
Nathan berjalan kesana kemari tampa di dalam ruangan nya saat ini perasaan nya sangat galau...gundah...gulana resah dan kawatir ia harus menghadapi masalah yang tak pernah ia pikir kan...bagaikan seperti kena musibah dalam diri nya
masalah yang lama belum selesai...sekarang di tambah lagi dengan masalah baru...kehadiran mantan kekasih dan seorang anak membuat nya sangat prustasi...apa lagi harus menerima keadaan anak itu sebagai anak nya
pantas saja istri nya marah anak nya saja belum di temukan yang hadir malah anak dia dan orang lain
Nathan meraih ponsel nya dan menelpon seseorang
tieeeng....pangilan tersambung
"Hallo bos..."
"AKU SUDAH MEMBAYAR KALIAN DENGAN MAHAL....MENCARI SATU ORANG SAJA KALIAN TIDAK BECUS...?APA KALIAN BERENCANA UNTUK MENIPU KU...CEPAT CARI DIA.....KALO TIDAK KALIAN SEMUA AKU BUNUH"
kata Nathan dengan sangat marah pada anak buah nya
"KAMAI SUDAH MENEMUKAN NYA BOS....SEKARANG DIA BERADA DI PULAU BALI BERSAMA KELUARGA NYA"
"CEPAT BAWA DIA KEHADAPAN PUN SEGERA"dengan penuh penekanan dan tatapan tajam
tuuutt tut tut.....pangilan di ahiri
Ahir nya Nathan bisa menemukan kairos di mana dia berada.tinggal beberapa waktu lagi dia akan menemukan anak nya.srperti nya dia harus memberi pelajaran pada pengawal itu...berani nya dia memisah kan nya pada
anak nya
lalu....
"aku sudah menemukan apa yang kau minta,aku mendapat kan data nya dengan sangat rinci"Memberi kan sebuah map bewarna merah.dengan cepat Nathan meraih nya membuka untuk di baca
MOHANNA**********
ANAK*****
TTGL** ** ****
__ADS_1
PENDIDIKAN*******
KETERANGAN HIDUP
pernah Hamil di tahun 20**
PRAKKKK........Kertas kertas berserakan di lantai dan membuat sandy terkejut kenapa tiba-tiba Nathan melempar serat nya.apa ada yang salah dengan isi nya.sandy juga melihat raut wajah Nathan sedang tidak baik melihat segumpal emosi di dalam nya dan terus mengusap wajah nya dengan kasar
Nathan terduduk lemas kepala nya menunduk kebawah setelah melihat kebenaran nya...yang dikatakan Hanna semua nya benar...dia benar-benar tak habis pikir...kenapa masalah ini datang di saat dia telah bahagia bersama istri nya
(Kedatangan dia membuat ancaman bagi aku dan zhelia)keluh nya dalam hati
*****
Malam...masih sekitar jam tujuh Nathan baru kembali dari kantor...janji untuk pulang cepat dia ingkari karna masih banyak pekerjaan dan di tambah lagi Nathan menung di kantor memikir kan masalah nya
pemandangan pertama yang ia lihat adalah istri nya sedang duduk di ruang keluarga sambil mbolak balik kan majalah yang ada di tangan nya....dia pun tersenyum dan mendekati istri nya....
merasa tak suka dengan kelakukan suami nya Zhelia melempar kasar majalah di atas meja dan berdiri.
namun dengan cepat dia menahan tibuh ostri nya agar tidak bergerak
Nathan yang hendak mengeluar kan kata-kata nya dia pun melihat Hanna yang sedang melintasi di belakang sofa mereka yang berjarak jauh. Nathan menjadi heran
(kenapa dia masih ada disini)
"Hanna kemari sebentar..."lirih Nathan dengan dinggin dan cukup meninggi kan suara nya
zhelia yg mendengar suami nya memangil wanita itu dia pun semakin marah dan sakit
saat Hanna duduk di sifa lain bersama anak nya...zhelia hendak pergi namun Nathan menahan pinggang nya untuk tetap berada di samping nya....ingin sekali dia berontak dan marah tapi malas untuk bertatapan muka dengan suami nya
"kenapa kau masih disini...apa kau belum mau pergi dari rumah ku"pertanyaan Nathan pada Hanna
"Mau pergi kemana Nathan...kami tidak punya tempat tinggal....seluruh Harta milik papa ku sudah di ambil oleh mama mu...tidak ada lagi yang tersisa..kami tidak punya rumah maupun uang..."tutur Hanna dengan sedih dan membekap anak nya
__ADS_1
Tolong lah kami Nathan...beri lah kami tempat tinggal setidak nya kau lihat lah dia....dia anak mu berilah dia naugan dia anak my darah daging mu juga...apa kau tega menelantar kan dia di jalanan"
pandangan Nathan tepat lurus ke arah anak yang sedang di dekap Hanna...wajah yang sangat mirip dengan nya
"Baiklah...dia akan tinggal disini...tapi tidak dengan mu...kau harus pergi dari rumah ini,aku akan merawat nya dan memberi apapun yang dia ingin kan"
Hanna membukat kan mata nya terkejut mendengar ucapan Nathan
"Mama tidak boleh pergi....aku mau sama mama....mama jangan pergi ningalin aku huuuu........"isakan tangis anak kecil itu mengundang akan kesedihan mereka yang melihat nya merenggek untuk tidak di tinggal kan oleh orang tua nya
"hey....anak manis kau jangan sedih....siapa nama mu"
"Dan-Daniel o...om"jawab nya dengan segukan dan takut
"Daniel...nama yag bagus"
Nathan mengingat saat dia masih kecil..renggekan anak ini sangat persis seperti waktu dia kecil dulu....tangis yang sama di saat akan kehilangan sosok papa nya...anak ini benar-benar meluluh kan hati nya yang sekeras batu....
"Baiklah...kalian boleh tinggal di sini"kata Nathan yang keluar dengan sendiri nya tampa berdiskusi dulu dengan orang yang ada di sebelah nya.tampa di sengaja dia telah mengambil keputusan sendiri dan menyakiti hati istri nya
zhelia bangkit dan berlalu meninggal kan mereka dan naik ke atas.Nathan sedih dia tau dia telah menyakiti hati istri nya dengan membiar kan dua orang ini tinggal bersama nya
"trimakasih Nathan...kau telah memberi kami tumpangan...."
"kau jangan senang dulu.....aku sudah menerima kalian disini dengan lapang dada...tapi jangan harap aku akan menikahi diri mu.....Dan aku juga masih belum yakin itu adalah anak ku..."seru Nathan dengan penuh penekanan
"kenapa kau masih belum yakin dan percaya kalo Daniel ini benar kamu...."dengan nada tinggi dan tidak terima
"jelas saja aku belum percaya...mungkin saja ini adalah sandiwara mu...untuk berbalas dendam pada keluarga ku"
"haaah....jika memang itu....mari kita melakukan tes DNA supaya kau lebih percaya"
"baiklah...aku akan melakukan tes DNA terhadap dia.dan kau tidak perlu ikut campur
Nathan menatap Hanna dengan benggis dan berlalu pergi naik ke atas.tak lupa mengambil barang barang nya di atas meja
__ADS_1