
Usai mengusir Aleris dan keponakannya, Arran kemudian mengajak Rhea untuk makan malam di Griya Tawang. Bukan main girangnya Rhea saat diperlakukan dan dijamu istimewa oleh Arran. Ia tak berfikiran yang aneh atau merasa curiga mengapa Arran tiba-tiba berubah sikap dengan cepat.
"Malam ini akan menjadi malam yang spesial untuk kita berdua. Aku telah menyiapkan makanan yang paking istimewa untuk kita santap. Malam ini adalah malam perayaan keberhasilan kita dalam mengambil alih kekayaan keluarga Lysander." Ucap Arran sambil tersenyum puas pada Rhea.
"Kau benar. Aku tak menyangka jika selama ini kau hanya berpura-pura meninggalkan ku. Ternyata semua itu hanya rencana. Baguslah, aku sudah duga jika kau tidak akan berpaling dengan mudah dariku Arran." Ujar Rhea.
"Tentu. Kau adalah satu-satunya wanita yang ada di hatiku. Tidak ada yang bisa mengubahnya." Arran lalu memegang lengan Rhea dengan romantis.
"Aku cukup tersanjung mendengarnya." Rhea tersipu malu.
"Sekarang, nikmatilah makan malam istimewa ini." Arran lalu mengangkat sedikit gelasnya ke arah Rhea.
"Bersulang untuk keberhasilan kita." Ujar Arran.
"Bersulang." Mereka lalu menyantap makan malam yang mewah itu.
"Arran, kau masih belum menyingkirkan keluarga Lysander sepenuhnya. Kau masih punya garis waris. Anakmu, meski dia perempuan, dia masih bisa mengkalim kekayaanmu dan kekayaan Kakek." Ucap Rhea ditengah makan malam.
"Tenang, Kakek memakai hukum agama dalam hal warisan. Karena anak itu dari hubungan kami sebelum nikah, jadi dia tidak berhak mendapatkan warisan dariku. Bahkan jika suatu saat dia menikah pun bukan aku walinya. Jadi, dia tidak akan bisa merampas kekayaanku. Lagi pula aku sudah mengancam wanita itu agar tidak menuntut hak waris pada anaknya. Aku bilang padanya aku mau mengakui anak itu sebagai anakku dengan syarat dia tidak akan mendapatkan harta apapun dariku." Jawab Arran.
"Baguslah. Wanita itu akan semakin menderita karena sekarang ia tak mendapat apa pun. Tapi aku masih geram, Kakek masih membelanya. Dia diberi fasilitas yang sama denganku. Aku benar-benar ingin segera menyingkirkannya. Padahal kemarin ketua sudah menuruhku untuk menyingkirkannya di pesta malam itu. Tetapi aku tak bisa, ada hal lain yang harus aku tanganni. Akhirnya tugas itu jatuh ke tangan Profesor Meeran, dan pria itu juga malah mengacaukan semuanya." Rhea kini terlihat kesal.
"Aku sudah menduga jika itu adalah perbuatanmu. Padahal jika benar, pasti berhasil." Timpal Arran.
"Aku tak bisa. Kakek tiba-tiba menyuruhku untuk melakukan beberapa pekerjaan penting di perusahaan. Jika aku tidak mengikuti perintahnya maka aku akan di coret sebagai cucunya. Aneh sekali, ia begitu memaksaku waktu itu. Padahal tugas itu bisa diberikan kepada orang lain."
"Apa jangan-jangan Kakek sudah tahu rencana mu?"
"Tidak mungkin. Dia tidak mengetahui apapun soal rencanaku atau sekte rahasiaku. Dia masih mengira kalau aku hanya cemburu biasa pada cucu kandungnya. Padahal sebenarnya aku ingin menyingkirkan cucunya untuk selamanya."
"Kelak dia akan mengetahuinya."
"Ya, tapi setelah semua rencanaku berhasil. Tapi, ngomong-ngomong, kenapa kau malah menggagalkan rencana pelenyapan Hera di pesta malam itu. Jika kau tidak berulah dengan sistem keamananmu pasti rencanannya berhasil."
"Aku terpaksa harus melakukannya. Ada perjanjian yang harus aku lakukan saat menikah dengan wanita itu. Salah satunya adalah surat perjanjian perlindungan dan keamanan dirinya selama menikah denganku. Sangat merepotkan saja."
"Ya, aku mengerti sekarang. Tapi syukurlah, kau sekarang tak perlu lagi melakukannya. Kau sudah mengurus surat perceraian dengan wanita itu kan?"
__ADS_1
"Belum, tapi akan kulakukan secepatnya."
"Baguslah. Lakukan secepat mungkin."
Mereka lalu hanyut dalam perbincangan panjang malam itu. Kebanyakan Arran mengulik dan menanyakan soal sekte rahasia yang diikuti oleh Rhea. Arran kemudian berhasil mendapatkan beberapa informasi penting. Salah satunya adalah bahwa ternyata orang yang akan melenyapkan Aleris adalah Rhea sendiri dan orang yang akan melenyapkan Arran adalah ketua dari sekte itu.
"Tapi tenanglah, usai aku melenyapkan wanita itu aku akan kabur bersamamu. Kita akan pindah ke tempat yang jauh, agar mereka tidak bisa menemukan kita. Kau harus aman." Kata Rhea meyakinkan.
"Kau mengikuti sekte yang rencana terbesarnya adalah melenyapkan ku?"
"Tapi aku tak memiliki tujuan itu. Aku hanya ingin melenyapkan Hera, dan sekte itu menjanjikan hal itu padaku. Aku tak bermaksud untuk melenyapkan mu Arran. Aku bahkan selalu mencoba menggagalkan rencana pelenyapan mu beberapa kali."
"Ku harap ucapanmu benar. Entah siapa yang harus aku percaya sekarang."
"Aku benar-benar mencintaimu Arran, jika tidak mana mungkin aku mau mengikuti sekte semacam itu. Itu semua demi kamu Arran."
"Baiklah, aku sedikit lega mendengarnya. Ngomong-ngomong sekarang sudah larut malam, akan sangat berbahaya jika kau pulang sendirian. Aku akan mengantarmu."
"Baiklah."
Mereka lalu menyelesaikan makan malam itu. Setelah mereka selesai menyantap hidangan penutup terakhir, mereka lalu bergegas pergi.
"Baiklah."
Arran kemudian berjalan ke belakang menjauhi Rhea. Ia kemudian berhenti di dekat kolam renang rumahnya. Ia dengan cepat menelpon kepala keamanan Lee.
"Hallo." Kata Arran.
"Ya Tuan." Jawab kepala keamanan Lee.
"Kau sudah tahu titik nya?" Tanya Arran.
"Sudah Tuan. Di Jalan XXX. Jalan itu memiliki pinggiran jurang yang mengarah langsung ke sungai berarus deras di bawahnya. Aku sudah menyiapkan semua sistem keamanan di sana. Dan tim yang mengawalmu sudah siap di posisi." Jawab kepala keamanan Lee.
"Bagus, aku akan berangkat sekarang." Kata Arran.
"Baik Tuan."
__ADS_1
"Tuut." Telpon kemudian terputus.
Arran lalu kembali menghampiri Rhea. Mereka kemudian bergegas pergi.
"Arran, aku tidak bisa pulang ke rumah. Aku tiba-tiba dipanggil oleh ketua. Jadi, aku benar-benar minta maaf. Aku akan pulang sendiri." Rhea memasang wajah kecewa.
"Aku tidak bisa membiarkanmu untuk pergi sendirian. Bagaimana jika itu adalah jebakan. Ingat! Kau juga keluarga Lysander, kau juga target mereka."
"Dari mana kau tahu?"
"Ayolah, jangan berpura-pura bodoh. Bis saja mereka hanya memanfaatkanmu untuk memberikan informasi terkait keluarga Lysander. Setelah mereka mendapatkan apa yang mereka mau, mereka bisa saja mencampakkan mu."
"Tapi aku harus tetap datang ke sana."
"Dari dulu kau memang keras kepala. Baiklah, aku tetap akan mengantarmu sampai ke pertigaan sebelum jalan xxx. Di sana kau bisa menaiki kendaraan lain yang telah aku siapkan. Sementara aku akan terus menantaumu dari kejauhan."
"...." Rhea masih ragu.
"Ayolah, turunkan egomu sekali saja."
"Baiklah."
"Oke, sekarang kita berangkat." Mereka lalu pergi bersama.
Mereka menaiki mobil yang sama. Arran mengantar Rhea sampai di pertigaan sebelum jalan xxx sesuai rencana. Rhea kemdmudian turun dari mobil.
"Di depan akan ada sebuah mobil yang telah menunggmu. Bergegaslah, sebelum semuanya terlambat." Perintah Arran.
"Baik. Aku pergi sekarang." Rhea lalu keluar mobil.
"Berhati-hatilah." Kata Arran.
Rhea lalu berjalan pergi.
Arran kini juga ikut pergi ke tempat lain. Ia ternyata menghampiri kepala keamanan Lee yang berada tak terlalu jauh dari situ.
"Tuan." Kepal keamanan Lee membukakan pintu mobil.
__ADS_1
"Mereka datang semua. Seperti dari informasi yang ku dapat, malam ini kau dan nyonya Rhea adalah targetnya."
"Bagus. Mari kita selesaikan semuanya malam ini. Aku sudah menunggu selama dua puluh tahun. Kini, saatnya aku yang membalas. Akan ku hancurkan mereka satu-persatu." Ucap Arran dengan ekspresi penuh dendam.