NATAN & ZHELIA

NATAN & ZHELIA
"jauhi aku dan anak ku"


__ADS_3



Zhelia duduk di kursi yang ada di taman dengan minuman di tangan nya.saat itu juga Nathan langsung menarik tangan zhelia dan membawa nya pergi zhelia jadi kaget dan mengikuti langkah Nathan.




"Nathan lepas kan aku...kamu mau apa"dengan berusaha melepaskan diri namun tangan nya terlalu kuat di pegang.




"Cepat masuk"perintah Nathan menyuruh nya masuk ke dalam mobil




"Kamu mau membawa aku kemana"



"Nggak usah banyak tanya ayo cepat masuk"teriak Nathan dengan marah nya zhelia hanya diam dan membuat Nathan semakin kesal ,zhelia pun di tarik paksa. Nathan masuk lebih dulu lewat kursi penumpang depan dan menarik zhelia kedalam




"Nathan buka pintu nya aku mau keluar"dengan terus mengedor pintu yang di kunci oleh Nathan




"Kamu bisa diam ngak sih. ikutin aja aku membawa kamu kemana"




"Katakan dulu kita mau kemana"



"Diam lah ! dan duduk yang tenang kalo tidak aku akan menghabisi mu"menatap Zhelia dengan tajam dan penekanan.



Zhelia pun merinding mendengar nya dan diam.Nathan mulai melajukan mobil nya.Jhino menyaksikan dari tadi Nathan menarik zhelia dengan paksa ke dalam mobil dan bergegas mengikuti mereka.




Selama perjalanan Nathan hanya fokus pada jalan di depan sedang kan zhelia tidak berani berkata sedikit pun dan sesekali melirik Nathan yang sangat mengerikan.mobil mereka berhanti di sebuah rumah sakit besar.




"Kenapa kita kesini.apa yang mau kamu lakukan"dengan heran.Nathan pun keluar dan membuka pintu untuk zhelia.sangat romantis bila di rasa kan mereka berdua sepasang kekasih. tetapi situasi saat ini sangat lah beda




"Ayo cepat keluar"



Zhelia pun keluar masih dengan perasaan yang bingung"kenapa kita ke rumah sakit apa yang kamu lakukan"tanya nya lagi




"Aku mau mengugurkan bayi itu!!"




Zhelia terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Nathan dia ingin membunuh anak mereka yang tak bersalah.Nathan membawa zhelia masuk ke dalam



"Nathan lepaskan tangan ku.aku tidak mau membunuh anak ini dia tidak bersalah aku mohon Nathan"

__ADS_1




"Mbak di mana ruangan Dokter kandungan"tanya Nathan dengan Resepsionis di lobi




"Di sebelah sana tuan"jawab wanita itu




"Ayo ikut aku"dengan menarik paksa tangan Zhelia dengan keras membuat nya menangis merasakan sakit.sampai di depan pintu ruangan Dokter kandungan zhelia menyentakan tangan nya.tidak peduli dia merasakan sakit .yang hanya dia ingin supaya lepas dari cengkraman Nathan.




"Lepaskan aku"berteriak dan langsung menampar pipi Natjan dengan sangat keras.Nathan memegang wajah nya yang terasa panas akibat tamparan zhelia yang sangat kuat sehinga meningal kan bekas merah di sana.




"Apa yang kau lakukan"dengan marah




"Sampai kapan pun. aku... tidak akan mengugurkan anak ku"tegas zhelia dengan linangan air mata



"Apa kau sudah gila kalo anak ini sampai lahir siapa yang akan peduli.aku tidak akan merawat anak ini kita aborsi saja"



"Kamu benar-benar jahat ,jika kamu tidak peduli dengan anak ini tidak papa.aku sendiri yang akan merawat nya karna ini anak ku darah daging ku.dan aku tidak butuh perhatian dari mu!.aku tidak mau menjadi orang tua yang berdosa melenyapkan seorang anak.aku tidak membutuh kan seorang lakilaki yang tidak bertangung jawab seperti mu.....mulai sekarang jauhi aku dan jangan ganggu aku dan anak ku"tegas zhelia dengan penuh emosi zhelia pun pergi




"Zhelia,,,,,zhelia,,,,"teriak Nathan dan kesal





"Zhelia kamu kenapa.apa yang Nathan lakukan sama kamu"dengan sangat kawatir.zhelia terus menangis dan tidak bicara apa-apa.Jhino repleks memeluk zhelia dan mengusapkan kepala nya dgn lembut dan sedih.Nathan hanya melihat mereka dari jauh.




"Ayo aku antar kamu pulang"



Setelah sampai zhelia hanya diam



"kamu baik-baik saja "Zhelia hanya menganguk kan kepala



"baiklah kamu istirahat di rumah yah jaga kandungan kamu jangan sampai kamu sters"




"Hmmmm trimakasih"




~~~~~



__ADS_1


Zhelia membuka pintu karna ada yang datang yaitu Melia walaupun persahabatan mereka masih baru tetapi mereka saling menyayangi dan saling mengasihi "Ayo masuk Mel"



"Aku buatkan minuman yah"



"Nggak usah zhel.aku bisa ambil sendiri kok"mengikuti zhelia yang ke dapur




"Ini zheli aku membeli beberapa buah dan makanan lain nya..buat kamu!! kan sekarang kamu lagi hamil pasti di hamil muda kamu sangat sulit untuk berselera makan"dengan meletakan katong kresek di atas meja




"Trimakaaih Mel seharus kamu ngak repot seperti ini sama aku"




"Tidak papa zhel.kita ini kan teman aku mau menbantu kamu lagian kamu sendiri tidak ada yang menemani kamu,bagai mana keadaan bayi kamu apa baik-baik saja"




"Ntah lah aku rasa dia baik baik saja"dengan mengusap perut nya dengan senang




"Apa kamu belum pernah ke dokter"



"Belum Mel.aku belum sempat"dengan sedih



"kenapa belum seharus nya kamu itu rutin mengecek kandungan kamu supaya kamu tau dia sehat atau tidak"



"Baik lah nanti aku akan cek kehamilan aku"



"Hay anak sayang... kamu jangan nakal yah.kamu harus baik dan jangan menyusah kan ibu kamu "kata Melia bicara pada perut zhelia seolah memberi nasehat pada bayi nya


zhelia jadi senyum



"Ia Tanye aku ngak akan nakal"sambung zhelia dgn senyum



"Bagaimana dengan Nathan"



"Sudah lah Mel kamu jangan bahas masalah itu lagi aku juga ngak berharap sama dia aku hanya ingin menjaga anak ku sendiri dan aku tidak mau tergantung pada orang lain aku harus kuat demi anak ku.aku tidak ingin jadi lemah mungkin ini sudah takdir yang harus aku jalani"





"Kamu yang kuat zhel.aku berharap suatu saat Nathan akan menyadari semua nya.dan itu perlu waktu ,mungkin ini terlalu mendadak bagi Nathan makanya dia belum bisa menerima semua kebenaran nya.Nathan memang orang yang keras kepala tapi asal kamu tau hati nya sangat baik kamu harus percaya sama aku"


.


.


.


.


.



__ADS_1




__ADS_2