New World : Donpa

New World : Donpa
Leech Seed


__ADS_3

Leech Seed adalah sihir tingkat Divine yang mampu membuat dirinya berpindah pada jiwa lain untuk melanjutkan kehidupannya, dengan kata lain mencuri sisa hidup makhluk yang ditargetkan pengguna Leech Seed.


Leech Seed membutuhkan 2 proses, pertama menanam benih pada aliran mana korban, kedua menyatukan sel benih pada darah korban. Kekurangan dari Leech Seed adalah membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pertumbuhan benih di dalam mana seseorang hingga menjadi sebuah pohon yang akan mengunci atau menyegel jiwa seseorang kedalamnya agar pengguna Leech Seed bisa mengambil alih seluruh kesadaran korbannya.


"Itu artinya ...." Menatap telapak tangan, Donpa berkata. "Aku sudah ditargetkan dalam reinkarnasinya."


"Itu benar," jawab nenek Myobu.


"Ba-bagaimana cara menghentikannya?" ucap Ririn tampak panik dengan penjelasan nenek Myobu.


"Sihir Leech Seed tak mungkin dapat dibatalkan," jawab nenek Myobu, berbalik lalu membelakangi Ririn dan Donpa. "Tapi ... kau bisa membunuhnya disaat ia sedang lengah."


"Tak mungkin wanita seperti itu dapat dibunuh dengan mudah," gumam Donpa seraya mengingat bagaimana Meldanova membantai kesatria Melkuera.


"Ba-bagaimana caranya?" Terbata-bata Ririn bertanya seolah tampak mencemaskan Donpa.


"Aku juga tidak tahu, mungkin di kitab peninggalan tuan Kate ada jawabannya." Kembali berbalik menghadap Donpa dan Ririn, nenek Myobu berkata. "Temukan jawabannya didalam kitab itu, Donpa."


Keabadian, tertulis disampul buku peninggalan tuan Kate yang ditulis dengan bahasa Vampir, di dalamnya berisi tulisan-tulisan yang mengandung sejarah, pengalaman, serta tata cara dan catatan dalam penggunaan sihir.


Buku yang menulis riwayat perjalanan tuan Kate dalam mengembangkan kekuatan sihir Meldanova.


Di dalamnya tertulis dari sudut pandang tuan Kate, yang terdengar seperti tuan Kate membantu Meldanova berdasarkan cinta bukan paksaan.


Beberapa jam telah berlalu setelah Donpa membaca habis tulisan yang ada di dalam buku tuan Kate. "Kurasa ... ini hanya diary tuan Kate, tidak ada kata ataupun petunjuk dari kemampuan Leech Seed," ucap Donpa seraya menutup buku.


"Jadi, apa yang akan kita lakukan?" tanya Ririn yang duduk di samping Donpa.


Gua Ogre memiliki 3 pintu masuk, kedalamannya mencapai 30 meter di dalam tanah. Gua yang cukup besar hingga mampu menampung satu kota di dalamnya. Salah satu pintu yang hancur akibat ledakan Donpa adalah pintu bagian barat.


Ledakan yang kuat dilakukan Donpa membuat para Vampir memeriksa apa yang terjadi, oleh karena itu mereka menyerang Donpa.


Para Vampir masih berpikir bahwa Donpa adalah mata-mata Meldanova, oleh karena itu nenek Myobu memeriksa aliran mana Donpa, apakah ada campuran mana dari Meldanova yang akan menemukan keberadaan Donpa untuk mengetahui tempat persembunyian Vampir dan menangkapnya.

__ADS_1


"Apa yang akan kau lakukan setelah ini?" tanya Ririn.


Ririn dan Donpa yang berada di camp penginapan tampak seperti gubuk yang terbuat dari jerami, layaknya sebuah kota kecil. Lebih kurang ada 80 gubuk yang digunakan sebagai tempat tinggal Vampir di tempat ini.


"Kurasa aku akan kembali ke pohon Ensnare dan membaca beberapa buku yang dimiliki wanita itu," jawab Donpa.


Salah satu sumber cahaya di dalam Gua Ogre adalah api, berbeda dengan pohon Ensnare yang menggunakan mana sebagai cahaya.


Terlalu sering menggunakan mana akan memancing Chimera, salah satu makhluk ciptaan Meldanova yang akan menyerang ras Vampir, oleh karena itu mereka tidak banyak menggunakan mana.


"Apa yang kau lakukan beberapa bulan ini?" tanya Ririn menatap Donpa.


"Oh ..., aku hanya belajar menggunakan mana lalu berlatih beberapa kemampuan dasar mana," jawab Donpa sambil memainkan jarinya seperti menghitung berapa jumlah kemampuan yang ia kuasai.


"Pantas ..., kau bisa menghadapi beberapa Vampir kemarin," jawab Ririn.


"Tapi untuk kemampuan bertarung, aku belum menguasainya." Tampak seperti memikirkan sesuatu, Donpa bertanya. "Bagaimana caramu bertarung menggunakan mana?"


"Mudah saja, saat Sylph menyatu dengan tubuhku." Melirik ke arah atas seolah mengingat-ingat gaya bertarungnya. "Aku seperti sudah menguasai kemampuan bertarung," jawab Ririn.


"Ah-hahaha." Tersipu malu setelah Donpa menggenggam tangannya, Ririn membuang wajahnya. "Ba-bagaimana ya, haha ...."


"Tolong lah." Tampak mata berkaca-kaca seolah penuh harapan.


Donpa meminta Ririn untuk membantunya berlatih menggunakan mana dalam pertarungan.


Beberapa bulan lalu, saat Donpa meninggalkan Ririn. Ia terjebak di dalam gua bersama para Vampir, Ririn yang berhadapan dengan seluruh Vampir pun tak gentar, berdiri melindungi Donpa, namun Ririn yang sejatinya memiliki kemampuan sama seperti Lupus membuat nenek Myobu mengurungkan niat untuk bertarung dengan Ririn, lalu memilih untuk bekerja sama dalam penyelamatan Donpa.


Namun, saat mereka ingin menolong Donpa. Meldanova telah lebih dulu sampai dan membawa Donpa ke pohon Ensnare. Para Vampir yang merasakan hawa keberadaan Meldanova, bergetar ketakutan dan kembali ke dasar gua.


"Haaaaa ...." Teriak Ririn menendang Donpa.


"Duaaarrr ...." Suara batu yang hancur akibat serangan Ririn.

__ADS_1


Latih tanding yang dilakukan Ririn dan Donpa membuat suara dentuman berkali-kali di dalam gua.


Duuaaarr ... duaaarr ... daaarr ....


"Hoy hoy ..., jika kau bertarung di sini, gua ini akan hancur." Salah satu Vampir berteriak kepada Donpa dan Ririn.


"Satu pukulan pasti berakibat fatal," gumam Donpa yang mencemaskan serangan Ririn apa bila mengenainya.


"Hahaa ..., maaf-maaf," jawab Ririn menyudahi serangannya.


"Bagaimana seranganmu bisa sekuat itu, hoy?" Teriak Donpa.


"Sudah kukatakan, itu alami seolah aku sudah terbiasa dengan mana," jawab Ririn.


"Semua itu karena ia telah menyatu dengan spirit," sambung nenek Myobu yang memperhatikan pertarungan mereka.


"Bagaimana cara mendapatkan Spirit?" tanya Donpa kepada nenek Myobu.


"Tergantung jika kau disukai spirit atau kau berhasil menaklukan Spirit," jawab nenek Myobu tampak seperti meremehkan Donpa.


"Memangnya, spirit itu makhluk apa?" tanya Donpa yang bingung bagaimana caranya bertemu dengan Spirit.


Ririn mencoba menjawab pertanyaan Donpa. "Spirit itu seperti ..., hmmm ...." Bingung mendeskripsikan wujud Spirit.


Spirit adalah makhluk mana, yang tercipta dari energy alam, terlebih Spirit tak memiliki bentuk fisik dan sulit untuk ditemukan.


"Bukan kah itu seperti hantu?" jawab Donpa.


"Iyaaaaa ...!! Kurang lebih seperti itu, ha-haha ... haha ...," jawab Ririn tampak ragu kesamaan antara hantu dan Spirit.


Latihan mereka diakhiri dengan perdebatan antara kesamaan dan perbedaan, Spirit dan hantu.


Hari itu Lupus sama sekali tak tampak di Gua Ogre, Lupus sedang menjalani tugas di Altar Novajan, tugas seorang Vampir yang memiliki garis keturunan tetua, untuk menjalankan ritual pemujaan kepada Old Deus dengan cara memberikan darahnya di kuil Novajan.

__ADS_1


Meski tanah Outcast ditutup dengan kabut yang dapat menyesatkan makhluk di dalamnya, Lupus dapat bergerak bebas karena spirit yang dimilikinya mampu menjadi pemandu jalan dengan elemen anginnya.


Ritual yang dilakukan Lupus adalah ritual turun temurun, bentuk dari penghormatan kepada Old Deus yang memberikan kekuatannya pada Vampir tetua sebagai pemimpin, karena dewa yang disembah Vampir adalah ras Old Deus bernama Novajan.


__ADS_2