New World : Donpa

New World : Donpa
Pelepasan Mana


__ADS_3

Beberapa minggu berlalu setelah Donpa menjalani latihan rutin bersama Ririn, ia mempelajari pelepasan mana. Aliran mana tak hanya ia pusatkan kepada tubuh melainkan kepada benda atau senjata yang ia gunakan.


"Daar ... darr ... darr ...." Tiga tembakan yang ia lepaskan mengarah ke Ririn.


Setelah bergabung bersama Sylph, mata Ririn mampu menangkap atau melihat objek dengan kecepatan 800 m/s. Ia mampu melihat pergerakan peluru dari senjata yang Donpa lepaskan.


Untuk menguji pelepasan mana yang digunakan Donpa, Ririn mencoba membenturkan peluru yang tertuju padanya dengan panah angin dari kemampuan sihirnya.


"Wooahhh ...." Kagum Ririn lalu menghindari tembakan Donpa.


Dari apa yang Ririn lihat, peluru Donpa mampu menembus sihir.


"Seperti itu, cara kerja pelepasan mana," ungkap Ririn pada Donpa.


Donpa belajar menggunakan pelepasan mana agar serangannya lebih efektif dalam menghadapi musuh yang memiliki core atau mana control untuk melindungi tubuh.


Pelepasan mana bukan memperkuat serangan, namun senjata yang dilapisin mana akan memotong core atau mana yang melindungi lawannya.


"Hook." Tampak memahami sesuatu, Donpa berkata. "Karena itu, menembus kulit Chimera itu sangat sulit."


"Itu karena ada core atau mana control yang kuat melindungi tubuh mereka," jawab Ririn lalu menjelaskan. "Jika tidak dilapisi mana, seranganmu akan tertahan oleh core atau mana yang melindungi mereka."


"Ta-tapi, saat aku menembak dari jarak dekat, aku bisa melukainya," ungkap Donpa sambil melanjutkan serangannya kepada Ririn menggunakan sebuah pedang yang telah ia lapisi mana.


"Meski bisa melukainya tapi serangan itu tidak akan melumpuhkannya," jawab Ririn sambil menangkis pedang Donpa dengan pedang yang diselimuti sihir angin ciptaannya.


"Ting ... Ting ... daar ...." Suara pedang yang beradu.


Jadi begitu mekanismenya.


Aku bisa mengalirkan mana pada proyektil senjata ini lalu melepaskannya.

__ADS_1


Meski gerakan Donpa tak secepat gerakan Ririn, namun daya serang Donpa cukup kuat hingga Ririn berkali-kali terpental saat kedua pedang mereka saling beradu.


"Apa warna dari mana mu, aku sama sekali tidak memahaminya," ucap Ririn sambil berlari ke atas batu lalu melompat mengarah ke atas Donpa.


Melihat Ririn menyerang dari udara membuat Donpa melancarkan tiga serangan dari pistol ke arah Ririn. "Hitam ..., kata wanita itu, warna mana ku hitam."


Menggunakan sihir angin untuk menghalau serangan dari senjata Donpa, Ririn melesat maju menembus lalu mengayunkan pedangnya ke arah Donpa.


"Duuaaarrr ...." Suara hantaman pedang mereka berdua yang beradu, tampak Donpa menahan serangan Ririn hingga tanah yang ia pijaki retak. "Kenapa kau tidak mencoba menggunakan sihir dengan mana mu itu."


"Bi-bicaramu mu-mudah." Berat menahan dorongan dari serangan Ririn membuat Donpa terbata-bata saat berbicara.


Melihat Donpa yang cukup kesulitan menahan serangannya, ia pun melompat ke tepi lalu berkata. "Kurasa cukup untuk hari ini."


Setelah memahami cara kerja pelepasan mana, Donpa tampak memejamkan mata dan melipat kedua tangan seolah-olah sedang memikirkan sesuatu. Ririn bertanya, "Apa yang kau pikirkan, Donpa?"


Mendengar ucapan Ririn, Donpa membuka mata lalu menatap serius dan bertanya. "Apa aku bisa mengeluarkan sihir angin seperti dirimu?"


Ririn yang sudah menjadi satu dengan spiritnya memiliki dua kesadaran, meski Ririn tak mempelajarinya, ingatan dan kebiasaan spirit yang menggunakan sihir angin ada diingatannya begitu saja tanpa harus ia pelajari. Oleh karena itu Ririn bingung bagaimana cara ia mempelajari sihir karena sejatinya spirit dapat menggunakan sihir tanpa harus belajar sejak ia lahir.


Satu bulan penuh Donpa berada di Gua Ogre, ia belajar menggunakan pelepasan mana. Fase ke 3 dari pengembangan Donpa mempelajari mana.


Fase pertama adalah mana control, mengontrol aliran mana pada tubuh yang dapat meningkatkan kemampuan dasar manusia.


Seperti memusatkan mana pada panca indra untuk mempertajam kemampuan.


Fase kedua adalah pengendalian mana, mengendalikan mana pada syaraf dan otot.


Seperti memusatkan mana pada sistem syaraf otak dan otot untuk memperkuat kemampuan.


Fase ketiga adalah pelepasan mana, melepaskan mana untuk memotong atau melepaskan objek yang memiliki mana shield ataupun penguatan fisik pada tubuh seseorang.

__ADS_1


Tiga dasar kemampuan mana yang sudah dipelajari Donpa, namun ia masih belum bisa menggunakan sihir.


Setelah ia memahami cara pelepasan mana untuk bertarung, Donpa berniat kembali ke pohon Ensnare keesokan harinya.


Malam itu Donpa tampak berkemas, mempersiapkan barang bawaannya untuk kembali ke pohon Ensnare. Di dalam gubuk peristirahatannya, ia di temani Ririn yang mengajaknya berbincang. "Bukankah kembali kesana itu berbahaya," ungkap Ririn yang melihat Donpa tengah berkemas.


Ririn tampak khawatir dengan niat Donpa yang ingin kembali ke pohon Ensnare setelah nenek Myobu menjelaskan tentang penyihir Meldanova.


"Tidak, aku akan mencari cara untuk menghentikan reinkarnasi penyihir itu." Dengan yakin Donpa menjawab.


Mengalihkan pandangan seakan-akan mencoba mengingat sesuatu, Ririn berkata. "Tak heran kenapa sewaktu di dekatmu, Chimera tak pernah menyerang," ucap Ririn.


"Aku baru mengerti setelah nenek Myobu menjelaskan tentang penyihir itu," jawab Donpa lalu menutup tas yang telah ia kemas.


"Dan kau pun juga tampak leluasa berkeliaran di tanah ini," sambung Ririn.


Mendengar ungkapan Ririn, Donpa melangkah mendekati Ririn lalu duduk di bangku, tepat di hadapan Ririn. Jarak mereka hanya dipisahkan sebuah meja dan diterangi sebuah lilin. "Aku juga tidak menyadarinya, dulu kita kesulitan mencari jalan keluar karena kabut tebal dan monster itu yang ada di dalamnya, namun sekarang aku sudah terbiasa dengan suasana seperti ini," jawab Donpa.


"Tidak ..., sampai sekarang aku masih kesulitan bergerak bebas di luar sana." Menepis ucapan Donpa, Ririn menjelaskan. "Makhluk itu terus menerus menyerangku setiap malam, meski Sylph telah menjadi satu denganku, tak menutup kemungkinan jika suatu saat aku tidak waspada, bisa saja aku mati oleh Chimera-Chimera yang berkeliaran di luar sana"


"Dibandingkan dulu, sekarang kau jauh lebih kuat." Menatap Ririn, Donpa berkata seolah sedang menghibur Ririn. "Tak mungkin makhluk itu dapat mengalahkanmu."


"Aaa ... Jangan membuatku jadi percaya diri Donpa" Tersipu malu mendengar ucapan Donpa, Ririn mengalihkan pembicaraannya. "Lalu, setelah itu ..., apa yang akan kau lakukan?" Tampak serius Ririn bertanya.


"Tentu, aku akan kembali ke pesisir pantai dan membunuh mereka semua." Tampak gelagat yang menggeram kesal sambil mengepalkan kedua telapak tangannya.


"Kau masih ingin menghancurkan benteng mereka?" tanya Ririn.


"Lebih dari itu." Tegas Donpa menjawab. "Kerajaan mereka!"


Perbincangan mereka ditutup dengan tujuan Donpa yang ingin menghancurkan kerajaan Melkuera, malam itu malam terkahir Donpa menginap di tengah suku Vampir setelah 32 hari berlatih bersama Ririn, cara pelepasan mana.

__ADS_1


Tak seperti bayangan Donpa, Vampir itu tidak memakan darah layaknya cerita yang dulu ia dengar. Vampir sama seperti manusia hanya saja saat siang hari mereka lebih lemah, karena itu aktifitas Vampir lebih banyak pada malam hari. Bentuk fisik Vampir juga hampir sama dengan manusia, namun saat malam hari wujud mereka sedikit berubah, di mana pupil mata Vampir akan memerah, taring akan memanjang dan kuku mereka juga akan memanjang.


__ADS_2