New World : Donpa

New World : Donpa
Kilauan Cahaya


__ADS_3

Penyihir Keserakahan adalah julukan bagi penyihir yang haus akan segala sesuatu. 600 tahun yang lalu di kerajaan Melkuera ada satu penyihir yang dijuluki penyihir keserakahan, di mana ia haus akan pengetahuan dan haus akan kekuatan, ia adalah penyihir yang tak pernah merasa puas dengan segala bentuk pencapaian dan ciptaannya, ia adalah salah satu penyihir yang mengembangkan Magic Stone.


Penyihir tersebut pernah mencelakai seorang kesatria kerajaan, dengan maksud menjadikannya sebagai bahan eksperimennya, namun sayangnya kejadian itu di gagalkan oleh seorang guru dari sekolah sihir kerajaan Melkuera, yang tak lain adalah rekan sekaligus tim dalam pengembangan Magic Stone yang dilakukannya, ialah Kael.


Para bangsawan dan pemimpin kesatria kerajaan Melkuera menindak tegas, dengan cara memberikan sanksi berupa hukuman mati kepada penyihir keserakahan tersebut, namun keputusan itu dibantah oleh para guru dan tetua sihir kerajaan Melkuera.


Kael mengajukan masukan dalam sanksi yang diberikan penyihir tersebut dengan memberikan keringanan untuk dapat mengurangi hukumannya, mengingat penyihir tersebut telah banyak berkontribusi terhadap kerajaan Melkuera.


Menyepakati masukan dari Kael para bangsawan dan para pemimpin kesatria kerajaan Melkuera memberi sanksi dengan cara membuang penyihir tersebut ke tanah Outcast.


Menatap Donpa seraya tersenyum, Meldanova berkata, "Begitu ...?" Beranjak melangkahkan kaki mendekati Donpa.


Hentakan kaki Meldanova saat melangkah terdengar nyaring hingga membuat Donpa merasakan adanya ancaman. "Apa yang akan kau lakukan?" ungkap Donpa lalu mundur beberapa langkah ke belakang.


Tak menghiraukan pertanyaan Donpa, ia terus melangkah maju mendekati Donpa sambil tertawa. "Hehe ...." Terdengar suara tawa kecil yang menakutkan dari Meldanova.


Melihat ekspresi Meldanova, Donpa tampak bersiap memasang kuda-kuda untuk bertahan. "Apa yang akan kau lakukan, Meldanova?" Mengulang pertanyaan sambil berteriak.


"Apa kau tidak menyadari kita ada di mana?" ucap Meldanova sambil mengangkat tangan kanannya seolah menunjukan seisi lingkungan disekitar mereka, lalu menolehkan pandangannya ke arah kanan sambil membuka telapak tangannya.


Dari apa yang Donpa lihat, tempat ia berada tampak putih tanpa apapun, seperti ruang kosong yang hampa tak memiliki ujung di sekitarnya.


"Kau ...." Menggeram jengkel Donpa tampak menggerakkan tangan kanannya dan meraba pangkal paha seolah sedang bersiap mengambil senjatanya.


Melihat pergerakan Donpa, Meldanova seolah mengerti apa yang akan Donpa lakukan. "Apa yang akan kau lakukan? Mau menyerangku?Haha ...," ucap Meldanova tertawa kecil sambil menatap Donpa seolah menatap remeh.


Donpa yang menyadari senjatanya tidak ada, tampak panik tertunduk mencari senjatanya. "Di-di mana senjataku ...," ucap Donpa sambil meraba tubuhnya.

__ADS_1


Meldanova melanjutkan langkah kakinya dan perlahan mendekati Donpa sambil berkata, "Kau adalah manusia dari dunia lain, kau memiliki ingatan dan pengetahuan dari dunia lain, kau lahir, tumbuh dan berkembang dari dunia lain, tak ada harta yang lebih berharga dari pelajaran hidup yang dapat kau wariskan untukku, hahaha ...." Tertunduk seraya tersenyum Meldanova berkata, "Leech Seed ...."


Donpa yang merasakan bahaya, dengan sigap beranjak mundur menjaga jarak dari Meldanova, namun setelah Meldanova mengucap mantra Leech Seed tiba-tiba kakinya tak dapat digerakkan, seketika matanya tertuju ke ujung kakinya. "Ka-kakiku ...?" ucap Donpa terbata-bata.


Dari apa yang ia lihat, telapak kakinya tiba-tiba menghilang seolah tampak tenggelam ke dalam pijakan kakinya.


"Aaa ...!!!" Teriak Donpa yang terkejut melihat kakinya perlahan berubah menjadi kayu seolah menyatu dengan pijakannya.


Melihat Donpa yang histeris berteriak, Meldanova tertawa lepas. "Haha ... haha ..., berteriaklah sekuatnya." Sambil memegang dagu Donpa lalu mengangkat kepalanya seolah memaksa menatap wajah Meldanova.


Donpa merasakan tubuhnya menjadi kaku tak dapat digerakkan, telapak kaki Donpa perlahan menjadi akar pohon yang menyatu ke dalam pijakannya. Proses perubahan manusia yang akan menjadi sebatang pohon sedang dialami Donpa.


Ba-bagaimana ini.


"Si-sialan ...!!! Apa yang kau lakukan padaku Meldanovaaaaa ....!!!" Teriak Donpa.


Leech Seed adalah kemampuan yang dapat mengambil alih kehidupan makhluk lain. Cara penggunaan sihir ini membutuhkan proses cukup panjang, di mana Meldanova sengaja menanamkan benih dari sihir Leech Seed kepada Donpa lalu membiarkan benih itu menyatu dengan sel dan mana Donpa.


Proses ini mengubah jiwa seseorang menjadi sebuah pohon di dalam alam bawah sadarnya. Setelah berubah menjadi pohon, secara perlahan pohon itu akan berbuah, dan hanya ada satu buah. Setelah Meldanova memakan buah itu, maka seluruh ingatan, kemampuan, pengalaman, pengetahuan yang ada di dalam diri Donpa akan menjadi milik Meldanova. Ketika terbangun dari tidurnya, Donpa bukan lah lagi dirinya, melainkan Meldanova yang telah mengambil alih tubuhnya dan jiwa dari korbannya tersebut akan mati.


Sementara tubuh lama Meldanova, akan membusuk dengan sendirinya.


Donpa masih tampak berteriak cukup keras, namun tubuhnya masih tidak dapat ia gerakan, ujung kaki hingga pinggang perlahan telah menjadi sebatang pohon, proses itu terus berjalan hingga menyentuh dadanya.


Namun, entah apa yang terjadi tiba-tiba Donpa terbangun dari tidurnya.


"Hah ... hah ...." Terdengar suara nafas yang terengah-engah seperti seseorang yang kelelahan, Donpa menatap kaki dan telapak tangannya yang bersimbah banyak darah. "A-apa yang terjadi ...!!" Takut, cemas, panik dan bingung itu yang Donpa rasakan setelah ia melihat tangan dan kakinya berlumuran darah.

__ADS_1


Entah apa yang terjadi dengannya, tiba-tiba tubuh Donpa mengeluarkan banyak darah, bukan hanya di kaki dan telapak tangannya saja bahkan di setiap pori-pori yang ada di tubuhnya mengeluarkan banyak darah.


"Haaaaa ..., tubuhku ..., apa yang terjadi dengan tubuhku," ucap Donpa sambil meraba pergelangan tangan secara bergantian dengan kedua tangannya yang dipenuhi banyak darah.


Setelah melihat sekujur tubuhnya, Donpa dikagetkan dengan kehadiran Meldanova yang tampak tertidur tak berdaya di sebelahnya.


"Aaaaa ...." Teriak sambil mundur menjaga jarak seolah tampak ketakutan melihat Meldanova yang sedang terbaring di sisinya.


Donpa yang menyadari kesempatan itu segera mengambil pisau yang ada di meja sebelah tempat tidurnya lalu dengan cepat memotong kepala Meldanova. "AAaaa ...." Teriak Donpa yang tampak melawan rasa takutnya.


Darah segar mengalir deras dari leher Meldanova hingga mengenai wajah Donpa. Sambil berteriak meneruskan upayanya, Donpa memutilasi tubuh Meldanova menjadi 10 bagian.


Setelah terpotong ia bergegas berlari membuang satu persatu tubuh Meldanova ke dalam jurang, yang di bawahnya terdapat aliran sungai melingkari pohon Ensnare.


Ia membuang di tiap sisi yang berbeda-beda hingga akhirnya tersisa kepala Meldanova yang ia bungkus ke dalam kain lalu mengubur di depan pintu masuk pohon Ensnare.


"Hah ... hah ...hah ...." Terdengar suara nafas yang terengah-engah setelah berlari kesana kemari membuang seluruh bagian tubuh Meldanova, Donpa terduduk lalu terbaring di atas gundukan bekas galian.


"A-apa yang barusan kulakukan," ucap Donpa seolah tak percaya dengan kejadian yang menimpanya.


Salah satu kekurangan Leech Seed adalah memisahkan jiwa dan jasad, di mana jiwa seseorang yang menggunakan Leech Seed masuk ke dalam jasad orang lain. Meldanova tidak dapat menggunakan sihir penyembuhan dan sebagainya karena keberadaannya di dunia bukan kepastian.


Jiwa Meldanova masih tertinggal di dalam diri Donpa, ia tidak dapat kembali karena jasadnya telah terpisah dan tidak berbentuk hingga ia tidak dapat melalukan pengembalian jiwa.


Secara tidak langsung, kini Meldanova tidak lagi ada di dimensi yang sama atau hidup di dunia yang sama dengan Donpa hingga membuat eksistensi tentang keberadaannya menghilang.


Malam telah berlalu, perlahan sinar mentari pagi menjalar di tanah Outcast yang menandakan, awan tebal serta eksistensi Meldanova terhadap tanah Outcast menghilang.

__ADS_1


Dengan kata lain, keberadaan Meldanova telah hilang atau mati namun ia masih tetap hidup di dalam diri Donpa.


__ADS_2