
sebuah mobil terparkir di halaman rumah sakit besar yang berupa rumah sakit milik kekayaan nya sendiri,Nathan turun dari mobil nya dan melangkah masuk ke dalam,di setiap perjalanan nya menyusuri lorong-lorong .di situ juga para perawat yang bekerja seraya membungkuk kan kepala dan memberi hormat dengan sangat ramah pada pemilik rumah sakit yang datang berkunjung
Nathan masuk ke salah satu ruangan yang menurut nya tidak asing lagi,dia masuk tampa mengetuk kan pintu terlebih dahulu,sampai di dalam terlihat seorang dokter muda ,tampan yang mungkin seumuran dengan Nathan,status masih lajang alias sendiri๐
dengan kaca mata di mata nya,menambah akan sosok kedokteran di diri nya.sudah menjadi kebiasaan Nathan masuk sebelum mengetuk pintu,dan membuat nya slalu mengeluh.
"kau benar-benar tidak bisa berubah"dengus nya dengan mengeleng kan kepala nya
"sory....udah menjadi kebiasaan "jawab nya santai dan langsung menduduki diri nya di kursi depan dokter
"kalo begitu akan gue cari kan obat untuk lo? supaya lo berubah"seru nya dengan menetap tajam ke arah Nathan,menangapi nya dengan senyum
dia adalah alexander afikra sebagai Dokter pengurus rumah sakit milik nya,dan juga mengambil alih mengantikan posisi papa nya pirdan afikra yang saat ini bertugas di luar negri
alex sekaligus sahabat Nathan dan sandy yang baru terjalain selama tiga tahun ini ,karna selama ini alex sekolah di jerman,dan juga sekaligus menjadi dokter pribadi nya
"udah....ngak usah ribet gue lagi ngak banyak waktu sekarang,gue ingin lo cek obat ini dan kasih tau gue obat apa ini"seru nya dengan meletakan obat di depan akex
"seharus nya gue yang bilang seperti itu,waktu gue ngak banyak ? masih banyak pasien yang harus gue tangani"seru nya mengambil botol tersebut
mereka slalu sentimen saat bicara tapi mereka melakukan nya sudah terbiasa memang nada mereka yang seperti itu,Nathan yang ingin slalu menang,alex yang tak mau kalah,dan sandy yang slalu mengalah.cukup sudah sipat tiga trio ubur-ubur itu๐๐
"menurut mu obat apa ini ? dan apa kegunaan nya"dengan wajah serius memandang alex yang sedang memperhatikan obat tersebut
"ntah lah gue juga belum tau,dari bentuk nya ini seperti vitamin,tapi tunggu gue cek dulu"
"butuh waktu berapa lama"sunggut nya dengan tak sabar
"mungkin satu minggu hasil nya keluar"
"selama itu kah? apa memeriksa satu pil membutuh kan waktu seminggu"lirih nya dengan terkejut
__ADS_1
"kau harus bersabar.....meriksa tidak mudah yang jau pikir kan dan membutuh kan proses yang panjang?saut nya dengan tegas
"baiklah gue tunggu? jika hasil nya sudah keluar cepat hubunggi gue"ucap nya berdiri dari tempat duduk dan menegas kan pada alex untuk segera mengeluar kan hasil nya dengan cepat
"kalo gitu gue mau kekantor dulu" merapikan jas nya dan melangkah keluar,dan di angukan oleh alex
*******
hari sudah siang dan menunjukan waktu untuk istirahat bagi pegawai lain nya,setelah sedikit perbincangan di ruang rapat tadi bersama Mr.robert saat ini mereka berada di ruangan Nathan sambil duduk manis menikmati kopi yang sudah di hidang kan oleh obe
"saya dengar pak Jhonathan akan segera menikah? apa itu benar"seru robert menyesap kopi nya
repleks zhelia memberi tissu pada Nathan yang duduk mereka bersebelahan sopa,Nathan meraih nya dan manatap dengan sendu,begitu pun juga dengan zhelia,tangan mereka masih berpegangan,pandangan mereka membuat jantung mereka berpacu dengan hebat
Nathan yang sadar pun langsung mengalih kan pandangan nya dan berdehem
sandy yang menyaksikan pun hanya tetsenyum puas dalam hati
"apa anda baik-baik saja pak jhonathan"ucap robert dengan sedikit kawatir pad Nathan yang tersedak kopi
"saya baik baik saja Mr.robert? hanya saja kopi nya terlalu panas di lidah saya"lirih nya dengan berusaha senyum
"yang Mr.robert katakan tadi memang benar? saya akan segera menikah dalam waktu dua minggu ini"seru nya dengan sangat terpaksa menjawab pertanyaan Mr.robert yang seharus nya tidak ia ucap kan
"selamat...saya turut bahagia mendengar nya....bagai mana nanti malam kita akan makan bersama dengan calon istri mu"tawar robert dengan senyum
__ADS_1
Nathan jadi binggung harus menjawab apa,dan menatap ke arah sandy yang juga tak kalah cenggang mendengar nya,apa dia akan mengajak melia makan bersama,walau pun mereka akan segera menikah tapi Nathan tidak pernah mengajak melia keluar atau pun makan bersama
"bagai mana pak jhonathan apa kau keberatan.kalo kalo kau tidak mau juga tidak apa apa"sunggut robert dengan senyum kecewa nya
"bu-bukan begitu,Mr.robert,sa-saya tidak keberatan malah saya senang,dan nanti malam saya akan mengajak calon istri saya"kata nya dengan senyum cengegesan,dan beralih menatap sandy yang hanya mengidik kan bahu nya pertanda terserah
โโโโ
di dalam mobil robert menatap putri nya yang hanya diam sejak mereka masuk ke dalam mobil, biasa nya dia tidak pernah seperti ini,mereka menaiki mobil perusahaan yang di pinjam kan oleh Nathan untuk keperluan mereka selama mereka disini,dan mereka boleh melakukan mobil seperti milik pribadi mereka
"zhelia....kok kamu diam? kamu sakit"melihat ke arah zhelia yang pandangan nya pokus ke depan tangan yang melipat di perut
"ded, apa ini pertama nya kita mengunjungi indonesia"lirih zhelia yang dari tadi memikir kan pertanyaan itu,dia merasa tidak asing dengan kota asal tempat ibu nya lahir,dan dia merasa pernah menginjaki kaki nya di sini,dan mempunyai ikatan yang kuat ,melihat wajah Pak jhonathan juga tidak asing bagi nya
"kenapa kau bertanya seperti nak"
"ntah lah ded....aku merasa ada yang slalu menganjal di hati ku,aku merasa pernah datang kesini sebelum nya"seru zhelia dengan penuh dengan tanda tanya
"kamu kan tau kalo kamu itu mengalami amesia sejak kecelakaan kamu lima tahun lalu,apa kamu sudah lupa"
"tidak ded....aku tidak lupa? tapi ahir-ahir ini aku slalu melihat yang aneh-aneh,sebelum nya aku tidak pernah seperti ini"
"sudah lah....jangan di pikir kan mungkin itu hanya pirasat kamu saja,kamu kan kecelakaan di london,bukan di sini"lirih robert pokus pada nyetir
bagaiman mungkin itu pirasat ded,semua nya terlihat seperti nyata,bahkan aku merasa ada sesuatu yang menarik ku saat bertemu dengan pak jhonathan,bahkan pandangan ku tidak bisa lepas dari nya,aku seperti mengenal nya,guman zhelia
"hmmm....mungkin saja!!!
__ADS_1