New World : Donpa

New World : Donpa
God Vampir


__ADS_3

God Vampir adalah wujud terakhir dari ras Vampir, regenerasi yang dimiliki God Vampir hampir tidak dapat dilukai, meski tubuhnya terbelah, tubuh itu akan menciptakan tubuh baru dalam waktu yang singkat.


Untuk menghindari efek dari Blood Sword, tanpa pikir panjang Lupus memotong kaki dan tangan yang terkena rantai menggunakan sihir lengan. Sebuah sihir berbentuk lengan membawa beberapa senjata, diantaranya sabit, pedang, gada dan tombak.


Meski ia kehilangan tangan dan kakinya, hanya dalam waktu singkat kurang dari satu detik ia dapat menumbuhkan kembali tubuhnya yang hilang.


Dari gumpalan debu yang menutup keberadaannya, Donpa melompat dan terbang kearah Lupus.


Lupus yang lengah tak menyadari kehadiran Donpa, dengan cepat serangan telak dari Blood Sword mengarah ke leher Lupus.


"Duuaaarr ...."


Terdengar suara cukup keras dari tebasan pedang Donpa yang diarahkan ke Lupus.


Seolah menyadari serangannya tak berdampak, Donpa berkata, "Hooo ...?" Tatapan mereka bertemu.


Tebasan yang kuat seolah tidak memberi efek apapun pada Lupus. Blood Sword tampak mengeluarkan asap panas di bagian yang menyentuh leher Lupus.


Tidak ingin melewatkan kesempatan ketika Donpa didekatnya, Lupus meraih leher Donpa dan menggenggamnya.


"Haha ..., apa hanya itu kekuatanmu?" Tawa Lupus sambil mencekik leher Donpa.


Lupus mencengkram leher Donpa dengan tangan kanannya, tampak asap panas seperti uap yang pekat keluar dari sentuhan kulit mereka.


"Aku belum menyadari sepenuhnya, naluri ku juga tidak memberitahukan kekuatan apa saja yang kumiliki saat ini, aku hanya terlalu waspada dan berhati-hati setelah serangan yang ia keluarkan sebelumnya," gumam Lupus sambil menguatkan cekikannya lalu mengeluarkan Magic Force asam yang tinggi di telapak tangan kanannya.


"AAaaaaa ...!!"


Teriakan Donpa bersamaan dengan asam hijau yang membakar tubuhnya.


"Hahaha ..., hanya ini kemampuanmu?" Tertawa Lupus seolah tampak meremehkan Donpa.


Kulit Donpa terkelupas akibat asam tinggi yang membakarnya hingga akhirnya, Lupus melemparnya.


Tak usah terburu-buru.


Aku akan bermain sebentar untuk mengetahui sejauh mana kekuatanku ini.

__ADS_1


"Buaaaarr ...."


Suara hempasan Donpa yang menghantam bebatuan.


"Aaaaa ...!!!"


Meski telah terlepas dari serangan Lupus, asam itu tidak hilang seolah terus membakar Donpa hingga kulit dan dagingnya terbakar habis dan hanya menyisakan tulang.


Donpa yang berteriak kesakitan tampak merentangkan tangan sambil menggeliat.


Melihat Donpa yang menggeliat seolah sedang merapalkan sebuah mantra, Lupus melesat menghampirinya sambil mempersiapkan Magic Force yang ia pusatkan di telapak tangannya.


Tampak telapak tangannya memiliki pancaran sinar hijau kehitaman yang akan ia lontarkan ke arah Donpa yang sedang menggeliat kesakitan.


Tiba-tiba Ririn datang berdiri membelakangi Donpa, seolah bersiap mengorbankan diri.


"Cukup ...!!!" Teriak Ririn sambil mengarahkan kedua telapak tangannya ke arah Lupus.


Ririn menciptakan Magic Force angin yang berbentuk perisai pelindung berukuran 3 meter sebanyak 10 lapis, di setiap lapisannya memiliki ukuran yang berselisih 1 meter. Ririn tidak yakin dengan perisai yang ia ciptakan, apakah mampu menahan serangan dari Lupus. Perisai angin yang menjadi harapan Ririn untuk menghentikan pertarungan mereka.


Cukup mudah perisai angin itu terpecah hingga lapis ke empat.


Dilapis ke tiga hampir mendekati Ririn, perisai itu semakin kuat hingga terjadi gesekan yang cukup kuat.


Deras angin yang mendorong laju Lupus semakin kuat seolah menolaknya dilapis ke tiga, namun lapisan itu kembali pecah hingga lapis ke dua.


Ririn yang menahan sekuat tenaga meminta pertolongan pada Sylph. "Sylph ... tolong ...!!" ucap Ririn sambil mendorong laju Lupus.


Lapisan ke dua pecah, hingga tertahan dilapis terakhir hingga serangan Lupus mengenainya.


"Sylph ... tolong ...!!" Ririn yang meminta pertolongan dari Sylph, sambil berteriak. "Aaaaa ...!!!"


Perisai angin lapis terakhir tampak retak, Ririn terus mendorong Lupus dengan sekuat tenaga, hingga akhirnya Lupus dapat ia lontarkan.


Lupus yang terdorong mundur terbawa angin, terhempas cukup jauh, segera Ririn membuka Magic Force berbentuk gerbang, sihir dimensi yang mampu menyaring kesadaran dan memberikan ketenangan, sebuah sihir yang memberikan angin lembut nan sejuk.


Lupus yang terhempas dan melewati gerbang yang dibuat oleh Ririn tampak tertidur lalu jatuh ke tanah.

__ADS_1


"Uhhuekk .... uhuekk...."


Dari hidung dan mulut Ririn mengeluarkan darah akibat terlalu banyak menggunakan mana.


"Sylph." Panggil Ririn dengan nada rendah seolah meminta pertolongan untuk mengobati Donpa.


"Kau telah kehilangan banyak mana, sebaiknya kau beristirahat," jawab Sylph dalam pikiran Ririn.


Tak menghiraukan ucapan Sylph, Ririn berjalan mendekati Donpa.


"Ba-bagaimana ini," tanya Ririn pada Sylph.


"Jangan menyentuhnya, itu adalah sihir asam, sihir itu akan terus membakar tubuh pria itu hingga tak tersisa sedikitpun," jawab Sylph.


Dari apa yang Ririn lihat, tampak beberapa bagian tubuh Donpa tidak lagi memiliki daging, sebagian wajahnya juga telah kehilangan daging dan kulit hingga tampak tulang di dalamnya.


Donpa yang sebelumnya menggeliat kini tampak terbaring diam tak lagi dapat menggerakkan tubuhnya.


"Blood Rot ...," ucap Donpa.


Seketika tubuhnya meledak kembali seperti sebelumnya hingga mencipratkan darah ke sekitar tubuhnya.


Ririn yang terkena cipratan darah itu menangkisnya dengan memalingkan wajah dan mengangkat kedua tangannya seolah tampak menghalau percikan darah Donpa.


Setelah berbalik, Ririn melihat Donpa kembali berdiri. Seperti tidak terjadi apa-apa ia berdiri dengan tubuh tanpa luka.


"Ba-bagaimana bisa?"


Ririn dibuat bingung dengan kehadiran Donpa yang tampak tak memiliki luka sedikitpun.


"Bagaimana bisa Vampir itu mendapatkan kekuatan Old Fiend," ucap Donpa.


"Ka-kau ..., siapa kau?" Terbata-bata Ririn bertanya setelah melihat Donpa seolah tampak seperti bukan Donpa yang ia kenal.


Melirik ririn, Donpa bertanya, "Spirit yang bagus."


Seketika Ririn tertunduk kehilangan keseimbangan akibat menggunakan mana yang cukup banyak.

__ADS_1


__ADS_2