
Dunia kita terbagi menjadi dua, terletak dalam satu koordinat yang sama namun berbeda dimensi. Jika kita menyebut dunia kita adalah Bumi, maka mereka menyebut dunia mereka dengan sebutan Kana. Orang-orang yang tinggal di Kana, semuanya terlahir dengan kekuatan sihir. Meski masih banyak hewan, pepohonan dan, jangka waktu usia kehidupan yang sama dengan kita, namun di sana juga hidup sekelompok peri dan sebagian pepohonan aneh yang berwarna-warni. Kana lebih nampak seperti cerminan dunia kita pada jaman raja-raja jawa. Keraton dan semua bangunannya kuno. Namun, salah satu perbedaannya adalah: Mereka tidak menggunakan bahasa adat seperti yang kita tahu, bahkan bahasa Indonesia atau bahasa lain yang pernah kita dengar, Kana memiliki bahasanya sendiri.
Di sana juga tidak ada teknologi yang canggih seperti di dunia kita saat ini. Itu dikarenakan sihir bisa menggantikan segala teknologi di dunia kita. Misalnya: Jika kamu ingin tidur dengan kamar yang sejuk, kamu tidak memerlukan pendingin. Dengan kekuatan sihir yang sudah berada di dalam darahmu, kamu bisa merubah suhu di sekitarmu dengan mudah. Itulah yang menjadikan benda-benda canggih seperti di Bumi kita tidak dibutuhkan di Kana.
*
Ada tiga unsur yang mempengaruhi kehidupan di Kana. Sihir, cinta dan batu Metta. Lalu dari ketiga unsur tersebut, terbentuklah sebuah hukum yang paten. Sihir mengalahkan cinta, cinta mengalahkan batu Metta dan batu Metta mengalahkan sihir. Batu Metta sendiri adalah batu berbentuk Kristal berwarna hijau dan bercahaya. Batu Metta terbentuk dari jasad peri yang sudah mati dan telah lama berada di dalam tanah.
Konflik:
__ADS_1
Sekitar dua ratus tahun yang lalu, Kana dikuasai oleh seorang ratu sihir yang sangat kuat. Dia bernama Larem, Larem menguasai tujuh puluh persen daratan di Kana. Membawa perang dan menyebarkan wabah penyakit ke segala penjuru Kana dalam ambisinya untuk menguasai wilayah. Kekuatan Larem sangat mengerikan, dia bisa
mendatangkan badai dengan mudahnya untuk menyapu sebuah desa.
Hingga suatu hari, ada seorang wanita pandai besi yang bernama Aulia. Aulia menciptakan sebuah keris dari batu Metta. Keris itu memiliki kekuatan untukmenangkal sihir. Keris berwarna perak dan cahaya hijau dari batu Metta yang memanjang di tengahnya. Namun, Aulia menghilang seketika keris itu berhasil dibuat. Rumor mengatakan bahwa, Aulia adalah utusan Tuhan, dia menciptakan sebuah senjata untuk menyelamatkan kehidupan di Kana, lalu tubuhnya dibawa kembali ke langit.
Tidak lama kemudian, keris itu mendapatkan tuannya, Arka, seorang pria kesatria yang melawan Larem. Dengan Keris itu, untuk pertama kalinya Arka dan pengikutnya bisa melawan kekuatan sihir sang ratu. Dalam peperangan, Larem berhasil tersudut di bawah pohon Hirena, sebuah pohon besar dengan daun berbentuk bintang dan berwarna emas. Seluruh sekutunya bersorak bahagia atas kemenangan besar di depan mata. Namun, sebelum kepala Larem terpenggal oleh keris milik Arka, ratu keji itu mengucapkan sebuah kutukan.
"Putri raja yang lahir di hari Aloan, dia akan mewarisi kekuatanku. Dia akan membawa bencana. Ibunya akan bunuh diri, ayahnya akan bunuh diri, semua orang yang dia cintai akan terbunuh. Dan aku akan hidup di dalam darahnya!"
__ADS_1
Sraaassshh! Arka menebaskan keris yang diberinya nama Lonat. Tebasannya memenggal kepala
ratu Larem dan batang dari pohon Hirena.
Setelah peperangan itu, Kana terbagi menjadi sembilan kerajaan. Salah satu kerajaan terbesar di Kana adalah Tronatu, Tronatu dipimpin oleh Arka sebagai raja. Atas kesepakatan bersama, Tronatu juga memiliki hukum yang bisa mengatur kesembilan kerajaan. Semua orang di Kana hidup damai tanpa adanya ratu Larem.
Dua ratus tahun setelahnya, di daerah pegunungan Nalemja, sebuah kerajaan bernama Areyan
menjadi pusat perhatian dari kerajaan-kerajaan lain. Seorang putri raja terlahir di hari Aloan, beritanya tersebar saat usia putri itu belum genap sembilan tahun. Alhasil semua petinggi baru dari kesembilan kerajaan, mengadakan rapat yang bertempat di keraton Tronatu. Lalu keputusanpun dibuat, sebuah perjanjian tertulis yang menentukan nasib sang putri. Jika, salah satu perkataan dari kutukan Larem terjadi, maka sang putri akan di hukum mati.
__ADS_1
Lalu kemarin, sebuah bola kaca melesat masuk ke bumi dari lubang portal yang berasal dari Kana. Sebuah bola
kaca kecil yang berisi tubuh sang putri malang dari kerajaan Areyan, Niken Areline.