
FLASHBACK
ROSE HOTEL
Dua jam sebelum pertemuan makan malam. pukul 05,00 wib sore Robert menghampiri Zhelia di kamar hotel nya.terlihat wajah Robert seperti ada masalah dan ponsel masih terpegang di tangan nya.
(Bhsa sudah di alih kan)
.......................
................................
......................................
"Kenapa Ded,kenapa murung gitu? apa ada masalah."tanya putri nya melihat muka Dedy nya begitu panik dan cemas. dan duduk menghampiri Dedy nya di sopa
......................
...........................
..................................
"Nak....tadi Dedy terima telpon dari Mommy mu"Robert kembali diam, rasa nya dia tidak bisa melanjut kan ucapan nya. karna itu akan membuat zhelia cemas.
"Dia bilang. sore tadi tokoh butik nya mengalami kebakaran.dan terpaksa,Dedy....harus pulang"kata nya dengan hati yang berat
"Apah...."Zhelia terkejut. dia langsung cemes memikir kan Mommy nya yang ada di sana? apa lagi butik nya kebakaran apa momy baik baik saja.apa dia terluka.
Bagaimana keadaan Mommy Ded? dia tidak apa apa kan? dia tidak terluka kan"pertanyaan yang beruntun di lontar kan zhelia dengan sangat panik dan takut pada Mommy nya.
"Tenang lah,Momy mu baik baik saja,butik nya kebakaran saat dia berada di rumah,ini hanya kerusakan kecil kamu tidak perlu cemas"tutur Robert dengan menenang kan Zhelia yang terlihat sangat panik
"Maka dari itu....Dedy harus pulang dan menemani Momy di sana.dia pasti kesepian, dan membutuh kan Dedy saat ini"
"Aku juga ikut Ded,aku juga akan pulang dan menemani Momy"saut zhelia dengan cepat dan beranjak pergi.namun tangan nya di pegang oleh Robert dan membuat zhelia duduk kembali.
"Tidak nak.....jika kamu juga ikut pulang bersama Dedy. siapa yang akan mengurus pekerjaan kita di sini,pak Jhonathan pasti akan sangat kecewa karna kita tidak bertangung jawab.
Sebenar nya, Dedy juga tidak ingin meningal kan mu seorang diri disini,tapi bagai mana dengan pekerjaan kita? hanya kau yang bisa Dedy percaya kan.dan Dedy tidak pernah mengajar kan mu lari dari tanggung jawab"ujar Robert dengan pelan. dan memegang bahu Zhelia.bermaksud membuat putri nya mengerti
Zhelia terdiam dengan tatapan sendu.dia memang tidak pernah lari dari tanggung jawab,tapi dia sangat menghawatir kan Momy nya yang dalam masalah.
"Baik lah.....aku akan tinggal di sini"lirih nya dengan sedih.dan tidak ada pilihan lain selain mengalah,Robert pun tersenyum mendengar keputusan Zhelia.walau pun dia tau saat ini Zhelia sedih dan tidak bisa pulang menemui Momy nya,tapi keadaan nya sanggat mendesak
"Kamu jangan cemas memikir kan Momy mu,Dedy akan bersama nya."ucap Robert dengan senyum.dan membelai wajah putri nya.Zhelia pun mengangguk menurut.
"Aku akan siap kan barang-barang Dedy"beranjak dari kamar nya
**********
RESTORAN
Melia menatap Zhelia dengan penuh tanda tanya di kepala nya,yang di penuhi tentang zhelia yang telah kembali.dan bersikap seperti bisa-biasa saja ,seolah olah tidak mengenali diri nya sebagai teman nya.
__ADS_1
Bahkan,Melia tidak berselera untuk makan.dia hanya mengaduk adukan makanan nya,sambil menatap Zhelia dan Nathan secara bergantian.
[Apa yang sedang mereka rencana kan]guman Melia
.
.
.
.
.
Setelah menyelesai kan makanan nya.Zhelia pamit untuk pergi ketoilet,begitu juga Melia melihat Zhelia yang pergi ,dia pun juga ijin ke Nathan untuk ke toilet dan di angukan oleh Nathan
Itu adalah kebiasaan wanita,ijin ke toilet setelah makan.bertujuan untuk merapikan kembali penampilan mereka supaya terlihat makin fress dan segar.
Sampai di toilet.Melia meletakan tas nya dan melirik ke arah pintu yang masih tertutup.saat pintu terbuka Melia pura pura mencuci tangan nya dengan air.
"Kau disini juga"kata Zhelia yang sudah berdiri disamping Melia.juga mencuci tangan nya
"Hmmmm"jawab nya singkat padat datar. yang masih melihat tangan nya yang di cuci
Melia meraih tissu dan mengelap tangan nya sambil memperhatikan zhelia yang sedang mencuci tangan nya.
[Kenapa... dia masih tidak bicara apa apa]guman Melia
"Ekhen.....Kau,belum pernah....melihat ku, sebelum nya"tanya nya dengan the poin
Zhelia memiring kan kepala nya"Tidak? ini pertama kali nya aku bertemu dengan mu"ucap Zhelia yang masih mencuci tangan nya
"Apa kau......mempunyai...semacam penyakit Amesia"imbuh Melia yang penasaran apa yang terjadi sebenar nya pada zhelia,kenap dia tidak bisa mengenali nya.
"Kenapa kau bicara seperti itu"sunguh Zhelia yang tidak ingin orang lain mengetahui masalah pribadi nya.
Melia mendekati Zhelia dan menatap nya dengan tatapan datar yang penuh dengan emosi.Melia mencengkram lengan Zhelia dengan kuat,sehingga membuat nya mengaduh kesakitan dan heran.kenapa calon istri rekan nya tiba tiba marah,apa dia telah melakukan kesalahan
"A-apa yang kau lakukan.ke-kenapa ka-kau menyakiti ku"lirih zhelia yang memegang tangan Melia yang mencengkram kuat tangan nya.
"Ini waktu yang sanggat tidak tepat,kenapa kau kembali,apa kau ingin merebut calon suami ku"denggus Melia dengan tatapan tajam dan semakin mengerat kan cengkraman nya.
Zhelia benar-benar tidak tau apa yang di katakan oleh Melia,merebut calon suami nya,siapa yang ingin merebut calon suami nya itu,seperti nya Melia sudah salah tangkap.bahkan Zhelia tau kemana arah perkataan Melia.menuduh nya merebut calon suami nya.
"Lepas kan.....ap-apa yang kau lakukan"ringgis Zhelia berusaha melepaskan tangan Melia
"Dengar baik-baik....aku tidak akan membiar kan kamu, menghancur kan semua nyan.dan kau jangan menjadi penghalang bagi aku dan Nathan"dengan penuh penekanan
Zhelia memandang mata Melia dan bibir nya sevara bergantian dengan pandangan sayu nya.terlintas di kepala nya terbayang seseorang yang sedang berbicara dengan suara yang sama,tatapan yang sama.tapi dia tidak tau siapa itu...karna wajah nya buram tak terlihat
"AHHKK...."Zhelia memegang kepala nya yang terasa sangat sakit.Melia melepas kan cengkraman nya.melihat Zhelia yang tiba tiba kesakitan,dia pun langsung cemas dan berlalu keluar.
Dia takut jika terjadi sesuatu pada Zhelia yang akan memebahayakan nyawa nya.dia tidak ingin bertanggung jawab apalagi masuk penjara. lebih baik dia pergi,sebelum ada orang yang melihat kelakuan bejat nya.
Melia yang sudah duduk di kursi dengan berpura-pura tidak terjadi apa apa.zhelia pun keluar menghampiri mereka dengan keadaan sakit di kepala nya.
__ADS_1
"Kau kenapa"lirih Nathan yang cepat bangkit dari duduk nya. mendekati Zhelia dengan panik.apa yang telah terjadi pada istri nya ini.
"Sa-saya tidak apa apa pak,kepala sa-saya hanya sakit"ringgis zhelia
Nathan menatap ke arah Melia dengan tatapan tajam.yang di tatap hanya menampil kan ekperesi biasa seoalah tidak tau apa-apa,Nathan yakin, pasti telah terjadi sesuatu pada Zhelia di karna kan Melia.tadi mereka sama sama masuk kedalam toilet
"Ayo, aku akan mengantar mu pulang."seru Nathan mengulur kan tangan nya
"Tapi Nathan? aku bagai mana"saut Melia dengan kesal.karna Nathan ingin meningal kan nya demi Zhelia
"Nanti aku akan menyuruh Sandy mengantar mu pulang"
"Aku tidak mau!!"jawab nya cepat,karna dia tidak ingin di antar kan oleh siapa pun kecuali Nathan
"Kalo begitu, kau pulang sendiri saja"denggus Nathan yang mulai kesal pada Melia
"Tidak papa pak.tidak enak dengan calon istri bapak,sa-saya bisa pulang sendiri....permisi"Zhelia pun pergi dan tidak menghirau kan pangilan dari Nathan
Nathan menatap Melia dengan sangat tajam dan emosi.
"Kau bisa pulang sendiri jika kau mau"dengan nada datar
"Kau meninggal kan ku demi dia"teriak Melia dengan kesal
Nathan menahan amarah nya,rahang nya juga mengeras. ingin sekali dia menampar mulut Melia berani nya dia bicara seperti itu.
"Dia adalah klien ku,dan aku bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada nya"seru Nathan dengan nada tinggi dan penekanan
.
.
.
.
.
.SEMOGA KALIA SUKA
JANGAN LUPA TINGGAL KAN JEJAK LIKE SETELAH MEMBACA
__ADS_1