
Penggunaan Grimoire terbilang cukup mudah hanya dengan membuka Grimoire lalu menyebutkan kata kunci atau mantra, secara instan Grimoire akan mengambil beberapa persen mana pengguna untuk bayaran dalam menggunakan sihir.
Donpa yang memahami penjelasan Blake lalu bertanya, "Jadi ..., kau adalah wujud dari Grimoire ini?" Sambil memegang Bloodthing Wish dan mengarahkannya pada Blake.
"Tepat sekali," jawab Blake tersenyum sambil memiringkan kepalanya menghadap Donpa.
Donpa mengingat kejadian saat Meldanova memanggil Bloodthing Wish. "Saat itu, Meldanova memanggilmu, lalu secara tiba-tiba tubuhnya mengeluarkan darah dari pori-porinya, apa maksudnya itu?" tanya Donpa.
"Oh ..., itu karena ia memaksa memanggilku, sementara aku tidak berniat untuk dipanggil oleh wanita itu, jadi aku meminta darahnya sebagai syarat karena telah memanggilku." Mengepalkan tangan mencoba menjelaskan secara rinci kepada Donpa. "Aku sama sekali tidak menyukai perempuan itu, lagi pula Bloodthing Wish itu adalah nama ciptaannya, aku sama sekali tidak menghiraukannya, jadi setiap kali ia memanggil atau menggunakanku, aku akan selalu meminta darahnya."
"Jadi ..., kau akan meminta darahku juga saat kupanggil?" tanya Donpa.
"Tergantung, jika aku sedang malas dan kau memaksaku, tentu aku akan meminta bayaran haha ....," ucap Blake lalu tertawa.
Donpa yang merasa bingung kenapa Blake tidak menyukai Meldanova, padahal ia adalah Grimoire pertama yang di panggil Meldanova. "Kenapa kau tidak menyukai Meldanova?" tanya Donpa.
Mendengar pertanyaan Donpa, Blake tampak sedang memikirkan sesuatu sambil memejamkan kedua matanya sementara tangan kanannya menggapai bibirnya dengan telunjuk dan tangan kirinya melipat di pinggang seolah sedang menopang tangan kanannya. "Itu karena ..., aku adalah Grimoire tak bertuan, belum pernah ada yang memanggilku kecuali perempuan itu. Terlebih ia memiliki darah yang manis, jadi tak ada salahnya sesekali aku menikmatinya hingga darahnya habis," jawab Blake lalu tampak menahan ucapan yang belum sempat terucap. "Tapi ...."
Menyambung ucapan Blake, Donpa berkata, "Tapi? Tapi apa ...?"
"Perempuan itu seolah tampak merendahkanku, tak memiliki sopan santun, menganggap aku lebih rendah dari nya, seenaknya memerintah, terlebih mengganti namaku ...!" Tampak raut wajah yang kesal, Blake berkata "Memangnya siapa dia itu ..., karena itu aku tidak menyukainya."
"Lalu sihir yang ada di halaman pertama ini adalah sihir Meldanova?" Tanya Donpa sambil membuka lembar pertama Grimoirenya.
"Haa ...? Itu sihirku, aku yang menciptakannya dan dia menggunakannya untuk membunuh beberapa vampir waktu itu." Menjelaskan kepada Donpa dengan nada tinggi menegaskan ucapannya. "Aku tidak sudi perpustakaanku diisi dengan sihir-sihir lemah ...!!"
"Jadi, sihir baru yang kutemukan itu." Menutup Grimoirenya lalu menatap Blake. "Bukan sihir yang lemah kan?"
"Ha ...? Haha, kurasa iya, atau bisa jadi juga ti-tidak haha ...." Terbata-bata Blake menjawab pertanyaan dari Donpa, seraya membuang wajah dari tatapan Donpa, seolah sedang berbohong.
__ADS_1
Perlahan Donpa berjalan mendekati Blake, lalu berdiri di depannya sambil berkata, "Jadi aku orang pertama yang mengisi perpustakaan ini dengan sihir yang kutemukan?"
Blake yang masih membuang wajahnya dari hadapan Donpa, mencoba menjauh dan tampak melirik melihat apa yang sedang Donpa lakukan. "Humm ...." Blake mengangguk menjawab pertanyaan Donpa.
Donpa tampak berjalan mendekati Blake lalu berkata, "Jadilah rekanku seumur hidup, Blake." Mengulurkan tangan seolah meminta Blake berjabat tangan dengannya.
Blake tampak diam tak menghiraukan Donpa, hanya melihat telapak tangan Donpa yang menjulur ke arahnya.
"Aku tidak menganggap kau lebih rendah dariku dan aku tidak menganggap kau lebih tinggi dariku. Hanya saja, dunia ini terlalu luas untuk ku hadapi sendirian, kau lebih tau tentang itu dari pada aku, aku tak meminta banyak darimu, hanya bimbingan dan bantuan dari mu, Blake ...." ungkap Donpa, dan masih mengulurkan tangannya ke Blake.
Blake tampak diam melihat telapak tangan Donpa lalu melirik ke arah wajah Donpa, dan berkata, "Tapi, jika kau ingin darahku sebagai gantinya, ambilah darahku sepuasnya dan pastikan darahku habis olehmu bukan oleh makhluk lain."
Mendengar ucapan Donpa, hati Blake tergerak lalu berkata, "Itu artinya, kau bersedia mati di tanganku?"
"Tentu, dan pastikan aku tidak mati di tangan makhluk lain," ucap Donpa sambil tersenyum menatap Blake.
Mendengar ucapan Donpa, Blake pun tersenyum lalu menepis telapak tangan Donpa. "Tak perlu jabat tangan, gunakan lah Grimoire ini sesukamu."
"Dengan kematianmu ada di tanganku? Apa hubungan itu bisa disebut sebagai rekan atau pertemanan haha ...," jawab Blake lalu tertawa menjawab pertanyaan Donpa. "Tentu kau adalah mangsaku, dasar bodoh ...!"
"Terserah kau saja," jawab Donpa lalu memperhatikan sekitar. "Bisa kau kembalikan aku ke tempat asalku?"
"Kau tidak bisa keluar sendiri?" Terkejut mendengar ucapan Donpa membuat Blake tertawa. "Kau sebut dirimu penyihir Grimoire tapi kau tidak bisa keluar dari perpustakaan mu sendiri? Dasar bodoh, hahaha ..."
"Cepat keluarkan aku dari sini!" ucap Donpa lalu memegang kedua pundak Blake.
Blake dengan santai menjawab ucapan Donpa, dengan cara menunjuk ke arah bawah, seketika Donpa terjatuh kembali layaknya orang yang sedang terjun bebas dari ketinggian.
"Sialan kau Blaaakkeee ..., aaaaaaa ...!!!" Teriak Donpa begitu keras lalu tersentak bangun dari tidurnya seperti orang yang kaget saat sedang tidur.
__ADS_1
"Hah ... hah ... hah ..." Hela nafas Donpa yang terengah-engah karena sesak nafas seperti orang yang telah berolahraga berat. "Siall ..., kukira aku akan mati."
Donpa yang tengah terduduk di lantai perpustakaan tersembunyi tampak sedang memegang Grimoirenya di tangan kanan, seketika matanya melirik ke Grimoirenya lalu tersenyum. "Blake."
Sambil berdiri Donpa berkata, "Bukan Bloodthing Wish, tapi Blake ..., Grimoireku adalah Blake."
Donpa melanjutkan kegiatannya, ia mencoba mempersiapkan Blender Portable yang ia dapatkan di Reruntuhan Kota dengan tenaga baterai. Ia berencana menghaluskan buah Ensnare dengan blender itu agar menjadi cairan yang dapat diminum layaknya seperti potion di dalam game. Ia mempersiapkan beberapa botol kecil dari plastik yang menyerupai tabung agar dapat dibawa dengan mudah.
"Nah ..., dengan begini jadi lebih mudah," ucap Donpa sambil mengangkat jus buah Ensnare yang ada di dalam botol tabung kecil kurang lebih satu jengkal, dengan panjang 20 cm.
Donpa menamai jus itu dengan nama. "Bio potion, kurasa cukup simpel," ucap Donpa sambil meneruskan kegiatannya memperbanyak potion penyembuhan.
Setelah cukup banyak potion yang ia buat, Donpa menyusun potion itu ke dalam ranselnya. Lalu kembali menjelajahi isi perpustakaan tersembunyi milik Meldanova.
Cukup banyak buku-buku di dalam sana hingga ia terhenti sesaat melihat sebuah buku yang memiliki sampul mirip kepala Chimera berkepala singa.
Donpa yang penasaran mengambil buku itu lalu membukanya. Seperti biasanya buku itu tidak dapat ia baca dengan mudah hingga ia harus kembali berkonsentrasi menggunakan mana untuk menerjemahkan isi buku itu.
"Hooooaaammm ...," tampak Donpa sudah menguap, setelah beberapa jam membaca buku itu.
Hari mulai larut, Donpa yang sudah mulai lelah menutup buku bacaannya lalu beristirahat.
"Kurasa cukup sampai di sini, aku sudah lelah." Beranjak pergi meninggalkan perpustakaan, Donpa berjalan menuruni anak tangga yang melingkar menuju lantai dasar di mana dapur berada.
Ia mencoba memasak makan malam sendiri lalu membawanya ke kamar tempat ia beristirahat, tepatnya di lantai 4 pintu ke 6 dari tangga.
Sambil menikmati makan malamnya, ia duduk di depan jendela yang menghadap keluar.
Jika perempuan itu kembali.
__ADS_1
Apa yang harus kuperbuat?
Donpa seraya termenung di dalam kamar menatap langit malam dari balik jendela pohon Ensnare.