Mysterious Hero

Mysterious Hero
30. Patroli


__ADS_3

Ruka mengamati sekitar nya. Sudah tidak ada bekas dari pertarungan nya melawan Amdusias ataupun anak buah nya. Kejadian hari itu seolah tak terjadi sama sekali. Semua kekacauan bahkan noda darah sudah hilang tanpa sisa. Dengan begini, tak ada yang akan mencurigai nya.


Angin sepoi sepoi berhembus sejuk membuat rambut hitam pemuda bermata emas itu bergoyang tersapu angin. Ia menarik nafas lega dengan itu.


"Sudah merasa lebih baik? Orang seperti mu ternyata bisa sakit juga."


DEG


"Huwa!! Kebiasaan Feir, kalau datang bilang bilang dong!" Ruka mengusap dada nya, mencoba menenangkan dirinya. Teman nya itu memang memiliki kebiasaan mengejutkan orang lain ya?


"Maaf maaf aku nggak sengaja. Habisnya, kau serius sekali. Sedang memikirkan apa sih?" Tanya Feir lagi.


"Aku hanya memikirkan kejadian saat itu saja, sihir ku melemah, aku takut masih ada sisa dari kejadian itu. Ternyata tidak ada, jadi lega deh..."


Feir mengangguk mengerti. Tapi mata nya justru menatap dengan tatapan menyelidik. Melemah katanya? Jika dengan sihir nya yang melemah saja bisa mengalahkan makhluk spirit seperti itu, bahkan menetralkan sihir gelap, bagaimana jika Ruka menggunakan kekuatan penuh nya?


"Hoi! Kenapa malah kau yang melamun sekarang??"


"T-tidak, aku hanya memikirkan jika mereka mungkin mulai merencanakan hal lain lagi. Walau makhluk spirit itu sudah di kalahkan, bukan berarti semuanya beres. Bisa saja atasannya tetap mendapat informasi dari sisa sihir nya, atau sihir perantara." Bohong Feir.


Ruka menatap lekat kedua mata lavender itu. Terlihat jelas pemuda itu sedang berbohong sekarang. Jelas saja, Ruka bukanlah orang yang akan dengan mudah percaya dengan kebohongan receh seperti itu.


Walau tak semua yang di katakan Feir tidak benar. Memang bukan tidak mungkin juga jika ketua dari ras Inimicus yang mengirim Amdusias tidak mendapatkan apapun.


Terlebih lagi banyak media yang bisa menjadi tempat untuk sihir perantara, memperbesar kemungkinan itu memang benar.

__ADS_1


Jika seperti ini, bukan tidak mungkin kedepan nya juga akan ada penyerangan monster monster lagi.


"Ada benarnya... Kalau begitu kita lanjutkan patroli saja. Aku khawatir kalau memang ada."


Feir mengangguk mengerti. Tangan nya bergerak menepuk pundak sahabat nya itu. "Baiklah, tapi akan lebih cepat kalau kita berpencar. Aku akan periksa tempat lain."


"Baiklah, langsung beritahu aku kalau ada sesuatu yang mencurigakan."


"Siap ketua!" Feir memberikan hormat, dan berlari ke arah yang berlawanan dengan Ruka.


Kalung kristal yang Ruka gunakan tiba tiba bercahaya pudar. 'Hoho~ patuh banget dengan mu.'


"Bukannya sudah biasa seperti itu?"


'Memang. Padahal dia kan belum tau siapa kau sebenarnya.' Rinka terkekeh. 'Aku jadi penasaran bagaimana jika dia sudah tau yang sebenarnya.'


"Kuharap dia tidak terlalu terkejut saat tau nanti." Ujar Ruka pelan dan melanjutkan patroli nya.


Sinar matahari semakin terik, beberapa murid murid pun sudah mulai keluar dari asrama mereka untuk berolahraga atau sekedar menikmati sinar matahari pagi yang hangat.


Jujur saja, jika sudah seperti ini cukup menyulitkan Ruka dalam berpatroli. Keberadaan murid lain yang bisa saja menjadi tempat bersembunyi makhluk spirit atau semacamnya membuatnya lebih sulit untuk menemukan mereka.


Setelah kejadian itu, walau pelindung di Akademi kuat, bukan berarti tak ada lagi monster atau iblis yang bisa masuk. Untuk mencegah hal itu terulang lagi, Ruka dan anggota keamanan lainnya memutuskan untuk memperketat keamanan dengan lebih sering berpatroli dan memeriksa sudut sudut yang mungkin tak terdeteksi oleh sihir pelindung.


"Pagi Ruka." Mendengar seseorang memanggil nama nya, membuat Ruka menoleh. Terlihat seorang pemuda ber iris merah ruby yang berlari ke arah nya.

__ADS_1


Ternyata pangeran Cromwell. "Selamat pagi pangeran."


Hali berdecak. "Sudah ku bilang tak perlu formal seperti itu. Ngomong ngomong bagaimana kondisi mu?" Tangan Hali terulur menyentuh dahi pemuda ber mata emas di hadapan nya. Ia terdiam beberapa saat, merasakan suhu tubuh pemuda itu.


"Sudah tidak panas, tapi seharusnya kau beristirahat dulu sampai kondisi mu benar-benar pulih." Lanjut nya.


Ruka tersenyum. "Aku baik baik saja kok, lagipula terlalu lama di kamar membuat ku bosan..." Itu tidak bohong. Terlalu lama tak melakukan apapun di kamar membuat nya bosan. Selain itu, ia juga harus menjalankan kewajiban nya untuk menjaga keamanan akademi bukan?


(Ruka: Tipe orang bandel yang gak mau istirahat.)


"Ngomong ngomong..." Ruka menjeda ucapan nya, memperhatikan tubuh Hali yang basah dengan keringat. "Sepagi ini kau sudah olahraga saja?"


"Aku sudah biasa seperti ini. Sebagai Pangeran tentu harus menjaga tubuh kan?"


Yang di katakan nya memang tidak salah sih...


"Memang benar, tapi-"


DUAR!!


Ucapan Ruka secara tiba-tiba terhenti karena suara ledakan.


"Suara dari mana itu?" Tanya Hali.


"Sepertinya tidak jauh dari sini!" Tanpa pikir panjang, Ruka langsung berlari mencari sumber suara itu, mengabaikan Hali di belakang nya.

__ADS_1


'Ruka, ada aliran sihir gelap tak jauh dari sini.'


Ruka berdecak kesal. Apa ras Inimicus itu kembali mengirimkan anak buah nya?


__ADS_2