Mysterious Hero

Mysterious Hero
13. Sihir Negatif


__ADS_3

"HUWEE SAKIT!" Teriak Duri sambil memejamkan mata nya kuat, mencoba menahan sakit di lengan nya akibat terkena serangan Hika tadi.


Lingkaran sihir terbentuk di bawah kaki Duri dan cahaya pudar muncul mengitari tubuh pemuda ber iris hijau zamrud itu. Sembari mengontrol sihir nya, tangan Orias bergerak mengusap lembut punggung Duri, untuk menenangkan nya. Secara perlahan luka di tubuh Duri pun mulai menutup dengan sempurna.


Di rasa sudah cukup, Orias menghentikan sihir nya. "Baiklah luka nya sudah sembuh sekarang. Tidak terasa sakit lagi kan?" Tanya Orias pada Duri.


Menggeleng kan kepala nya. "Sudah lebih baik. Terimakasih Orias..."


Tersenyum. " Sama sama. Ini sudah menjadi tugas ku."


Di sisi lain, sebuah botol ramuan berwarna putih bening dengan cairan berwarna hijau muda di dalam nya di berikan ke pada Hika yang terlihat begitu pucat.


Terlihat memar di beberapa bagian tubuh nya akibat tusukan dan goresan duri beracun milik Duri tadi. Keringat dingin membasahi tubuh pemuda pengendali elemen angin itu, nafas nya tersenggal senggal seakan sangat sulit menggapai udara di sekitar nya.


Tak di sangka, efek dadi serangan Duri begitu kuat. Beruntung Hika memiliki energi sihir yang banyak, sehingga penyebaran racun dalam tubuh nya bisa sedikit terhambat oleh kekuatan sihir nya.


Jika orang lain dalam posisi nya, ia yakin irang itu sudah mati begitu terkena serangan Duri. Rupanya pemuda itu benar-benar tidak main main. Padahal kan ini hanya ujian dadakan, bukan perang melawan musuh yang harus di lenyapkan.


"Minum lah, anda akan merasa lebih baik setelah meminum nya, pangeran." Ujar Furin sembari menyodorkan botol ramuan tadi.


Dengan tangan gemetar, Hika pun menerima nya dan meminum nya. Satu kata yang seketika terlintas dalam pikiran Hika begitu cairan dalam botol itu menyentuh lidah nya.


"Pahit!" Pekik Hika seketika.

__ADS_1


"Tolong tahan sedikit pangeran..." Ujar Furin dengan ekspresi cemas.


Hika pun menarik nafas panjang dan langsung menegak ramuan itu dengan cepat. Tak lama, lebam dan luka di tubuh nya mulai menghilang. Kemampuan penyembuh kedua saudara itu memang tidak bisa di remehkan lagi!


"Fuh... Kukira aku bakal mati di tangan saudara ku sendiri." Ujar Hika sembari menghembuskan nafas lega. Mata nya melirik Duri yang duduk tak jauh dari nya.


Menyadari lirikan tajam dari sang pengendali elemen angin itu, Duri hanya menggaruk belakang kepala nya yang tak gatal. "Ehehe maaf kelepasan."


Di sisi lain Furin dan Orias menarik nafas lega. "Syukurlah pangeran sudah baik baik saja."


Hika mengangguk. Senyuman ceria tercetak jelas di wajah nya. Di tambah dengan iris mata biru yang nampak berkilau terkena cahaya mentari membuat nya terlihat begitu indah. "Terimakasih ya! Dan tidak perlu panggil pangeran, cukup panggil Hika saja. Bagaimana pun kita teman sekelas sekarang." Hika tersenyum ceria, di tanggapi anggukan cepat dari Duri.


"Syukurlah kalian baik baik saja."


Sebuah suara diikuti derap langkah tiba tiba terdengar menarik perhatian mereka. Dari belakang mereka, Leon dan Yuka datang menghampiri. Sepertinya mereka juga sudah jauh lebih baik sekarang.


Leon dan Yuka justru menatap datar. Seperti nya Hika menyimpan dendam pada Duri karena kejadian tadi.


"Ngomong ngomong siapa giliran berikut nya ya?" Tanya Duri sambil melihat ke arah lapangan.


"Tebakan ku sih, dua bintang di Akademi ini. Kak Hali dan Zen. Hanya mereka yang cocok di pasangkan untuk duel kali ini. Jika murid lain, mungkin hanya beberapa serangan mereka sudah kalah." Ucap Hika.


Leon berkomentar. "Benar. Tapi, mengingat kemampuan mereka, sepertinya bakal terjadi kerusakan besar di lapangan."

__ADS_1


Setelah pertarungan mereka tadi, lapangan saja sudah cukup kacau. Apalagi saat sang putra bungsu dan sulung keluarga Cromwell itu saling bertarung? Sudah jelas lapangan akan hancur.


Selain kemampuan mereka yang tinggi, banyak orang sudah mengetahui jika mereka itu merupakan rival dalam hal kemampuan.


Sifat Zen yang begitu kompetitif dan selalu ingin mengalahkan sang sulung, ditambah sifat Hali yang dingin, tapi juga tidak mau mengalah membuat mereka sering berdebat atau beradu kekuatan sihir.


Jika mereka di pasangkan dalam duel kali ini, jelas mereka akan mengambil kesempatan itu untuk melihat siapa yang jauh lebih unggul.


"Kemampuan mereka memang tinggi... Tapi juga... Membuat mereka menjadi incaran." Ujar Yuka dan memelankan suara di kalimat terakhir. Entah mengapa perasaan nya menjadi tidak enak.


Leon yang melihat perubahan ekspresi sang adik menghampiri nya. "Ada apa?" Tanya Leon cemas.


Lantas Yuka menggeleng. "Tidak, aku sedikit merasa tidak enak saja. Tapi mungkin cuma perasaan ku saja." Ujar nya kemudian.


Leon menepuk pundak sang adik sembari tersenyum. "Baiklah, kalau ada apa apa cerita saja pada ku ya!"


"...."


Yuka hanya menanggapi nya dengan anggukan dan senyuman tipis.


Sebenarnya bohong jika ia mengatakan tidak ada apa apa. Saat Hika melawan Duri tadi, ia sempat merasakan tekanan sihir yang cukup mengganggu nya. Sebagai pengendali elemen air dan es, sifat elemen nya yang tenang membuat Yuka juga bisa merasakan tekanan sihir di sekitar nya dengan baik.


Walau terkesan cukup samar, tapi ia bisa merasakan sihir negatif tidak jauh dari nya. Sihir negatif ini biasanya hanya di miliki oleh para monster atau iblis. Tapi Yuka tidak mau menyimpulkan nya terlalu cepat.

__ADS_1


Ia masih belum ada bukti untuk memastikan hal itu. Memberitahukan nya sekarang hanya akan membuat kepanikan.


Di tambah lagi, mengingat sistem keamanan di Star Magic Academy yang kuat, bagaimana bisa monster atau iblis itu masuk ke akademi? Sudah di pastikan itu bukan monster atau iblis kelas teri.


__ADS_2