
"wanita.....!!?kata dokter pirdan dengan binggung pasal nya,tadi nathan di bawa ke rumah sakit seorang diri dan dia tidak melihat seorang wanita yang juga mengalami kecelakaan bersama nya,bahkan sejak kapan nathan mulai dekat dengan seorang wanita setelah satu tahun yang lalu
"paman tidak tau siapa wanita yang kau maksud,padahal tadi nathan hanya seorang diri? siapa wanita itu dan apa hubungan nya dengan nathan"tanya pirdan yang penasaran
"tidak ada apa-apa paman,boleh aku masuk melihat keadaan nya"
"baiklah kamu boleh melihat nya"
jhino membuka pintu kamar nathan yang sudah di di pindah kan ke ruangan yang lebih besar dan nyaman terlihat di brangkas nathan yang terbaring lemah dengan alat-alat mesin dan juga beberapa kabel yang melelat di tubung nya,jhino menatap nathan dengan sedih cobaan apa lagi yang harus dia alami belum puas kah takdir mempermainkan hidup nya selama ini.
"nathan.....bangun lah"lirih jhino yang menyentuh jari jemari tangan nathan dengan pelan
"maaf sus....pasein wanita yang kecelakaan tabrakan siang tadi di mana dia?apa dia baik-baik saja"kata jhino pada salah satu petugas di bawah
"apa pasein wanita yang tengah hamil itu"ujar suster dengan memasti kan nya
__ADS_1
"ia.....benar...wanita yang sedang hamil itu bagaimana keadaan nya, apa dia baik-baik saja"
"pasein sudah di pindah kan ke kamar no 305"
"trimakasih sus"jhino berlari menuju lantai tiga setelah mendapat kamar no 305 nathan membuka nya nathan terdiam dan memicingkan mata nya tidak melihat siapa-siapa di sana hanya ada tempat tidur yang kosong,apa suster tadi salah memberi no kamar,jika memang zhelia sudah di pindah kan ke kamar ini pasti saat ini zhelia sedang istirahat,benar-benar tidak ada orang di sini,seorang suster pun masuk dengan membawa sebuah nampan yang berisi alat-alat rumah sakit.
sampai di pintu kamar jhino terlihat lesu kaki nya terasa lemah berat untuk jalan melangkah saja tidak sangup diri nya tidak menemukan zhelia, jhino kembali ke bawah menanyakan lagi dengan pasti kepada petugas yang di bawah di mana zhelia berada.
"maaf tuan....tadi memang dia sudah di pindah kan kesana..? tapi sekarang pasein itu sudah di bawa pergi"
"pergi.....pergi kamana"tanya jhino dengan terkejut
"maaf tuan....saya tidak tau"
__ADS_1
"siapa yang membawa nya"
"maaf tuan saya juga tidak tau tentang itu karna saya tidak melihat orang yang membawa nya"dengan menundukan kepala nya tanda mintak maaf karna tidak bisa menolong jhino karna dia memang tidak tau siapa yang membawa zhelia.
kembali melihat nathan di ruangan nya keadaan nya masih sama seperti awal dia datang ke kamar tersebut tidak ada satu pun tanda yang menunjukan diri nya akan sadar atau tidak,hanya tuhan lah yang tau,harus berbuat apa jika nathan sadar nanti dan menanyakan di mana zhelia....apa yang harus ia jawab dia tidak mungkin menjawab kalo zhelia sudah pergi tidak tau entah dimana dia sekarang, bahkan jhino pun sudah memutar rumah sakit sekitar tiga kali dari atas sampai bawah,dari bawah sampai atas semua nya sudah jhino geledah namun dia tidak menemukan zhelia,apa nathan nanti bisa mengikhlas kepergian zhelia atau kah dia bisa terima dengan hilang nya zhelia tampa jejak
jhino tau seperti apa nanti resaksi nathan saat mengetahui zhelia tidak bersama nya dia akan sidih... marah....dan tidak akan terima semua nya,sama hal nya waktu dulu saat hana meningal kan nya nathan seperti orang gila mengamuk tak terkendali bahkan bisa membunuh orang dengan kemarahan nya akan kah kali ini akan sama atau akan berbeda,jhino berharap jika dia sadar nanti semua nya akan baik-baik saja.
"ayo nathan....bangun,kamu harus sadar...kamu tidak boleh lemah seperti ini ?bangkit lah dari tidur mu? kamu harus kuat kamu harus melawan penyakit mu,kamu harus berjuang apa kamu tidak mau bertemu dengan zhelia..."kata jhino dengan sedih
"aku kasian sama kamu...saat kamu sadar nanti...zhelia tidak ada kamu pasti akan sedih,
bangunlah...apa kau akan terus tidur seperti orang mati apa kau tidak mau sadar apa kau tidak mau menemui zhelia wanita yang kau cintai...
"bangun lah bodoh...kau tidak selemah ini kau harus berjuang ada yang menantikan diri mu untuk mencari nya"suara jhino yang mulai meninggi karna geram melihat nathan tak kunjung sadar juga...jhino pun terduduk di kursi sebelah ranjang nathan dan mentup kan kepala nya dengan tangan dan napas yang yang tak beraturan.
__ADS_1