
Banyak tamu tamu penting yang hadir seperti pengusaha laya dan juga para direktur lain nya dan ada juga yang dari luar kota mereka sedang berbincang ria kepada Nathan
mereka tampak saling bergurau,bercanda bersama dan juga membahas masalah kerjaan Nathan pun mengarah kan pandangan nya ke arah meja di mana tempat sandy duduk seorang diri
senyum nya mengecut dan wajah nya nya menjadi masam,dia mengerak kan kepala nya kesana kemari seperti mencari sesuatu
"maaf....saya permosi sebentar"kata Nathan dengan sopan dan berlalu pergi meningal kan tamu nya
"dimana dia...."dengan nada pelan dan raut muka yang datar
sandy menghenti kan aktipitas makan nya mengankat kepala nya melihat ke arah suara yang telah menegur
"siapa...? menjawab dengan binggung.seketika tau arah pembocaraan nya sandy pun berdiri dan meliahat raut wajah teman nya yang begitu dingin
"tadi...di-dia ke..ketoilet"jawab nya kaku sambil menunjuk atah pintu
"sejak kapan"imbuh nya dengan kening yang berkerut delapan
"eh...em...dua puluh menit yang lalu"sandu menjawab Nathan dengan takut,dia inggat kalo zhelia pergi sudah lama,dia pasti akan kena ceramah nya Nathan
"kau....,seharus nya kau mengikuti kemana dia pergi"geram Nathan marah dengan suara pelan agar tidak terdengar oleh tamu yang berada di dekat mereka
Nathan dengan sengaja mengecil kan suara nya agar orang orang tidak melihat mereka sedang bersebat dan dia juga tidak ingin menambah perhatian dari orang orang apa lagi media,yang masih berkeliaran di pesta nya
"aku sudah menyuruh anak buah ku untuk mengikuti nya.kau tenang saja"ucap nya dengan membela diri
"lalu gimana.sudah dua puluh lima menit dari sekarang kenapa dia tidak kembali juga,kemana anak buah mu itu"
imbuh nya dengan tatapan tajam menahan amarah yang telah menguasai seluruh otak nya dan sampai ke ubun ubun ,rahang yang mengeras dengan tegap dan urat urat tubuh nya yang terlihat dengan jelas menandakan dia sangat marah dan terlihat teging
"aku yakin sekarang zhelia pasti bersama mereka"
"cepat cari dia"Nathan pergi dengan langkah lebar menyisul zhelia ke toilet dia sangat takut dan kawatir jika terjadi seduatu pada istri nya dia tidak ingin kejadian lima tahun lalu terulang kembali
jika mereka sampai melukai istri nya sedikit atau segores saja,maka dia tidak akan pernah mengampuni orang itu dan dia akan memberi pelajaran yang sangat menyiksa yang tidak pernah mereka lupakan seumur hidup nya, sekali pun orang itu adalah terdekat nya
sandy pun menyusul nya dengan setengah berlari mengejar Nathan
"sandy....ada apa kenapa kalian pergi meingal kan pesta"saut jhino dengan memegng tangan sandy menghalang nya
"eh...em...i-ini...aku dan Nathan kami ada urusan yang harus kami selesai kan"lirih nya dengan panik dan berlalu meningal kan jhino yang melamun di tempat nya.jhino menatap kepergian sandy dan Nathan dgn penih curiga dan penasaran
"apa sebenar nya yang terjadi"lirih nya
sampai di lorong Nathan menemukan seseorang tergeletak di lantai dengan cepat Nathan membalik kan tubuh itu dia pun terkejut melihat wajah yang sama dengan wajah pengawal yang di tunjuki oleh sandy tadi yang di tugas kan untuk melindungi istri nya
"ck...sial"berdecak dengan kesal dan mengepal kan tangan nya dengan sangat kuat,dia sudah tau kalo rencana mama nya sedang berjalan saat ini untuk menculik zhelia
sandy pun datang dan terkejut melihat anak buah nya yang sudah tergeletak di lantai,sandy mengecek lubang hidung nya dengan jari ternyata dia masih bernapas dia belum mati
"sial....seseorang sudah membius nya"ucap sandy dengan menatap anak buah nya dengan turut prihatin
"tuan Nathan..."lirih seorang pria yang sedang menghampiri mereka dengan napas berat nya akibat lelah dan banyak bekas pukulan di wajah nya
"kau...kenapa kau bisa seperti ini"saut sandy dengan kaget dan menyentuh wajah anak buah nya itu yang terlihat sangat lembam
"tadi....saat kami mengikuti buk zhelia pergi tiba tiba ada seorang perempuan muncul yang pakaian nya mirip dengan buk zhelia,kami pun ragu dan memutus kan untuk berpencar mengikuti nya,saat saya sedang mengikuti perempuan tadi ternyata saya salah orang,tiba-tiba saja saya di serang oleh dua orang pria yang bertubuh besar"kata nya dengan jujur dan menundukan kepala nya,dia takut akan di marahi oleh tuan Nathan karna tidak becus dalam bekerja
Nathan pun mengepal kan tangan nya kuat kaut tatapan mata nya semakin merah padam mencoba mengumpul kan semua amarah nya dan ~~BUKK~~ Nathan mendarat kan pukulan nya tembok dengan keras sehingga membuat buku buku tangan nya mengeluar kan darah segar,bahkan dia tidak merasakan sakit sedikit pun
sandy yang menyaksikan hanya diam dan ngeri tidak berani berkutip apa pun
"aku tidak akan mengampuni kalian berdua jika sampai kalian menyakiti istri ku"geram Nathan dengan tatapan membunuh tangan nya semakin mengepal kuat
"ada masalah apa ini"kata jhino yang baru datang menghampiri mereka
ya ampun kenapa dengan dia"jhino menunjuki seorang pria yang tergeletak tak berdaya di lantai jhino pun melihat Nathan dengan tasa cemas dan panik "sandy....ada apa ini,katakan pada ku ada maslah apa"ucap jhino dengan penekanan agar sandy memberitau nya
"zhelia di culik"seru nya dengan getir
"zhelia di culik....?siapa yang menculik nya"tanya jhino yang mulai kawatir pada zhelia
"mama nya Nathan"lirih nya dengan pelan
"ssssttt....oh tidak....kenapa jadi seperti ini"dengus jhino
"cari mereka sampai ketemu,dan bawa istri ku kembali"perintah Nathan dengan teriak dia tidak bisa berpikir jernih lagi karna memikir kan nasib istri nya
"baik...."sandy menyuruh semua anak buah nya untuk mencari keberadaan zhelia di seluruh hotel
sudah puluhan kali Nathan menghubungi nomer zhelia namun pangilan nya tidak aktif dan slalu berada di luar jaringan"dimana kamu sayang...."guman nya dengan sangat cemas dia benar benar tidak ingin istri nya kenapa napa
__ADS_1
"sandy mencoba melacak ponsel nya namun hasil nya tidak di temukan karna ponsel zhelia berada di mode mati
"kau menemukan nya"
"belum"
Nathan kembali resah di buat nya
*****
di sebuah ruangan luas tepat nya berada di kamar nya sendiri no 202 zhelia terduduk pungsan di kursi nya dengan keadaan tangan di ikat
melia pun mengambil gelas yang berisi air dan di siram kan ke wajah zhelia,seketika itu zhelia tersadar dari pingsan nya dan terkejut dia melihat melia yang berada di depan nya
"apa yang kau lakukan pada ku,cepat lepas kan aku...."tutur zhelia dengan jeritan nya
melia merangkum wajah zhelia yang basah oleh air dengan keras"jangan harap aku akan melepas kan mu kau mengerti"dengus melia dengan penuh penekanan dan tatapan yang tajam dan menghempas kan wajah zhelia dengan kasar
"sebenar nya apa mau mu? apa yang kau ingin kan dari ku,kenapa kau slalu berpikir jika aku adalah masalah mu bahkan aku tidak mengenal mu"
"tepat sekali....kau adalah masalah terbesar ku,dan aku ingin mnyingkir kan mu agar kau tidak menjadi masalah lagi"ucap nya dengan senyum nya
"biar tante lagi melia yang mengurusi wanita murahan ini"nataya yang sedari tadi duduk di pingir kasur dan menghampiri mereka berdua, melia pun mundur dan memberi tempat untuk tante nya itu
zhelia menatap tajam pada nataya di bertanya dalam hati siapa lagi wanita tua ini dia sama sekali tidak mengenal mereka dan dia juga tidak mempunyai masalah dengan mereka berdua,jika ada pasti dia akan ingat siapa yang telah dia sakiti ,dia benar benar sial baru datang ke indonesia dia sudah mempunyai musuh yang tak di kenal nya bahkan saat ini dia di culik
mau minta tolong percuma dia sekarang berada di kamar nya tidak mungkin ada orang yang lewat,pasti semua orang bersenang senang menikmati pesta dan tidak akan ada yg mendengar suara nya,
ingin menelpon ponsel nya entah kemana
"kau siapa"tanya zhelia dengan dingin
"kau tidak mengenali ku sayang....."seru nataya dengan senyum dan menundukan tubuh nya mendekat zhelia
kau benar benar tidak ingat aku siapa,mulai dengan bentakan dan merangkum wajah zhelia sehingga membuat zhelia menjerit sakit
"ada baik nya juga kau tidak mengingat ku,dan aku akan puas memberi mu pelajaran sampai kau tidak sangup lagi,wanita murahan"dengan mengerat kan rangkuman nya
zhelia melihat seseorang yang menyiksa nya tapi dia tidak tau siapa itu
"aku bukan wanita yang kau sebut murahan atas dasar apa kau mengatakan aku wanita murahan,kau yang pantas di sebut wanita jahat dan tidak mempunyai moral, yang hanya bisa menyandra wanita lemah"
PLAKKK.....
"berani sekali kau menyebut ku seperti itu,apa kau tidak tau siapa aku,apa kau ingin merasa kan hal yang sama sebelum nya"dengan tatapan membunuh nataya pun mengeluar kan pistol nya dan mengarah kan ke kepala zhelia dia pun terkejut sekaligus takut dengan kelakuan wanita tua ini
"a-apa yang...ka-kau la lakukan,apa kau su-sudah gila"kata zhelia dengan takut
"apa kau takut....dengan benda ini"dengan senyum jahat nya"aku harus menarik pelatuk nya sehingga aku bisa menghabisi wanita murahan seperti mu,agar tidak ada lagi bibit-bibit seperti mu yang menarik semua para lelaki ke depan nya"nataya hendak menarik pelatuk nya
"STOP TANTE.....teriak melia menjauh kan nataya dari sana"apa tante tidak waras melakukan semua nya,dia bisa mati tante"lirih melia dengan cemas
"kenapa kau membela nya,apa kau tidak ingin dia mati? dan akan menjadi masalah bagi mu jika dia masih hidup"
"i-ia aku tau tapi bukan seperti ini cara nya,bagai mana ada orang lain yang mendengar suara tembakan di sini,kita akan ketahuan dan aku tidak mau masuk penjara tante,kita pake cara lain aja"
"bagai mana cara nya"
"kita siksa dia"
nataya pun mengurung kan niat nya setelah permintaan dari melia
*****
seluruh anak buah utusan sandy terus mencari di sekuruh tempat hotel baik di gudang taman maupun di atas tetap saja mereka tidak menemukan hasil nya
Nathan mencari kesana kemari seperti orang gila diri nya tampak sangat kusut dan tak terurus lagi bersama dengan sandu dan jhino yang setia menemani nya
di lorong Nathan melihat pria berbadan besar melintas dia pun berlari sandy dan jhino oun ikut lari mengejar Nathan,entah apa yang di kejar nya
BUKK....
sekali hantaman membuat pria besar itu tersungkur di lantai dia melihat Nathan dengan napas memburu,dengan sigap nathan mengengam kerah baju dan menatap nya dengan mata yang melotot tajam
"katakan di mana mereka"ucap Nathan dengan teriak pada pengawal mama nya yang selama ini slalu mengekori wanita tua itu dan menjadi pengawal pribadi nya
"aku tidak tau"jawab nya
"BOHOOONGG..." BUUUKK....pria itu kembali tersungkur sandy dan jhino hanya menyaksikan perkelahian mereka berdua
nathan hendak memukul pria itu pun memukul nathan terlebih dahulu saking marah nya nathan memukul **** buta sehinga membuat pria itu tidak berdaya
__ADS_1
"katakan di mana mereka,kalo tidak aku akan mematah kan tangan mu ini"ancam nathan
"aku tidak tau"
"baik lah....kau terima akibat nya"
AAAKKKHHH.....baiklah akan aku katakan,me-mereka a-ada di lantai lima no 202"Nathan pun melepas kan kan tangan nya setelah mendapat kan jawaban dia pun berlari dengan kencang menuju lantai lima
*****
BUR...BUR...BUR...BUR...suara napas dalam air saat ini zhelia dan melia berada di dalam kamar mandi melia dengan keras nya membenankan kepala zhelia di dalam air membuat dia susah bernapas dan lemah sesekali pun zhelia memegang tangan melia berusaha untuk melepaskan diri nya
di mana kah hati nurani wanita ini sehingga dia tidak merasa kasihan sedikit pun bahkan dia tega menyiksa seseorang
"aku ingin kau...mati secara perlahan"dengan penekanan dan membenamkan kembali kepala nya dengan sekuat tenaga zhelia mendorong tubuh nya ke belakang sehingga membuat melia jatuh dan mengaduh.....
zhelia menatap melia dengan tatapan kosong dan napas yang memburu dia berusaha mengatur kembali penapasan nya yang sempat tertunda di dalam air
"berani sekali kau...."kesal melia
TING TING TING TING TING TING.....suara bel yang berbunyi beberapa kali
"BUKA PINTU NYA......DOR...DOR...DOR..Nathan mengedor pintu itu dengan keras sesekali menerjang nya namun pintu kuat itu tidak terbuka
Nathan semakin kesal di buat nya"cepat....cari kunci cadangan"bentak Nathan menghadap sandy
dengan cepat kilat sandy pergi untuk mengambil kunci cadangan untuk Nathan
"BUKA...PINTU NYA.....DOR...DOR..."marah Nathan
"tante....tolong buka pintu nya tante,jangan seperti ini.aku mohon tante..."imbuh jhino berusaha mengambil hati nataya agar membuka kan puntu untuk mereka
mereka yang di dalam mendengar suara rusuhan dari luar termasuk yang di kamar mandi zhelia kembali mendorong melia sampai ia jatuh dengan cepat zhelia keluar dari kamaar mandi menuju pintu
nataya yang duduk di pinggir tempat tidur terkejut meliahat zhelia yang keluar dan menghampiri pintu jangan sampai dia membuka kan pintu dan bertemu dengan Nathan
nataya meraih pistol di samping nya mengagarah kan ke arah zhelia
~~DOORRR~~~
suara tembakan terdengar dari luar membuat Nathan dan jhino saling melempar pandang dan terkejut,Nathan semakin panik dan terus mengedor pintu dengan keras bahkan sudut mata nya telah basah oleh air mata dia tidak sanggup melihat nya
sandy pun datang dengan membawa kunci kamar zhelia yang dia ambil dari Resepsionis bawah dengan cepat dan gemetaran Tangan Nathan memasukan kunci dan membuka nya
mereka bertiga terdiam melihat melihat pemandangan di dalam nya dengan nataya yang berdiri mematung memegang pistol di tangan nya dan melia yang tergeletak di lantai tidak sadar kan diri lagi yang penuh dengan darah
Nathan melihat zhelia yang berdiri mematung dan langsung memeluk nya dengan erat dia tidak memikir kan apa apaa lagi dia ingin melepas kan rasa lega nya dia berpikir suara tembakan itu untuk zhelia ternyata tidak
zhelia yang sudah takut dan trouma menyaksikan kematian dia tidak memikirkan lagi diri nya berada di pelukan Nathan bahkan dia memejamkan mata nya dan membalas pelukan nya
jhino mendekati melia dan meliahat ke adaan nya"tante....apa yang tante lakukan kenapa tante melakukan semua ini"lirih jhino menatap tante nya dengan rasa kecewa dia begitu tega melukai anak dari teman nya sendiri
"melia...bangun lah...."
nataya melihat pistol di tangan nya dia pun terkejut dan menjatuh kan nya dia tidak menyangka yang dia tembak tadi adalah melia bukan zhelia,Nataya pun berlari meningal kan kamar itu namun sandy mengejar nya walaupun tante nataya harus bertangung jawab
"tante....tunggu? jangan lari"jerit sandy yang mengejar nya mereka melewati tangga dengan pikiran yang tak pokus dan seluruh tubuh bergetar Nataya pun tersandung dan jatuh berguling di atas tangga
membuat sandy melonggo kaget dengan apa yang barusan dia lihat dia pun menghampiri nataya yang tergeletak di bawah
mungkin ini di sebut balasan atau karma dari tuhan untuk tante nataya yang telah benyak berbuat jahat pada orang yang tak bersalah
.
.
.
.
.
.AHIR NYA SELESAI JUGA....SEHARIAN AUTHOR NULIS NYA😊
MAAF UP NYA TELAT KARNA AUTHOR BERUSAHA MENCARI WAKTU YANG SENGGANG UNTUK MENULIS N&Z
SEMOGA KALIAN SUKA,MAAF JIKA TIDAK MENGESAN KAN HATI
JANGAN LUPA TINGGAL KAN JEJAK LIKE SETELAH MEMBACA😊😊
__ADS_1