New World : Donpa

New World : Donpa
Kekuatan Donpa


__ADS_3

Meski sudah menggunakan kekuatan True Vampir yang didapatkan dari Old Deus, kecepatan Donpa masih tidak dapat diimbangi oleh penglihatan Lupus.


"Uhuak ...." Tersedak memuntahkan darah, Lupus tampak terbaring di tengah-tengah gundukan tanah yang hancur akibat serangan dari Donpa yang menghempaskan tubuhnya begitu kuat.


"Aku sama sekali tidak dapat melihat gerakannya, itu sangat cepat, kekuatan seperti apa yang ia miliki," gumam Lupus menatap Donpa yang sedang menatapnya di langit-langit, tepat di atasnya.


Mencoba meregenerasi tangan kanannya yang terpotong akibat serangan Donpa, Lupus merasa ada yang mengganjal.


Sel penyembuh miliknya tidak dapat melakukan regenerasi ulang, yang terjadi malah pembusukan di bagian tubuh yang terkena pedang darah atau Blood Sword yang digunakan oleh Donpa.


"Ba-bagaimana bisa ..., apa yang terjadi dengan kemampuan regenerasiku?"


Perlahan Lupus tampak bangkit meski beberapa bagian tubuhnya mengalami patah tulang.


Si-sihir ..., apa yang ia gunakan.


Apa ia pengguna Grimoire?


Tapi, di mana Grimoirenya?


Di mana Magic Stone nya? Di mana Catalyst nya? Di mana senjata sihir dan perlengkapan sihirnya?


Ia hanya menggunakan sebilah pedang, bagaimana bisa ia melukaiku.


"Katakan ..., siapa kau sebenarnya?" Teriak Lupus sambil menutup luka di tangan kanannya menggunakan tangan kirinya.


Pertanyaan Lupus tidak dihiraukan Donpa, ia masih tampak berdiri di langit-langit seolah tidak terpengaruh oleh gravitasi, ia dapat berdiri di atas udara dengan memegang Blood Sword di tangan kanannya, Donpa merentangkan tangan kirinya seolah hendak mengeluarkan sesuatu yang mengarah ke Lupus.


"SEKALI LAGI, KATAKAN SIA-(siapa) ...." Belum sempat mengutarakan kalimat, rentangan telapak tangan kiri Donpa yang mengarah ke Lupus, tiba-tiba mengeluarkan Blood Sword dan melesat menusuk jantung Lupus.


Lesatan Blood Sword yang mengarah ke Lupus, tidak dapat dihindari, kecepatannya yang tidak dapat dirasakan, seolah kedipan mata menjadi penutup serangan. Lupus yang terkena serangan Blood Sword tergeletak bersimbah darah hingga tak sadarkan diri.


Blood Sword adalah pedang yang diciptakan dari darah pengguna, bermata satu seperti pedang samurai pada umumnya. Darah yang kental menjadi warna dari Blood Sword, merah kehitaman dari ujung mata pedang hingga ke gagang. Blood Sword seolah tampak memiliki racun yang mematikan, namun tidak ada racun sedikit pun di dalam Blood Sword.


Hanya jutaan bakteri yang berada di dalam Blood Sword, oleh karena itu regenerasi yang dimiliki Lupus tidak dapat berkerja karena luka yang dihasilkan dari Blood Sword membuat jutaan bakteri yang bertemu dengan sel darah Lupus bermutasi hingga menciptakan bakteri baru yang mengakibatkan pembusukan di setiap luka yang terkena Bood Sword.


Satu tebasan Blood Sword sama dengan kematian bagi yang terkena.


Melihat Lupus yang terkena serangan fatal di jantung, membuat Ririn berteriak dari kejauhan. "HENTIKAAN ...!!" Lalu berlari mendekati Lupus.

__ADS_1


"Ririn ..., hentikan." Terdengar suara Sylph dari dalam pikiran Ririn, yang ingin mencoba menghentikannya.


Langkah Ririn terhenti setelah mendengar suara Sylph. "Ke-kenapa ...?" Bingung Ririn dan bertanya.


"Biarkan kedua monster itu bertarung, sebaiknya kau pergi dari tempat ini." Sylph merasakan ancaman besar yang membuatnya memaksa Ririn untuk pergi dari tempat itu secepat mungkin.


Desakan Sylph untuk meninggalkan kedua temannya membuat Ririn ragu. "Ta-tapi ...."


"Tidak ada tapi-tapi, segera tinggalkan tempat ini." Paksa Sylph.


Setelah didesak Sylph, Ririn melihat Lupus yang perlahan berubah wujud.


Tampak mata Lupus menjadi lima, satu tepat di tengah dahi, lalu sepasang mata di bawah mata kiri dan kanannya, sambil berteriak.


"Menarik ... menarik ... menarik ...!!" Teriak Lupus yang terdengar di telinga Ririn.


Ia merasakan tekanan sihir yang keluar dari tubuh Lupus sangat besar hingga membuat Sylph berteriak di dalam pikiran Ririn. "CEPAT ...! TINGGALKAN TEMPAT INI...!!!"


"Ba-baik ...!" jawab Ririn berbalik arah menuju pohon Ensnare.


Lupus berevolusi ke wujud terakhirnya yaitu God Vampir, kekuatan yang diberikan oleh Old Deus sepenuhnya diterima oleh Lupus, menggabungkan kekuatan Lupus dan Old Deus.


Tubuh Lupus memiliki kandungan asam yang tinggi hingga apapun yang disentuh akan meleleh.


"Terima kasih atas kemuliaan mu, wahai Old Deus ...." Teriak Lupus yang merasakan energy besar di dalam dirinya.


Tersenyum menatap Lupus, Donpa berkata, "Kekuatan dunia bawah kau bilang Old Deus ..., huh ... menggelikan."


Segera Donpa melesat sambil mengarahkan pedangnya seolah bersiap menyerang Lupus dengan kecepatan tinggi.


Lupus yang menyadari kedatangan Donpa, melirikkan salah satu dari kelima matanya ke arah Donpa, seolah ia tau dititik mana Donpa akan menyerangnya.


Diwaktu yang bersamaan dengan lirikan mata Lupus ke arah Donpa, seolah kedua batu besar menghantam Donpa dari sisi kiri dan kanan.


Lupus mampu mengendalikan tanah dan bebatuan untuk menyerang Donpa tanpa harus mengucap atau membuat segel sihir.


Hantaman yang kuat dari kedua batu yang berbenturan membuat tubuh Donpa hancur hingga beberapa bagian tubuhnya terhempas dan mengeluarkan banyak darah. Tetapi serangan itu masih belum bisa mengalahkannya, meskipun tubuh dan tulangnya telah hancur.


"Bisa mengalirkan mana tanpa harus menyentuhnya." Dari balik batu besar yang menghantamnya Donpa berkata, "Aku merasa bernostalgia haha ...." Tawa Donpa sambil melepaskan diri dari batu yang menghimpitnya.

__ADS_1


Padahal, beberapa daging dan darahnya terhempas saat batu yang ku lapisi mana itu menghantamnya.


Tapi kenapa tubuhnya sama sekali tidak terluka dan ia masih terlihat baik-baik saja.


Meski sudah sampai ke titik akhir.


Aku masih tidak dapat memastikan makhluk apa dia sebenarnya.


Lupus yang melihat tubuh Donpa seolah tidak terjadi apa-apa setelah hantaman keras dari batu yang dilancarkannya.


Seketika Donpa melanjutkan serangannya.


"BUUAARR ...."


Suara hempasan setelah Donpa melompat dari batu yang menghimpitnya.


Dentuman keras menjadi pertanda Donpa kembali menyerang, segera Lupus mempersiapkan Magic Sihir dengan bentuk empat tangan memegang pedang yang tercipta dari angin.


Kedua tangan di depan dan ke dua tangan di belakangnya, meski tidak menyatu dengan tubuhnya, tangan-tangan itu sepenuhnya dikendalikan oleh Lupus.


Ayunan pedang Donpa di tangkis oleh sihir tangan yang digunakan Lupus, efek yang ditimbulkan saat kedua pedang beradu membuat getaran yang cukup kuat hingga terjadi retakan di tanah sekitaran mereka bertarung.


Serangan Donpa yang tertahan membuat kesempatan bagi Lupus untuk menyerang balik, Lupus melompat menghantam dagu Donpa dengan dengkulnya hingga Donpa terpental ke atas.


Setelah terpental ke atas, sihir lengan Lupus telah menunggu dan langsung menyerang Donpa dengan pedang angin.


Meski tidak memiliki luka yang fatal, karena lapisan Mana Shield yang tebal, Donpa hanya terpental ke sisi kanan, hingga menghantam bebatuan besar dan mengakibatkan suara dentuman yang cukup keras.


Tak sampai cukup disitu, Lupus melanjutkan serangannya dengan menjatuhkan batu-batu yang telah di lapisi mana hingga batu-batu itu menjadi cukup keras, lalu menghujani Donpa hingga menciptakan gumpalan debu yang cukup tebal.


Donpa yang menerima serangan telak dari Lupus membalasnya dengan membuka segel sihir tepat di bawah kaki pijakan Lupus.


Menyadari serangan Donpa, Lupus dengan cepat menghindarinya, dengan cara terbang ke langit-langit lalu memperhatikan segel yang dibuat oleh Donpa.


Sesaat setelah ia menghindar tampak sepuluh rantai keluar dari segel tersebut lalu mengejar Lupus. Setiap rantai memiliki ujung yang tampak runcing dan tajam menusuk beberapa bagian tubuh Lupus hingga tembus.


Empat rantai yang menembus tangan kanan dan kiri, tepatnya dua rantai menembus telapak tangan dan duanya lagi menembus lengannya. Lalu diikuti enam rantai yang mengarah kedua kaki Lupus, tepatnya di paha, tumit, dan telapak kaki hingga tembus.


Lupus yang terkena serangan itu tidak dapat melakukan apapun hingga ia memutuskan untuk memotong kedua tangan dan kakinya untuk melepaskan diri dari rantai itu.

__ADS_1


__ADS_2