
HAY GAIS.....KEMBALI LAGI NIH BERSAMA AUTHOR MEMBAWA CINTA NATHAN DAN ZHELIA
KAYAK NYA KITA NGAK JADI CUTI DEH....AUTHOR INGIN MELANJUT KAN CERITA NYA MENJELANG LEBARAN
MAAF ATAS IMPO YANG KEMARIN YAH
WEK...WEK..WEK...ππ
SILAH KAN DI LANJUT KAN BACA NYAγγγγ
----------------
masih di dalam bandara kawasan kota jakarta
Nathan mondar mandir kesana kemari otak nya berpikir keras memikir kan di mana zhelia sekarang bahkan dia tidak memperduli kan ada sepasang tiga mata yang memperhatikan nya yaitu sandy dan dua anak buah nya mereka menatap Nathan seperti orang tidak waras
hilang sudah sipat kepemimpinan yang dingin dan juga pemarah di diri nya akibat kekawatiran yang ia rasakan mondar mandir mengigit kuku jari nya dengan wajah yang gelisah seperti orang kerasukan setan
dia pun berhenti dan berkacak pingang menghadap sandy
"kau pikir kemana dia akan pergi"tanya nya dengan tatapan serius dan penuh slidiki
seketika itu sandy berdiri gugup dari tempat duduk nya"a-aku jug-juga tidak tau...dimana dia?dia kan tidak ada tempat lain selain hotel dan a-apertemen mu"jawab nya kaku namun dengan berusaha tegas saat ini dia benar benar ngeri menghadapi Nathan jika sipat nya sudah berubah seperti ini
dia tidak ingin lagi menjadi barang pelampiasan marah nya
Nathan benar benar prustasi sekali dia tidak bisa menebak di mana istri nya saat ini dia takut sesuatu hal yang buruk menimpa nya dan bisa saja dia telah di culik
__ADS_1
banyak sekali jawaban konyol dan buruk berputar di dalam otak tentang istri nya yang membuat nya semakin cemas dan kawatir
Nathan pun merongkoh ponsel yang berdering di dalam saku celana nya menekan tombol hijau dan meletakan benda pipih itu ke telingga nya
dia melotot kan mata setelah pengilan mereka tersambung dan melihat kembali siapa yang menelpon nya.tadi dia tidak melihat siapa yang menelpon dan langsung mengangkat nya
wajah ceria terlihat dan senyum yang merekah ia tampil kan dia mengahiri pangilan nya memasukan kembali ponsel nya dan berlalu pergi begitu saja tampa berbicara sepatah kata pun pada orang orang yang telah menemani nya tadi
saking bahagia nya dia meningal kan mereka yang kebingungan dan mereka mengikuti ke mana arah Nathan pergi
*****
di tempat lain telah sampai di bangunan milik diego zhelia di bawa paksa dengan sedikit cara keras karna dia terus mengeluar kan kata( aku ingin pergi)sehingga membuat jhiee capek mendengar nya dan terpaksa menutup mulut zhelia agar dia bungkam
tampak diego yang sudah siap dengan peralatan yang ia sediakan sejak awal tadi
zhelia menatap seluruh sudut ruangan itu terlihat sedikit gelap dan berdominasi warna hitam membuat dia tidak menyukai ruangan ini
"duduk"perintah jhiee dengan tegas dan tatapan galak nya dia pun melepas kan tutupan mulut dan ikatan tangan yang melekat pada tubuh zhelia
"kenapa kakak melakukan ini pada ku,dan kenapa membawa ku kesini,apa kak jhiee berniat menculik ku"tanya zhelia dengan kecurigaan nya
"kau sendiri yang memaksa kakak melakukan ini pada mu,jika kau diam dan menurut dari tadi? kakak tidak akan melakukan ini pada mu"imbuh nya berdiri dan melipat kan tangan nya di dada dan menatap ke bawah zhelia yang duduk di kursi
"tolong lepasin aku kak,aku ingin pergi"
__ADS_1
"kau akan di lepas kan setelah urusan mu dengan kakak selesai? setelah itu kau boleh pergi kemana pun yang kau mau dan tidak akan ada yang menghalangi mu lagi bahkan kau bisa meningal kan kota ini untuk slama nya"
zhelia hanya menurut apa yang di kata kan oleh jhiee dia akan membiar kan jhiee menyelesai kan dulu masalah nya agar dia bisa cepat pergi dari kota ini untuk selama nya
diego datang menghampiri mereka dan menatap ke arah jhiee yang menganguk kan kepala nya menandakan segera di lakukan dia mundur beberapa langkah untuk membiarkan mereka berdua berkonsentrasi untuk melakukan nya
"apa ini? kenapa aku harus memakai ini"tanya nya dengan menatap diego dia takut jika pria ini melakukan niat buruk dan mencelakai diri nya
"kau tidak usah takut aku adalah seorang dokter.kau akan baik baik saja"ucap diego dengan menyakin kan zhelia
wanita itu hanya diam dan menurut semua yang di katakan oleh diego walau pun di hati nya cemas dan gelisah
diego meletakan sebuah benda yang merangkup di kepala zhelia
"pejam kan mata mu berkonsentrasi lah.kosong kan pikiran mu dan jangan memikir kan apa pun"
perintah diego di laksanakan oleh zhelia dia menurut dan memejam kan mata nya dengan rapat
.
.
.
.
.SEMOGA KALIAN SUKAK....
TOLONG DI PAHAMIπ
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGAL KAN JEJAK LIKEπππππ YAH READERS KUH....SETELAH MEMBACA NYA