplotan nya itu.

__ADS_1


Namun pertandingan tetap berlanjut. Hika terus meluncurkan serangan pada Duri yang masih bertahan, tanpa tau jika pemuda itu tengah mempersiapkan serangan nya.


Di bawah kaki Hika, sebuah bunga mawar tumbuh dan mekar dengan cepat. Awalnya Hika tak mempedulikan sebuah bunga kecil itu, namun secara tiba tiba sukur sulur mawar dengan cepat tumbuh dan mengikat tangan serta kaki Hika.


"Uwakh! Apa apaan ini??" Hika terkejut, me coba untuk melepaskan dirinya, namun sedikit kesulitan karena duri pada batang mawar yang menggores dan menusuk kulit nya. "Ugh sial!" Desis nya.


Tumbuhan yang tadinya membentuk perisai untuk melindungi Duri seketika menghilang. Senyuman manis nampak mengembang di wajah pemuda pengendali sihir elemen tumbuhan itu. Mata besar dan iris mata zamrud nya membuat pemuda itu tampak manis dan menggemaskan.


Namun di balik itu, tersimpan kekejaman yang tak banyak orang mengetahui nya.


"Hihihi! Kak Hika lupa ya dengan kemampuan ku? Jangan suka meremehkan orang kak~" Duri semakin memangkas jarak nya dengan sahabat nya itu. Dari balik tubuh nya, sukur tabanan berdiri muncul. Terlihat begitu tajam di ujung nya.


Oi oi! Apa Duri akan menusuk nya dengan itu?!


Sesaat Hika benar-benar lupa sifat kejam di balik kemanisan pemuda itu.


"Ck. Aku tak akan kalah secepat ini!" Angin berhembus kencang di sekitar tubuh Hika, bahkan membuat tubuh Duri sedikit terdorong ke belakang.


"Jangan harap kakak bisa kabur!"


SREKK!


Duri mencoba menahan tubuh Hika, namun angin di sekitar tubuh pemuda ber iris blue sky itu bergerak dengan cepat, seolah menjadi tajam dan memotong sulit sulur yang mengikat tubuh nya.


WUSH!!


"[Sukur pelindung!]" Tak kuat menahan dirinya dari hembusan angin itu, Duri segera membuat pelindung dengan tumbuhan untuk melindungi nya.


Debu beterbangan efek dari pusaran angin yang di buat Hika. Namun tak lama setelah debu itu mulai menipis, Duri langsung menghilangkan pelindung nya.


Mata nya bergerak mencari sosok pemuda yang menjadi lawan nya. Sampai saat diri nya mendongak dan mendapati Hika yang terbang di atas sana.


Sepasang sayap berwarna putih yang terbuat dari aliran sihir elemen nya muncul di punggung Hika. Rambut nya berkibar tertiup angin, mata biru langit itu nampak menatap tajam ke arah Duri. Nampak seperti sosok malaikat yang indah namun juga mematikan.

__ADS_1


"Akhirnya kak Hika serius juga."


__ADS_2