
"Sebelumnya ku ucapkan selamat untuk kalian yang berhasil masuk ke akademi ini. Karena ini masih hari pertama... Aku akan memberikan hadiah spesial untuk kalian."
"Pulang gasik?"
"Bebas tugas?"
"Bukan, ujian sihir dadakan."
"...."
"APAAAAA??????" Teriak seisi kelas seketika. Bagaimana tidak? Ini hari pertama mereka menjadi murid Star Magic Academy. Hari dimana seharusnya mulai memperkenalkan diri dan memilih pengurus kelas, tapi mereka justru harus menghadapi ujian dadakan tanpa persiapan sama sekali.
Zen mengangkat tangan nya. "Tapi pak Alpha, kami masih belum belajar sama sekali. Materi nya apa saja kami belum tau." Jelas saja, mereka baru saja masuk, mereka masih belum tau apa saja yang akan di ajarkan di Akademi ini.
Mendengar pertanyaan itu, sebuah senyuman justru tercetak di wajah Alpha.
"Selain itu, bukankah seharusnya perkenalan atau pengenalan sekolah dulu ya?" Tanya Laura sembari mengangkat tangan nya.
"Tidak ada waktu untuk melakukan hal tidak berguna seperti itu. Sejak peraturan baru di terapkan, itu juga memberi kebebasan pada setiap guru untuk memutuskan apa yang akan di ajarkan nya."
"Selain itu, sebagai murid murid yang memiliki sihir cukup tinggi, sangat penting untuk dapat tau cara yang benar mengendalikan sihir mereka, dan tidak asal menggunakan nya untuk main main." Lanjut nya dengan nada tajam, lengkap dengan aura membunuh yang ia sebarkan membuat atmosfer kelas begitu mencekam.
Namun di sisi lain Ruka justru membatin. Jelas sekali yang di katakan pak Alpha itu bohong. Ia bahkan tidak pernah membuat peraturan seperti itu!
Kebebasan itu hanya di berikan untuk para murid, dengan tujuan agar mereka menjadi orang orang yang dapat mempertanggung jawabkan kesalahan mereka.
Ruka sendiri tidak memiliki hak untuk mengubah peraturan para guru di sini. Tapi jika pak Alpha sudah mengatakan hal seperti itu, bahkan di depan para murid, apa boleh buat?
Tapi, ini juga bisa di jadikan kesempatan untuk nya melihat kemampuan para murid baru, dan mencari sosok iblis yang merasuki salah satu dari mereka.
__ADS_1
Dengan di lakukan nya latihan dadakan ini, ia akan tau seberapa besar kemampuan para murid murid itu, dan di sisi lain melihat siapa lagi yang kemungkinan akan menjadi target iblis parasit itu.
Karena iblis parasit cenderung mengincar orang yang memiliki kemampuan sihir kuat untuk menjadi inang nya. Dengan begitu, dia akan semakin terlindungi saat dalam bahaya, juga menguntungkan nya saat mengendalikan pikiran orang itu untuk menyerang.
Kemampuan inang nya yang tinggi tentu saja akan menjadi keuntungan besar untuk nya.
Maka dari itu, dengan latihan yang secara tidak langsung menunjukkan kekuatan mereka, di saat yang bersamaan akan mempermudah Ruka juga untuk menangkap iblis parasit itu.
*****
Semua murid kini sudah berkumpul di lapangan untuk memulai ujian sihir. Nampak beberapa dari mereka yang sudah memulai pemanasan, ataupun sedikit menguji kemampuan sihir mereka.
Lapangan yang cukup luas dengan penghalang sihir yang membentuk kubah, mengelilinginya beberapa meter dari bangku penonton. Pelindung sihir itu berfungsi untuk melindungi penonton agar tidak terkena efek serangan sihir saat pertandingan atau duel di lakukan.
Suasana sekitar lapangan nampak sepi, mungkin karena murid kelas lain sudah kembali memulai pelajaran di tahun ajaran baru, atau menyusun organisasi kelas untuk murid murid seangkatan mereka.
Tak lama, pak Alpha pun datang. Sembari berjalan, ia menatap tajam para murid murid yang seketika langsung berbaris begitu rapi, tak terkecuali Ruka.
"Dalam ujian kali ini, kalian akan bertanding satu lawan satu. Kerahkan semua kemampuan kalian untuk mengalahkan lawan. Jangan ragu untuk menyerang atau menggunakan kekuatan sihir kalian di sini. Untuk siapa yang akan menjadi lawan kalian, biar saya yang menentukan nya. Tapi sebelum itu,"
Alpha menatap ke arah Ruka sejenak. Lalu kembali mengalihkan pandangan nya pada murid murid Golden Class yang lain.
"Apa di sini ada yang memiliki kemampuan penyembuhan?"
Dua orang anak nampak mengangkat tangan nya.
Salah satu diantara mereka, seorang pemuda dengan rambut coklat dan mata berwarna hijau kebiruan. Dia adalah Orias Ivory, putra dari bangsawan Ivory yang memiliki kemampuan penyembuh yang cukup tinggi. Bahkan kemampuan penyembuh nya itu dapat di gunakan dalam jarak jauh, asal Orias mengetahui posisi orang yang akan dia sembuhkan.
__ADS_1
Selain Orias, ada juga Furin Ivory. Gadis dengan rambut abu abu dan mata hijau kebiruan. Dia adalah adik Orias. Namun, kemampuan sihir penyembuh nya tidak sehebat Orias. Furin lebih sering menggunakan sihir nya sebagai alkemis untuk ramuan penyembuh yang di buat nya.
"Kalian berdua tidak perlu ikut bertarung, tugas kalian adalah untuk menyembuhkan teman teman kalian yang terluka nantinya."
"Baik!" Jawab Orias dan Furin bersamaan. Di satu sisi mereka senang karena tak perlu melawan teman sekelas mereka, khususnya para pangeran itu.
"Selain itu Ruka, kau juga tak perlu ikut. Kemampuan mu terlalu over power. Aku tidak mau lapangan ini hancur gara gara ledakan sihir mu. Tugas mu adalah untuk mengawasi duel para murid dan mencatat hasil, kelebihan dan kekurangan mereka." Lanjut Alpha.
Seketika semuanya langsung menatap horor ke arah Ruka. Sekuat itukah sihir nya?
Yah... Ruka sendiri tak mempermasalahkan itu. Dengan begitu dirinya bisa lebih bebas mengawasi murid murid Golden Class nantinya.
"Baiklah, langsung saja. Peserta pertama, Yuka Alvern melawan Leon Alvern. Kerahkan semua kemampuan kalian untuk memenangkan duel ini."
"YES!" Sorak Leon seketika. Pasalnya, walau mereka ini kakak beradik, tapi sangat jarang bagi Leon untuk bisa melawan adik nya itu secara langsung. Entah karena dirinya yang terlalu sibuk dengan latihan bersama para ksatria, atau Yuka yang kadang suka tertidur atau sibuk dengan pekerjaan nya.
Maka dari itu, saat ada kesempatan untuk melawan nya secara langsung, Leon sangat bersemangat dan tentu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.
Murid murid lain segera berjalan ke luar lapangan, menuju bangku penonton. Sementara Ruka berdiri di tepi lapangan, mengaktifkan sihir pelindung.
"Baiklah, pertandingan pertama. Yuka Alvern melawan Leon Alvern. Siap..."
Kedua peserta langsung mempersiapkan sihir mereka. Senyuman semangat terpancar di wajah Leon, bersamaan dengan api di kedua tangan nya yang berkobar.
Sedangkan Yuka hanya menatap datar. Es mulai bermunculan di sekitar nya, membeku kan tangan kiri nya.
Pertarungan antar dua saudara dengan elemen yang saling bertolak belakang. Siapakah yang akan menang di antara mereka?
__ADS_1