
Dia tak ingin kehilangan zhelia dia juga tak ingin zhelia kembali kepada mama nya,katakan saja diri nya begitu egois ingin memiliki zhelia seorang diri tapi? nathan sangat mencintai zhelia bahkan melebihi diri nya sendiri nathan harus mempertahan kan zhelia agar tidak lepas dari nya
nathan masih menatap surat dan tiket nya dengan nanar wajah nya yang kesedihan mendengar pintu mobil di buka dengan cepat nathan menaruh kembali amplot itu ke tempat nya,
"apa sudah selesai"
"hmmm"jawab zhelia dengan senyun memesang sabuk pengaman nya,beberapa detik kemudian zhelia menatap nathan sedari tadi dia masuk sampai sekarang mobil nya belum juga berjalan zhelia menatap nathan yang termenung pandangan nya kedepan kedua tangan nya memegang stir dengan memainkan jari nya di atas stang
"hey....kok malah melamun sih,kenapa ngak jalan apa yang kamu pikir kan"tanya zhelia dengan heran karna ngak biasa nya nathan melamun seperti ini apa kah dia memikir kan masalah yang kemarin lagi,nathan menatap zhelia dengan wajah datar nya
"ada apa "tanya zhelia lagi dengan mendekat kan sedikit wajah mereka,ada sesuatu yang ingin di sampai kan oleh nathan tapi dia tidak tau harus mulai dari mana lidah nya terasa berat dan mulut nya terasa terkunci
"apa kau akan pergi"zhelia berdenyit heran dengan pertanyaan nathan dia benar-benar tidak paham
"maksud kamu apa? aku ngak ngerti coba ulangi dengan jelas"
"tadi aku tidak sengaja mengangkat telpon dari mama kamu aku juga melihat sebuah tiket di dalam tas kamu,apa kamu akan pergi zhelia apa kamu akan meningal kan aku"ucap nathan dengan sedih dan memegang kedua bahu nya
"nathan tenag dulu,zhelia melepas tangan nathan dari bahu nya
"aku tidak akan meningal kan mu,aku tidak akan pergi,tiket ini sudah lama pada ku tapi aku tidak pernah ada niat untuk pergi karna aku pengen disini ,aku tidak akan pergi kemana-mana"terang zhelia dengan menenagkan nathan yang seperti nya ketakutan dan cemas,kembali meraih tangan kekasih nya dengan perasaan yang penuh ketakutan kehilangan, membuat diri nya ingin menangis belum siap merasakan sakit kehilangan lagi
"aku mohon jangan tingal kan aku-aku tidak ingin kehilangan kamu,jangan menjauh dari ku zhelia aku mohon aku tidak bisa hidup tampa mu "racau nathan zhelia jadi sedih melihat nya
"tenag lah,tenangkan diri mu aku tidak akan pernah pergi percaya lah pada ku,ok"nathan hanya diam menatap zhelia
"apa kau tidak percaya"lagi-lagi nathan hanya diam
"baiklah"zhelia mengambil tiket di dalam tas nya dan merobek tiket itu di depan nathan
"apa kamu masih belum percaya"nathan membawa zhelia kedalam pelukan nya mereka berpelukan dengan sangat erat"kita tidak akan pernah meningal kan satu sama lain kita hanya hidup berdua"lirih nathan
☆☆☆☆
"bagaimana keadaan tante nataya"tanya jhino pada kayros yang menatap nataya yang masih terbaring di tempat tidur dengan impus di tangan dan oksigen di mulut nya belum masih sadar
"sejak kejadian kemarin NY.sampai sekarang bulum sadar tuan muda jhino"
jhino duduk di sebelah nataya yang tetbaring lemah"apa nathan sudah menemui tante"
"belum,tuan muda nathan belum menjenguk NY."
__ADS_1
selesai berganti piama tidur setelah mandi zhelia naik ke ranjang menghampiri nathan yang bersandar dengan pokus pada ponsel nya zhelia tidur di samping nathan menyandar kan kepala nya di bahu lebar nathan ,nathan yang menyadari keberadaan istri nya memeluk dan mengecup kening nya dengan sayang
"apa yang kau lihat"ucap zhelia dengan meletakan tangan nya di atas dada nathan dan memainkan jari nya di sana
"ouh....sayang apa yang kau lakukan"lirih nathan dengan suara berat
"aku tidak melakukan apa-apa"dengan masih setia pada posisi nya dan menatap gaem di layar ponsel suami nya
"tangan mu sayang"lirih nathan lagi
"ada apa dengan tangan ku,apa ada yang aneh"heran zhelia
"kau sudah membangun kan junior ku dengan tangan mu yang terus mengoda dan meraba dada ku ini,susah payah aku menidur nya tadi di kamar mandi sekarang kamu malah membangun kan nya lagi"
"benar kah kapan lagi dia akan tidur"jawab zhelia dengan senyum nya menatap ke arah nathan,entah kenapa diri nya juga ingin dekat-dekat nathan ingin bermanja-manja berpeluk-pelukan dan membelai nya seperti bukan diri saja mungkin ini pengaruh epek dari cabang bayi yang ingin bermanja-manja dengan sang ayah
"ouh....apa tanda dari senyum mu itu sayang apa kau berniat mengoda suami mu ini"senyum nathan
"dia akan tertidur jika kau sudah memuaskan nya sayang...."
"aku tidak mau,aku capek"zhelia mengubah posisi nya tidur membelakangi nathan,memeluk nya dari belakang dan mencim tengkuk nya dengan lembut
"tidur lah aku tidak akan menganggu mu,tapi menghadap lah kepada ku"zhelia langsung menghadap nathan menjajar kan wajah mereka nathan tersenyum dan mengecup kening nya dan memeluk zhelia
"kita tidur seperti ini saja"dengan sangat lelah akibat jalan-jalan tadi mereka langsung terlelap ke alam mimpi
mentari yang menyinarkan seluruh ruangan membuat zhelia membuka mata nya perlahan dan terdiam mengumpul kan akal sehat nya akibat tidur nya yang panjang nathan juga membuka mata nya melihat posisi mereka masih berpelukan
"slamat pagi istri ku"
"pagi juga suami ku"balas dengan senyum"
CUP
"morning kiss"kata nathan
"apaan sih pagi-pagi udah cium kan belum mandi masih bau"kesal zhelia
"biarkan saja bagai mana pun kau juga tetap wanggi"nathan menempel kan bibir nya dan ******* bibir zhelia dengan dalam sehinga zhelia meronta untuk di lepas kan namun nathan semakin ganas memperdalam ciuman mereka dan tidak memberi zhelia kesempatan untuk bernapas tangan nathan yang sudah meraja lela di tubuh zhelia berharap dengan sentuhan nya yang lembut membuat zhelia membalas dan menerima nya tapi zhelia malah mengigit bibir nathan sehinga membuat nathan melepas kan ciuman nya
"aaww.....kenapa kau mengigit bibir ku sayang"keluh nathan dengan memegang bibir nya yang merah
__ADS_1
"aku bahkan mengigit nya lebih parah dari itu" zhelia bangun dari tidur nya dan beranjak ke kamar mandi dan meningal kan nathan yang masih di dalam balik selimut dan tersenyum
"kadang dia marah kadang juga dia lembut,aku semakin mencintai nya"
~~~~
zhelia masuk ke dalam ruangan lukisan meletakan tas nya di meja dan duduk di samping nathan menatap lukisan yang sangat indah belum pernah zhelia melihat lukisan yang seperti ini seorang anak kecil yang mengendarai kuda pony kecil dengan senyum nya
"gambar nya bagus bangat,apa ini seorang anak kecil"
"ia"
"seperti nya anak laki-laki"
"benar ini adalah anak lakilaki"jawab nathan
"tampan bangat anak siapa ini"zhelia yang penasaran dengan tidak mengalih kan pandangan nya dari lukisan itu
"kamu tebak anak siapa ini"
"aku tidak tau,anak siapa ini"zhelia balik tanya pada nathan
"ini seperti anak kita yang sedang bahagia mengendarai di atas kuda,wajah yang tampan seperti ku dan juga lucu"dengan pd nya nathan
"apa kau yakin anak kita lakilaki dan tampan seperti mu,dia kan belum lahir mungkin saja dia itu perempuan"
"aku yakin seratus persen anak kita lakilaki karna setiap malam di waktu kamu terlelep aku sering mengajak nya bicara dan batin ku mengatakan kalo dia adalah lakilaki dan akan mirip dengan ku"
"bagaiman jika dia tidak mirip dengan mu"
"kalo dia tidak mirip berarti dia bukan anak ku"
"apa kau bilang"kesal zhelia dengan ucapan nathan dan memukul dada nya dengan keras sehinga membuat nathan mengaduh
"aku bercanda sayang,jangan marah"goda nathan
"jangan mengulangi nya"kata zhelia dengan menyipit kan mata nya menandakan kesal pada nathan
__ADS_1