NATAN & ZHELIA

NATAN & ZHELIA
keputusan yang tepat


__ADS_3


Sedang pokus dengan layar leptop di meja deringan ponsel pun berbunyi



"hallo"ucap nya dengan datar dia tau yang nelpon adalah mama nya,dia tau pasti mama nya ingin membicarakan masalah pernikahan nya



"Kenapa kau mengambil keputusan tampa memberi tau mama dulu Nathan,,,,mama tidak mengijin kan kamu menunda pernikahan kalian...apa kau tau waktu nya tinggal sedikit lagi"suara yang tinggi terdengar dalam ponsel



"aku benar-benar sibuk mah? akub harus menyelesai kan dulu proyek ku,lagian masih banyak waktu untuk melakukan pernikahan lagi pula undangan juga belum di sebar,jadi apa salah nya di tunda duluseru nathan dengan tegas



"tapi Nathan ka...



tut...tut...tut....


Nathan mematikan sambungan telpon nya dan kembali lagi bekerja,dia sangat malas membicara kan pernikahan nya




*****





Di rumah utama Nataya menatap melia dengan sedih mereka duduk di sopa ruang yang dekat dengan kolam renang,melia terus mengusap air mata nya dengan tissu beserta ingus yang sedari tadi keluar terus menerus



sejak pertemuan nya tadi pagi dengan Nathan sampai sekarang dia terus menenggis



"udah lah sayang...kamu ngak perlu nangis seperti ini"lirih Nataya dengan sedih dan mengusap pungung melia dengan lembut



"kenapa harus seperti ini tante? hari yang baik akan tiba,tapi Nathan malah menunda nya...huhu..."dengan semakin menanggis



jhee liliana pun sampai di rumah utama dan tak sengaja melihat dua orang seperti nya saling bersedih,tak mau ketingalan jhee pun menghampiri mereka dengan antusias



"tante yakin,bukan hanya masalah proyek nya yang jadi alasan Ntahan menunda pernikahan kalian,pasti ada penyebab lain? tidak mungkin dia mendadak seperti ini"ucap Nataya dengan penuh curiga dengan keputusan anak nya yang sangat mendadak,dia tau bagaimana sipat anak nya itu



"oohoo....kabar yang sangat bagus? puk...puk...puk..."



mereka berdua mengarah kan pandangan ke arah suara tepuk tangan dan melihat jhee yang datang dengan tersenyum penuh kemenangan ,seolah mengejek melia yang tidak jadi menikah dalam waktu dekat ini



tampak Nataya menetap jhee dengan marah dan kesal, melia menghentikan tanggis nya dan merunduk bersedih dengan kakak jhee yang seperti nya senang di atas penderitaan nya



"uupss...maaf...itu bukan kabar yang bagus yah..,melainkan kabar buruk"seru jhee dengan menahan senyum nya dan pura pura dan menutup mulut dengan jari nya



jhee pun duduk di sebelah kanan melia dan menatap nya dengan perasaan yang....sannnggggaat sedih,posisi melia sekarang berada di tengah mereka



"maaf yah melia...? kakak tidak bermaksud berkata seperti itu sama kamu"seru jhee dengan pura pura sedih"maaf jika perkataan kakak menyinnggung perasaan mu....kakak juga ikut sedih mendengar pernikahan kalian di tunda

__ADS_1



kakak pernah dengar dari orang,kalo sesuatu hal yang baik di tunda,maka hal yang buruk akan datang,contoh nya seperti pernikahan kalian yah...,kakak berharap itu tidak akan terjadi"dengan memasang raut wajah yang sedih dan perhatian,melia menatap kak jhee dengan tatapan tidak suka karana telah menjeleki nya



"jhee jaga ucapan mu"saut Nataya dengan tatapan tajam nya



"apa yang harus aku jaga mah,aku bicara dengan baik, aku tidak menghina nya dan aku juga tidak menjelekan nya? aku hanya menasehati nya saja,apa ada yang salah dengan perkataan ku,,,"



lirih jhee dengan menyela mama nya,dia bicara dengan sangat baik bahkan dengan nada lembut,tapi kenapa mama nya harus bilang dia harus menjaga ucapan nya? sungguh aneh



sudah lah mah, jhee berdiri dari duduk nya"aku datang kesini hanya ingin bilang,kalo aku akan tinggal di sini,karna apartemen ku masih di renovasi dan membutuh kan waktu yang lama"sunggut nya dengan tatapan datar,sebenar nya itu hanya alasan jhee tinggal di rumah utama karna ingin mengawasi mereka berdua,padahal apartemen nya baik baik saja



Nataya hanya diam dia tidak protes jhee tinggal di rumah utama,menurut nya dia juga senang dengan ada nya jhee mau tinggal dengan nya



jhee sudah berlalu keluar dengan bibir yang melengkung senyum sangat lebar setelah apa yang di lakukan nya,dia sangat puas dengan membuat melia semakin sedih,Nataya masih menenang kan melia yang semakin larut dalam kesedihan




☆☆☆☆☆




jhee melangkah kan kaki nya di perusahaan TR GRUP dengan ayunan kaki yang sangat anggun, dengan bunyi ketukan heels di lantai cukup kencang


semua pekerja memberi salam hormat yang sopan,karna mereka sudah tau jhee itu adalah kakak dari seorang ceo di perusahaan mereka dan sekaligus anak tertua





"keputusan yang sangat tepat"seru nya dengan senang dan langsung duduk di sopa menyilang kan kaki cantik nya



Nathan pun melihat kakak nya sekilas dan kembali lagi bermain dengan pulpen di tangan nya,seolah dia tidak peduli dengan kehadiran kakak nya



"keputusan apa"saut nya dengan masih pokus



"keputusan menunda pernikahan mu"Nathan membuang napas berat,dia benar benar tidak ingin membicara kan itu lagi



"hey....aku sedang bicara dengan mu,kemarilah? apa kau tidak sopan pada kakak mu ini aku tidak suka bicara jarak jauh"ucap jhee dengan nada tinggi,dia termasuk orang yang tidak suka di abai kan



Dengan penuh terpaksa Nathan menutup berkas nya menutup leptop dan beranjak duduk di sopa,dia tau balasan apa yang akan dia dapat jika mengabai kan perintah kakak nya,palingan kena pukulan di perut,kadang Nathan sangat menyesal bila mendapat seorang kakak yang memiliki ilmu bertarung



malah balasan dari perkataan Nathan(seharus nya kau bangga mempunyai kakak seperti ku,yang bisa bela diri dan menjaga diri dari orang yang berbuat jahat)



"katakan? berapa lama kau menunda kan pernikahan mu"



"dua bulan"


__ADS_1


"dua bulan"melotok kan mata nya"kenapa tidak di batal kan saja sekalian"saut jhee



"tidak semudah itu kakak"keluh Nathan



"tidak papa, kamu harus mencari alasan untuk membatal kan pernikahan itu,menurut kakak keputusan kamu sudah tepat



bagaimana,apa kamu sudah mengetahui tentang obat itu"



"belum....obat nya masih di periksa oleh alex,seminggu lagi hasil nya akan keluar"



"kamu harus percaya sama aku,mama memberi kan mu obat itu supaya dia bisa mengendali kan mu,dan menjadi kan mu sebagai boneka nya"kata jhee dengan serius



apa kamu sudah mulai inggat masa lalu kamu"



"belum...aku belum mengingat apa apa"ucap nya dengan resah



"mari kita temui Dokter psikolog kenalan kakak,dia bisa membantu kamu mengingat kembali memory mu yang hilang itu"kata jhee menatap Nathan dengan sunguh sunguh



"a-apa bisa"jawab Nathan dengan sedikit ragu dihati nya selama ini Nathan belum pernah mendengar ada seorang dokter yang bisa mengembali kan ingatan yang hilang



"ayo cepat...kita pergi"jhee sudah berdiri



"tapi....sekarang aku"



aku tidak suka penolakan Nathan"lirih nya dengan mata tajam



Nathan pun berdiri dan menurut,dia akui dia pria yang tegas, keras kepala dan juga pemarah tapi dia penurut dan takut dengan kakak nya


.



.



.



.



.



.



.JANGAN LUPA TINGGAL KAN JEJAK LIKE SETELAH MEMBACA



__ADS_1


__ADS_2