
Ruka menghembuskan nafas nya lelah. Sihir pelindung dan air suci sudah ia siapkan untuk mengalahkan iblis selanjutnya.
Menurut yang di katakan iblis tadi, masih ada satu iblis lagi yang bersembunyi di sekolah ini. Memang tidak banyak informasi yang ia dapatkan, walau begitu, satu nama saja sudah cukup untuk nya.
Amdusias, salah satu bawahan ketua ras Inimicus yang memiliki kekuatan sihir cukup tinggi. Mungkin setara dengan penyihir tingkat A. Ia harus berhati hati sekarang. Tidak mudah untuk mengalahkan iblis seperti itu.
'Aku juga sudah memperkuat sihir nya. Dia tak akan bisa keluar dari akademi ini. Untuk Orias juga sudah ku atasi. Saat sadar nanti, dia gak akan ingat apapun.'
Mendengar suara itu Ruka tersenyum tipis. Baguslah, setidaknya satu masalah sudah selesai dan ia tak perlu repot mengurus pemuda itu.
'Sebaiknya kau istirahat malam ini, pulihkan sihir mu untuk mengalahkan nya.'
Ruka menghela nafas pasrah. "Baiklah... Tidak biasanya juga kan kau perhatian begini kepadaku."
******
Suasana lorong sekolah seperti biasa, begitu ramai akan suara langkah kaki dan pembicaraan para murid. Setidaknya begitu, hingga mereka mendengar musik yang menggema dari ruang siaran.
Children of the stars
Gather here from afar
Come out from the night
Shine your everlasting light
Suara merdu menggema di setiap tempat sekolah. Seolah-olah menyihir setiap orang yang mendengarnya, keadaan yang sebelumnya ramai kini menjadi sunyi dan senyap. Fokus pada lagu yang dinyanyikan.
We will stand as one
Oh we Will fight till dawn
Tidak ada yang tahu sejak kapan, tetapi mereka merasa seperti tidak bisa berpaling lagi suara merdu yang bernyanyi tersebut.
Brave and bold
We go
With our sight
That sees the soul
Tiba-tiba beberapa murid menutup mata mereka, bersamaan dengan munculnya pelindung yang mengelilingi tubuh mereka seperti kapsul. Tapi tetap saja, tidak ada yang menoleh untuk melihat apalagi memeriksanya.
Semua orang fokus pada musik yang masih berlanjut.
__ADS_1
Far and wide
High and low
Warriors Wherever we go
Tentu saja, kecuali seseorang. Sang pemilik Elemen Cahaya terkuat di sana, Zen Cromwell.
We will mend as one
Oh we will fend for all
Oh into the night
"Eh? Kalian?! Hey! Sadarlah!"
Ketika Zen merasakan kontraksi dari setiap energi di sekitarnya, dia baru sadar dan melihat ke sekitar.
Semua orang telah menutup mata dan berada dalam kapsul pelindung yang tembus pandang. Mereka seolah-olah membeku di tempat begitu mendengar nyanyian tersebut.
All together
'Lagu itu!'
We will mend as one
And we will fend for all
Oh into the night
Entah mengapa dada nya merasa sesak, badan nya panas seolah lagu itu memang di tujukan untuk menyerang nya.
Manik kekuningan tersebut bergerak liar mencoba mencari asal dari nyanyian tersebut. "[Sang Surya yang memberikan kehidupan, berkahilah diriku: Radiance Sense]"
Deg!
Gagal. Sihir nya tidak bisa di gunakan.
Serve the good
Be one of the greats
Zen perlahan berjalan menuju ke arah dimana dia percaya adalah asal dari nyanyian.
Heal the world And change our Fate
__ADS_1
Sepanjang perjalanan, terdapat banyak kapsul yang berisi murid-murid dengan mata tertutup. Bahkan terdapat guru yang juga terkena dampak dari nyanyian tersebut.
Can't back down
No turning around
Own your place
And wear your crown
Zen menggerakkan giginya dan mempercepat langkahnya. Dia mencoba fokus agar sihirnya tidak melemah dan membuatnya terjatuh ke dalam hipnotis berlatarkan nyanyian.
We will mend as one
Oh we will fend for all
Oh into the night
Darah mengalir dari hidung Zen. Nyanyian tersebut berhasil menembus sihir pelindungnya, membuat kembali hampir terkena hipnotis tersebut.
Mengabaikan darah yang mengalir, Zen hanya mengelapnya dan kembali melanjutkan langkahnya.
All together
Sinar mata Zen bercahaya. Dia telah dekat dengan asal suara tersebut.
Ruang siaran. Mencoba bertahan, dia mengerahkan seluruh tenaganya untuk mendekat.
We will mend as one
And we will fend for all
Brak!!
Into the night
Apa yang dilihat Zen sangat tidak terbayang.
"Ketua?!" Zen terkejut, Ruka menoleh. Bulu mata lentiknya menciptakan sebuah bayangan di manik emas cantik miliknya. Ditambah dengan jubah putih bersih menciptakan aura elegan dan suci di sekitarnya. Anting-anting emas yang bergelantung di telinganya tampak memantulkan cahaya temaram dari lampu di ruang siaran.
Tidak ada senyuman. Ekspresi kosong dan hampa. Tetapi itu justru membuatnya terlihat seperti sebuah kecantikan yang tidak dapat diraih, hanya dapat dilihat dan puja.
Zen terdiam melihat penampilan Ketua yang tidak bisa lagi dikatakan dengan kata-kata. Penampilan Ketua yang biasa saja sudah sangat cantik sehingga gendernya dipertanyakan, apalagi sekarang?
Tapi bukan itu! Zen berkedip beberapa kali sebelum akhirnya dia berhasil mendapatkan kembali kesadarannya. "Ketua! Apa yang kau lakukan pada yang lain?!"
__ADS_1
".... Zen Cromwell. Akhirnya kau datang juga."