
Di dalam toilet Zhelia terus muntah-muntah tapi tidak ada yang keluar dari mulut nya.zhelia membasuh wajah nya terlihat pucat dan lemah perut nya seperti ada yang gejolak mau keluar namun tidak ada.
"Apa yang terjadi dengan ku.apa aku sakit! tadi pagi aku makan ayam mentah mungkin itu sebab nya aku merasakan mual"kata zhelia dengan heran melihat apa yang terjadi dengan nya
"Atau jangan-jangan aku,,,,tidak itu tidak mungkin terjadi,,,,aku tidak mungkin hamil aku tidak boleh berpikir yang buruk.ini pasti karna sarapan ku tadi pagi"ucap zhelia ngawur dan berusaha membuang pikiran negatif nya
Saat keluar zhelia terkejut melihat kedatangan Nathan tepat di depan nya dengan melintangkan tangan nya di dinding.
"Nathan,,,"dengan gerogi dan takut
"Apa yang terjadi sama kamu"menatap dengan tajam dan membuat zhelia jadi gugup
"aku,,,ti tidak terjadi apa-apa"dengan semakin gugup nya menjawab pertanyaan Nathhan
"Trus kenapa kamu muntah-muntah"kata Nathan terus menatap mata zhelia dengan lekat karna Nathan melihat ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Zhelia
"Aku,,,,aku,,,"
"apa kamu hamil"dengan memicing kan mata nya.mata zhelia pun melotot ke arah Nathan dan cepat menjawab
"Tidak ,aku tidak hamil.tadi pagi aku makan ayam mentah maka nya aku merasa mual"
"Benarkah apa yang kamu katakan"
"i,,,,iya,,,"dengan menyakinkan Nathan
__ADS_1
"Bagus lah kalo kamu tidak hamil.lagi pula aku juga ngak berharap seperti itu.karna aku tidak mau memiliki anak bersama mu.kau mengerti"ucap Nathan dengan penuh penekanan dan berlalu pergi.zhelia pun menghapus air mata nya yang tampa sadar sudah menetes.
"Jika memang aku hamil,apa yang harus aku lakukan.aku tidak bisa menangung semua ini dengan sendirian.Nathan juga tidak akan mau bertangung jawab.kalo dia tau aku hamil pasti dia semakin membenci ku"sedih zhelia
Di dalam taxi menuju pulang zhelia terdiam hati nya galau resah dan cemas apa mungkin kalo dia itu hamil. jika ia itu pasti akan menjadi beban yang berat untuk nya apa lagi dia hanya hidup sendiri tidak ada keluarga atau pun teman yang menemani nya.
"Pak kita ke apotik dulu yah"
"Ia neng"supir taxi pun melajukan mobil nya
Aku harus mastikan semua nya aku harus menuntas kan keraguan ku ini supaya aku tidak cemas lagi.guman zhelia dalam hati
Lama berkotak atik di depan cermin jantung nya berpacu dengan cepat menungu dengan seribu kegelisahan berharap hasil nya tidak positif.sepuluh menit berlalu zhelia mulai mengambil benda kecil dari gelas kecil dan melihat nya.mata zhelia melebar terasa sesak di dada nya melihat garis dua berwarna merah....badan nya langsung lunglai dan jatuh ke lantai, menitik kan air mata.menangisi kehidupan nya yang baru yang di penuhi dengan penderitaan
"Ini tidak mungkin ? aku tidak mungkin hamil"dengan tidak terima dan menumpah kan semua kesedihan nya.
~
Kembali ke kampus dengan zhelia banyak diam. Nathan slalu melihat zhelia mual-mual dan itu membuat nya bertanya-tanya.Di dalam toilet zhelia memaksa diri nya untuk mengecek kembali dengan tespek yang lebih bagus dari sebelum nya mengkin yang pertama terjadi kesalahan itu sebab nya hati nya belum puas menerima hasil kemarin.
"Kali ini aku terima apa pun hasil nya"dengan pasrah dan menghembus napas berat nya.
__ADS_1
Lalu......
Zhelia terdiam tidak bisa berkata apa-apa.dia hanya mengeluarkan air mata.
"Ya tuhan,,,,apa semua ini benar,aku benar-benar hamil ! apa yang harus aku lakukan"dengan tangis yang terisak air mata yang mengalir terus membuat mata nya sembab karna setiap hari menangisi nasib nya
Setelah tenang merapikan diri nya yang sempat berantakan akibat nangis zhelia pun keluar .Nathan keluar dari balik dinding menghalangi zhelia-zhelia kaget dan langsung menyembunyikan tangan nya di belakang takut sampai Nathan tau.
"Apa yang ada di tangan mu"
"tidak ada"
"kamu jangan bohong .apa yang kamu sembunyikan"
"tidak ada yang ku sembunyikan"dengan hati yang cemas
"Cepat berikan kepada ku"dengan paksa merebut di tangan zhelia benda itu pun jatuh ke bawah mata Nathan membelalak melihat benda kecil bewarna biru dan putih dan ada dua garis merah di dalam nya juga
.
.
.
.
.
.
__ADS_1