New World : Donpa

New World : Donpa
Control Mana


__ADS_3

Mana memiliki warna dasar yang menjadikan seseorang mampu mengendalikan elemen tertentu. Perwujudan warna mana menentukan elemen dari penyihir. Jadi pada dasarnya warna mana mempengaruhi elemen sihir yang digunakan oleh sang penyihir.


Umumnya penyihir memiliki equipment untuk menunjang kekuatan Magic Force nya. Equipment penyihir sendiri memiliki tiga jenis yaitu, pertama pengguna Magic Weapon seperti Catalyst, kedua Grimoire dan yang terakhir Magic Stone.


"Jadi buku ini yang disebut Grimoire?" tanya Donpa kepada Meldanova sambil menghadapkan buku ke arah Meldanova.


"Yah ..., yang kita miliki adalah Grimoire." Dengan ujung jari Meldanova menjawab sambil meraba The Widsith yang melayang-layang di hadapannya.


"Lalu ..., apa itu Catalyst dan Magic stone?" tanya Donpa.


"Catalyst adalah senjata yang mampu memberikan efek 10 sampai 100 ini kali lipat dari serangan biasa dan Magic Stone mampu menghasilkan sihir sesuai dengan elemen dari batu itu." Meldanova menjelaskan secara detail sambil mengembalikan The Widsith ke dalam mana nya.


"Aku tidak begitu mengerti." Bingung dengan penjelasan Meldanova, Donpa menutup Grimoire nya dan meletakan di pangkuan seraya memejamkan mata, tampak seolah sedang membayangkan sesuatu sambil menyilangkan kedua tangannya.


Mengetahui Donpa yang kebingungan Meldanova mendekatinya lalu duduk di sebelahnya. "Begini ...," ungkap Meldanova hendak menjelaskannya.


Catalyst adalah senjata sihir yang menunjang kemampuan seseorang untuk mengeluarkan sihir dalam kapasitas besar, umumnya penyihir yang menggunakan Catalyst tidak perlu menghabiskan banyak mana, karena hanya dengan sedikit mana ia mampu mengeluarkan kemampuan yang setimpal dengan mana yang besar.


Magic Stone adalah bola element sihir yang mampu membuat seseorang mengeluarkan sihir di luar dari warna mana mereka. Mana memiliki warna dasar yang mampu membuat dirinya menciptakan sihir, warna mana yang berbeda dari elemen sihir tidak dapat dikuasai oleh penyihir, sementara Magic Stone membuat satu warna mana bisa menguasai berbagai macam elemen, tergantung dari elemen Magic Stone tersebut.


Grimoire adalah buku atau kitab sihir yang dibuat dari ciptaan atau pengetahuan sihir seseorang. Pengguna Grimoire umumnya bisa menciptakan banyak sihir tidak terpaku pada satu mana milik penyihir karena Grimoire sifatnya abadi dan dapat diwariskan turun temurun untuk menggunakannya.


"Wooaa ..., aku mengerti, jadi Bloodthing Wish ini warisan dari tangan ke tangan? ungkap menatap kagum memegang Bloodthing Wish menggunakan kedua tangannya.


"Yaps ..., benar sekali, baiklah kalau kau sudah mengerti, kita kembali membahas sihir dasar," ucap Meldanova yang hendak menjelaskan penggunaan sihir.


"Turun menurun apanya, buku ini hanya berisi satu lembar," jawab Donpa tampak wajah mengeluh seolah meremehkan buku yang ada di genggamannya.


Melihat gelagat Donpa seolah meremehkan buku pertamanya, Meldanova berteriak, "Aku juga tidak tahu ...! Kenapa aku yang menjadi orang pertama menulis sihir dibuku itu!"


"Apa kita akan menulisnya dengan pena berbulu ini?" tanya Donpa, sambil memainkan pena berbulu yang ada di dekatnya.


"Tidak seperti itu cara menulis sihir di dalam Grimoire, bodoh ...!" Semakin naik darah Meldanova mendengar ucapan Donpa.

__ADS_1


Beberapa saat setelah itu, Meldanova mengajak Donpa ke Dataran Spear yang ada di sisi utara tanah Outcast menggunakan kemampuan teleportasinya.


Di tengah padang rumput yang indah, Meldanova mengajarkan Donpa untuk merasakan aroma kehidupan di sekitarnya dengan cara meditasi.


"Liat sekelilingmu, rasakan energi-energi yang ada di sekitarmu," ungkap Meldanova dan lanjut meneruskan pelajarannya. "Pertama kau harus bisa merasakan aliran mana yang mengalir di dalam tubuhmu."


Duduk bersila memejamkan mata, Donpa menutup kedua matanya untuk memfokuskan aliran mana yang ada di dalam dirinya.


"Bagaimana cara merasakan mana? Aku tidak dapat merasakan apapun kecuali sakit perut dan kesemutan yang ada di kakiku," gumam Donpa seraya mendengar arahan Meldanova.


"Sihir pertama yang akan kita pelajari adalah sihir penerjemah, sebagai sihir dasar yang hanya memusatkan mana pada satu titik di telinga."


Sungguh.


Aku tidak tahu, di mana letak mana.


Bagaimana merasakan aliran mana.


Dari apa yang Meldanova lihat, Donpa tampak kesulitan, dahinya mengkerut dan terdengar geraman dari mulutnya seolah sedang memaksakan sesuatu.


"A-aku sedang berusaha merasakan mana yang ada di dalam diriku," terbata-bata Donpa menjawab.


"Jika kau melakukan hal seperti itu, bukan mana yang akan keluar tapi tai mu," jawab Meldanova lalu memegang dada Donpa dengan tangannya.


"Siap salah guru ...!!" jawab Donpa.


"Sekarang rasakan sentuhan tanganku," ucap Meldanova.


Sentuhan Meldanova membuat Donpa memusatkan satu titik, hingga ia merasakan aliran mana yang berjalan di pembuluh darahnya.


"Apakah ini aliran mana yang ada di dalam tubuh? Sebelumnya aku tidak pernah merasakan ini. Terasa seperti angin lembut yang meniup kulit," tanya Donpa, dengan suara kecilnya.


"Benar, itu adalah mana." Setelah merasakan aliran mana di sentuhannya, Meldanova melepaskan sentuhannya lalu berkata, "Sekarang pusatkan aliran itu kepada telingamu."

__ADS_1


Tak menjawab ucapan Meldanova, Donpa langsung mengarahkan aliran mana ke telinganya.


Meski ia telah melakukannya, tapi tak ada perubahan terhadap lingkungannya.


Hal itu membuat ia melakukannya berulang kali.


"Kurasa sihir ini adalah sihir awal agar ia bisa memahami struktur mana yang ada di dalam dirinya," gumam Meldanova memperhatikan Donpa yang sedang bermeditasi.


Tak ingin mengganggu latihan Donpa, ia hendak meninggalkan Donpa di Dataran Spear seorang diri.


"Sebaiknya aku akan ke pesisir pantai, melihat-lihat apa mereka masih mengirimkan pasukannya kesana," gumam Meldanova lalu berbalik melangkah pergi meninggalkan Donpa.


Seperti biasanya pesisir pantai dihuni pasukan Melkuera yang cukup banyak. Melkuera mendirikan sebuah benteng di daerah pesisir pantai untuk melakukan aktifitas penambangan. Mereka mengumpulkan material-material yang berguna untuk memperkuat pasukan mereka.


"Jika tidak ada anak itu, aku tidak pernah tahu mereka mendirikan benteng di daerah ini," gumam Meldanova sambil memperhatikan pasukan Melkuera dari atas tebing. Dari apa yang ia liat tampak pasukan Melakukan yang berlalu lalang di dalam gua.


"Sebenarnya ..., apa yang mereka ambil?" gumam Meldanova melihat pasukan Melkuera yang beraktifitas di sekitar gua itu.


Meldanova hendak membunuh mereka semua karena sudah memasuki daerah kekuasaannya, namun niat itu terhenti setelah ia berpikir, "Kurasa ..., mereka mangsa yang cocok untuk menjadi uji coba latihan anak itu nanti."


"Baik lah ..., tak perlu dipikirkan, lakukan sesuka kalian, sampai ia memusnahkan kalian semua." Mengurungkan niat lalu berbalik pergi meninggalkan tebing itu.


"Untuk saat ini, aku akan kembali ke Lubunica."


Beberapa jam berlalu, Donpa masih belum menemukan eksistensi sihir yang telah ia lakukan.


"Sial ..., sudah berapa lama aku meditasi." Membuka matanya, lalu memperhatikan di sekitarnya.


Langit mulai tampak gelap, dirasa cukup. Donpa berdiri dari meditasinya. "Aaaaa ..., kakiku kram," ucapnya seraya melenturkan pinggang dan kakinya.


Memperhatikan di sekitar Donpa berkata, "Dan wanita itu ...."


Donpa menyadari ia kembali ditinggalkan Meldanova di tempat yang tidak ia ketahui.

__ADS_1


"Meldanova ...!!!" Teriak Donpa dengan sangat keras menggema di dalam hutan hingga burung-burung di sekitar berterbangan.


Latihan dasar yang diajarkan Meldanova kepada Donpa adalah control mana, control mana adalah latihan dasar untuk seseorang menguasai aliran mana yang ada di tubuhnya, dengan melakukan control mana pada satu titik indra, mampu menambah atau mempertajam indra. Dengan tujuan, Donpa mampu mengembangkan control mana ketahap lanjutan.


__ADS_2