Mysterious Hero

Mysterious Hero
24. Segel?


__ADS_3

Zen bersama dengan Bu Zahra, pengurus UKS mendekati kasur Ruka. Sementara Bu Zahra mengecek kondisi Ruka, Zen menarik saudara nya dan memarahinya.


Bagaimanapun tidak? Tau orang sedang sakit justru di buat terjatuh seperti itu.


"Iya, iya. Maaf. Itu refleks... Habisnya kau sendiri juga mengejutkan ku." ujarnya dengan suara mengecil di bagian akhir. Duri mati-matian mencoba menahan diri dari rasa malu karena hampir ketahuan memeluk Ruka.


Entah apa yang akan Zen pikirkan jika melihat dirinya memeluk Ruka seperti itu.


Dia meringis dalam hati ketika mengingat kembali apa yang baru saja dia berusaha lakukan. Akhirnya ocehan Zen berhenti ketika Bu Zahra menegurnya, menyadarkan ada orang sakit di sana.


"Bagaimana dengan kondisi Ruka? Dia baik baik saja kan?"


"Panasnya cukup tinggi, tetapi kondisinya tidak kritis. Seharusnya hanya dengan kompres cukup, tidak perlu sampai memanggil saya."


"Tapi Bu, tadi Ruu tampak kesusahan mengambil nafas. Seperti seperti mengalami trauma atau sesuatu yang mengganggu nya." lapor Duri.


Mendengar hal itu, Bu Zahra mengerutkan dahinya. Sekali lagi beliau memeriksa kondisi Ruka.


Namun dia sama sekali tidak menemukan apapun yang janggal. Ketika baru saja dia ingin membuka mulut, akhirnya dia menemukan sesuatu yang janggal.

__ADS_1


Sekali lagi, Bu Zahra fokus pada hal yang janggal. Ia kembali menggunakan sihir nya untuk memeriksa tubuh Ruka sekali lagi. Mengabaikan kedua pemuda yang tampak tegang dan khawatir.


"Aneh..."


Bisikan itu membuat jantung keduanya berpacu lebih cepat. Apa yang sebenarnya terjadi? Zen memberanikan dirinya untuk bertanya. "Ada apa, Bu?"


"Kondisi tubuh Ruka... Sejujurnya sedikit rumit. Terdapat jejak sihir gelap yang mengalir di tubuhnya, namun itu tidak melukai nya. Dan tampak nya ada sesuatu semacam segel? Entahlah, lebih seperti pelindung yang melindungi tubuh dalamnya. Mungkin karena itu juga kondisinya tidak sampai kritis. Sihir nya masih mampu menahan sihir gelap itu, sehingga tidak terlalu membahayakan dirinya."


Kedua kembaran itu saling berganti tatapan. Ekspresi bingung jelas terpampang di wajah mereka.


"Apa maksudnya?"


"...." Ada rasanya ingin menghantamkan kepala saudara nya ini ke dinding, tetapi dia tahan.


Lagi pula ada orang sakit dan guru di sini, Zen akan berurusan dengan Duri nanti di tempat sepi.


Bu Zahra berdiri, sepenuh nya mengalihkan kedua perhatian pemuda di sana. Wanita tersebut menepuk tangannya, menghela nafas kecil lalu menatap pada kedua pangeran. "Untuk sekarang, sebaiknya kalian kembali terlebih dahulu. Saya akan berdiskusi dengan kepala sekolah untuk memberikan sihir pemurnian pada Siswa Leilas agar jejak sihir gelap tersebut dapat dinetralkan sepenuh nya."


"Baiklah." Keduanya hanya bisa mengangguk setuju dan digiring keluar oleh Bu Zahra. Walau Duri terlihat sangat enggan untuk pergi meninggalkan temannya itu, tapi akhirnya ia luluh saat Zen meyakinkan nya bahwa Ruka akan baik baik saja.

__ADS_1


Selama perjalanan kembali, Duri terus menunduk dengan ekspresi lesu. Sesekali dia menendang angin atau debu untuk melampiaskan kekesalannya. Zen meliriknya, tetapi tidak berpikir untuk menenangkannya. Pikiran nya juga cukup kacau untuk saat ini.


Lagipula dia sendiri juga merasa khawatir. Kejadian hari ini, dimana Ruka menjadi seperti orang lain dan menghipnotis semua orang untuk tertidur, membuatnya berpikir dua kali.


Jejak sihir gelap yang dimaksud oleh Bu Zahra tadi, apakah itu ada hubungannya dengan sikap Ruka sebelumnya? Apakah ada kemungkinan yang dia lihat sebelumnya adalah Ruka yang berada di bawah pengaruh sihir gelap?


Tetapi, jika benar, kenapa dia belum mati?


Setahu nya, sihir negatif atau sihir gelap sangat berbahaya terkena langsung. Yang terpengaruh bisa saja kehilangan kekuatan sihir nya atau kehilangan nyawa dalam sekejap.


Setahu nya, orang orang zaman dulu menangkal sihir gelap dengan menggunakan air suci atau sihir pemurnian. Tapi untuk sekarang jarang sekali ada yang bisa melakukan itu.


Di lihat dari kasus Ruka, ada sihir pelindung di dalam tubuh nya yang menahan sihir gelap itu untuk tidak menyebar. Namun bagaimana sihir itu ada masih menjadi pertanyaan untuk nya. Ditambah lagi, segel apa yang bu Zahra maksud?


Mereka yang di bawah pengaruh ataupun kendali sihir gelap biasanya akan lepas kendali dan haus akan darah. Tak ada orang yang berhasil kembali sadar setelah terpengaruh sihir gelap, yang akhirnya justru membawa mereka jatuh ke dalam kegelapan dan hilang akal atau justru mati dalam sekejap.


Inimicus, kelompok atau kini dikenal sebagai ras iblis, adalah mereka yang sepenuhnya jatuh ke dalam kegelapan dan hilang akal sehat mereka. Haus akan darah, kekuasaan, kekuatan, dan kendali. Mereka adalah orang-orang menyedihkan yang kehilangan tujuan hidup atau terlalu egois akan satu hal.


Memikirkan hal ini, Zen berkeringat dingin. Tubuhnya menegang dan jantungnya berpacu lebih cepat, wajahnya pucat memikirkan kemungkinan itu.

__ADS_1


'Tidak mungkin kan.... Ruka...'


__ADS_2