Nikah Kontrak Di Penthouse

Nikah Kontrak Di Penthouse
Membuka Tabir


__ADS_3

"Tuan, apa kau yakin akan melakukan ini? Ku rasa ini terlalu berbahaya. Nyawa anda taruhannya." Kepala keamanan Lee tampak cemas.


"Tenanglah. Aku yakin semuanya akan berjalan sesuai rencana. Kita sudah menyusun semuanya dengan sedetail mungkin. Kita pasti berhasil." Arran tengah memasang baju anti pelurunya.


"Berhati-hatilah Tuan." Kepala keamanan Lee tampak berkaca-kaca.


"Hey, kenapa Anda jadi terharu seperti itu? Tenanglah, aku akan kembali dengan selamat."


"Tuan, aku sudah bersama keluarga kalian sejak tiga luluh tahun yang lalu. Aku masih ingat ketika ayah Tuan yang masih muda mengajariku dan merangkulku menjadi bagian dari keluarga Xavier. Dan aku juga telah menyaksikan bagaimana keluarga Xavier pergi satu persatu. Aku tak ingin menyaksikan hal itu terjadi padamu. Berjanjilah kau akan kembali dalam keadaan selamat." Kepala keamanan Lee kini menepuk pundak Arran.


"Aku berjanji Pak. Aku berangkat sekarang." Arran lalu melangkah pergi.


"Baik Tuan. Aku sudah mengaktifkan semua sistem. Aku akan berada sedekat mungkin denganmu."


"Oke." Arran kini berjalan pergi.


Sementara itu, di tempat lain. Tepatnya di Jalan XXX. Rhea tengah berhadapan langsung dengan ketua sekte. Ketua itu mengenakan topeng hitam dan jubah hitam. Beberapa anggota lain juga berada di tempat itu.


"Akhirnya, kau benar-benar datang juga ya." Ucap ketua sekte.


"Karena kau yang menyuruhku langsung untuk datang ke sini." Jawab Rhea.


"Hahaha. Rhea, Rhea. Kau tidak merasa curiga atau bertanya-tanya mengapa ketua memanggilku selarut ini? Bukankah tidak ada rencana yang harus aku tangani di waktu dekat? Kau tidak berfikir demikian?"


"Mungkin karena ada rencana mendadak yang ketua siapkan."


"Ya, kau benar. Benar sekali. Dan rencana kali ini adalah untuk melenyapkanmu."


Bak disambar petir, Rhea kaget saat mendengar ucapan dari ketua Skete. Wajahnya berubah menjadi cemas.


"Kau memang mudah dikelabui. Sejak awal, kau memang sudah dibutakan dengan api cemburu kepada saudara angkatmu. Kau berniat untuk merampas posisinya yang jelas-jelas tak mungkin. Padahal, sudah menjadi cucu dari keluarga Lysander kurasa sudah lebih dari cukup untukmu. Jika kau tidak berbuat macam-macam, mungkin sekarang hidupmu akan tenang."


"Tetapi sebaliknya, kau malah semakin berambisi untuk mendapatkan hati pewaris tunggal keluarga Xavier. Kau jadi semakin cemburu saat saudara mu yang justru menikah dengan Arran. Ya, walau akhirnya kau kembali di pangkuannya. Tak ku sangka ternyata selera Arran yang sebenarnya adalah wanita bodoh sepertimu. Tapi kalian cocok, sama-sama bodoh. Hahaha"


"Jangan pernah kau berani menghina Arran di depanku!" Teriak Rhea.


"Memangnya kau mau apa?"


"Aku akan menghabisi mu!"

__ADS_1


"Menghabisi ku? Kaulah yang justru akan ku habisi malam ini juga."


"Kau tidak akan bisa menghabisiku!"


"Kenapa? Karena Arran akan datang menyelamatkan mu?"


Rhea kaget saat mendengar itu. Dari mana dia tahu jika Arran akan datang menyelamatkannya?


"Kau pasti bertanya-tanya, dari mana aku bisa mengetahui bahwa Arran akan datang untuk menyelamatkan mu? Karena aku telah menangkapnya!"


"Apa?"Rhea syok.


"Bawa dia kemari!" Ketua sekte berteriak.


betapa kagetnya real saat melihat Arran yang dibawa paksa oleh dua anggota sekte dengan keadaan babak belur.


"Arran?" Ucapkan Rhea dengan kaget.


"Maafkan aku Rhea, aku gagal menyelamatkanmu." Arran tertunduk lesu.


"Kau lihat! Tidak ada yang bisa mengalahkanku. Bahkan seorang Arran Xavier sekalipun. Sekarang karena kalian semua sudah kumpul di sini. Aku akan menghabisi kalian secara bersamaan. Hahaha."


Tak lama muncul beberapa gerombolan yang menyerang para sekte. Tetapi, sekte juga tidak kalah. Mereka ternyata telah mempersiapkan semuanya dengan matang. Termasuk kemungkinan penyerangan seperti ini. Meski gerombolan itu dibekali senjata, para sekte juga berbekal senjata dengan anggota yang jauh lebih banyak. akhirnya pertempuran antara dua kelompok pun tumpah.


Arran mencoba melawan dua orang yang menahannya dengan sisa tenaganya. Sementara Rhea dicekal oleh dua orang dari anggota sekte. beberapa anggota sekte tumbang karena senjata yang digunakan oleh gerombolan itu sangat canggih. Tetapi lama-lama belum bulan itu juga ikut tumbang karena jumlah anggota sekte yang lebih banyak. Tak disangka ternyata sekte itu juga di backup oleh salah satu jenderal berbintang dengan beberapa pasukannya. Akhirnya gerombolan yang melawan para sekte pun kalah. Termasuk kepala keamanan Lee yang menjadi pemimpin pasukan.


"Beraninya kalian menyerangku dari belakang." Ucap ketua sekte.


"Untung saja semuanya telah ku perhitungkan dengan baik."


"Sekarang giliranku untuk menghabisi kalian satu persatu." Ketua sekte itu kemudian mendekati Arran yang kondisinya hampir tak sadarkan diri.


Ketua sekte itu mengeluarkan senjata dari sakunya. Ia kemudian menjambak rambut Arran dan mengangkatnya sedikit ke atas. Sebuah pistol kemudian ditodongkan ke pelipis kepalanya.


"Jangan kau coba sakiti Tuan Arran!" kepala keamanan Lee berteriak dengan kondisi tubuhnya yang juga sudah lemah.


"Diam kau! Habisi dia!" ketua sekte menyuruh beberapa orang untuk menghabisi kepala keamanan Lee.


Kepala keamanan di kemudian dipukul habis-habisan oleh dua orang dari anggota sekte. Kepala keamanan Lee kemudian jatuh tak sadarkan diri.

__ADS_1


"Jangan!" Teriak Arran lemah.


"Diam! Sekarang giliranmu untuk ku habisi!" Ketua sekte itu pun menembakkan peluru ke pelipis Arran. Arran langsung tak sadarkan diri. Darah langsung keluar dari kepalanya.


"Tidaaaaaak!" Ayah menjerit melihat Aran yang sudah ditembak.


"Hahahaha! Sekarang semua keluarga Xavier sudah ku tumpas habis. Kini seluruh kekayaannya milikku. Hahaha!" Ketua sekte tertawa puas.


"Glory! Glory! Glory" teriak semua anggota sekte.


Tiba-tiba entah dari mana, terdengar suara sirine yang memekakan telinga. lalu muncullah para anggota tentara dan kepolisian yang mengepung tempat itu. Para anggota sekte mencoba kabur tetapi semuanya terlambat. seluruh anggota kepolisian dan tentara sudah mengepung mereka dari semua arah.


Lalu muncul sesosok pria yang tak lain adalah Kakek Lysander. Ya ditemani oleh seorang jenderal kepolisian dan panglima tentara. Kakek yang melihat kepala keamanan Lee dan anggotanya yang telah ditumpas habis juga Arran yang kini dalam kondisi tak sadarkan diri langsung panik. Kakek langsung menghampiri Arran.


"Tidak! Ini tidak mungkin! Sadarlah nak! Bangun! Kau sudah berjanji padaku akan selamat!" kakek menangis sambil merangkul tubuh Arran dan mencoba membangunkannya.


"Medis cepat kemari dan bawa dia ke rumah sakit!" Panglima tentara yang berada di samping kakek berteriak.


Beberapa anggota medis pun segera membawa Arran dengan tandu ke ambulans. Sementara itu semua para anggota sekte kini diborgol oleh anggota kepolisian. Anggota kepolisian kemudian membuka semua identitas para anggota sekte. Semua orang yang menyaksikan nya sangat kaget. Polisi membuka identitas ketua sekte yang pertama.


"Nyonya Rowena. Anda ditahan karena kasus jual beli narkotika tingkat international yang dioperasikan oleh anggota sekte kalian. Juga kasus pembunuhan berencana pada Nyonya Xavier, nyonya dan Tuan Lysander muda 20 tahun yang lalu. Juga kasus pembunuhan Tuan Xavier 8 tahun yang lalu. Serta kasus percobaan pembunuhan pada Tuan Arran. Bawa dia ke kantor polisi." Ucap polisi itu.


Polisi kemudian membuka identitas anggota yang kedua. Ia adalah Tuan Elson.


"Tuan Elson, Anda ditahan atas kasus penggelapan uang perusahaan Armor Group yang sebelumnya dilayangkan pada Tuan Putra. Juga kasus pembunuhan Tuan Putra yang ternyata dibunuh oleh anda bukan Tuan Satya Lysander. Kemudian kasus jual beli narkotika tingkat internasional, kasus pembunuhan Nyonya Xavier, Nyonya dan Tuan Lysander 20 tahun yang lalu serta keterlibatan anda dalam kematian Nona Abigail. Bawa dia." Ucap Panglima kepolisian.


"Panglima Wijaya, Anda juga akan dipecat secara tidak terhormat karena telah ikut dalam rentetan kasus ini dan menutupi kasusu pembunuhan 20 tahu yang lalu." Panglima kepolisian itu juga ikut meringkus anggota kepolisian yang terlibat dalam kasus ini.


Kepolisian akhirnya membuka semua identitas para anggota sekte. Yang tak lain adalah Zielle (anak Rowena), Tuan dan Nyonya Kim, Nyonya Elson, Suster dari mendiang Tante Lira dan beberapa orang berpengaruh lainnya.


"Terimakasih bung telah sudi membantu keluargaku." Ucap Kakek pada panglima polisi dan Jendral Tentara yang tak lain adalah temannya waktu bersekolah.


"Kamilah yang harua berterima kasih. Kasus ini kasus kelas kakap, sangat sulit untuk membongakrnya mengingat banyak orang penting yang terlibat. Tetapi berkat bantuan dari Bung Adi akhirnya kami bisa mengungkapkannya. Walau perlu waktu sampai berpuluh-puluh tahun. Kami juga minta maaf atas keterlambatan kami dalam mengusut kasus ini." Ucap Jendral Tentara.


"Tidak apa. Yang penting sekarang semuanya telah berakhir. Aku kini hanya perlu mencemaskan kondisi menantuku. Semoga dia baik-baik saja." Kata Kakek.


"Ya Bung, kami ikut berduka cita atas bencana yang menimpa keluarga Bung Adi. Semoga semuanya cepat berlalu."


"Aamiin."

__ADS_1


__ADS_2