Obsesi (Nikah Siri)

Obsesi (Nikah Siri)
Bos dan sekretaris


__ADS_3

Ttuk ttuk ttuk


           Suara langkah kaki berderap beriringan dengan suara orang yang berlalu lalang. Semua karyawan sudah turun ke lantai pertama sebuah kantor, siap menyambut pemilik baru perusahaan mereka. Pintu otomatis terbuka, dan masuklah pria tampan dengan setelan jas necis yang pas dengan tubuhnya. Diikuti pria dibelakangnya yang tak kalah keren.  Semua karyawan menunduk hormat dan menyambut bos baru mereka.


“Selamat datang Pak Darren … ,” ucap para karyawan serempak.


“Terimakasih sambutannya. Mari bekerja dan memberikan yang terbaik!” jawab Darren berwibawa disertai senyum yang hangat.


“Baik Pak Darren!” balas semua karyawan dengan bersemangat. Sebenarnya mereka heran dengan akuisisi yang terjadi pada tempat kerja mereka. Karena saat ini, perusahaan dalam kondisi  dan performa yang baik.


           Tapi urusan para petinggi siapa yang tahu?


           Darren melangkah menuju ruang kantornya, meninggalkan pagar betis itu dan tatapan terkesima para karyawatinya. Dia tersenyum penuh arti dan tatapannya mengandung tekat. “Aku akan mengejarmu, bersiaplah!” batinnya optimis.


“Nicko, panggil Maharanti kesini,” perintah Darren kepada asistennya setelah mereka sampai diruangannya.


“Baik … ” Nicko segera meninggalkan ruangan itu. Tak lama dia kembali di ikuti Maharanti dibelakangnya.


             Ranti gugup. Dia tidak tahu alasan bos barunya memintanya untuk menghadap. Dia mengingat-ingat jika saja dia melakukan kesalahan.


"Aduh ... aku ada kesalahan apa ya? Inikan baru pertama kalinya kami bertemu ..."

__ADS_1


“Pak Darren … saya Maharanti, ada yang bisa saya bantu Pak?” Ranti berucap dengan sopan.


“Maharanti, sekarang kamu jadi sekretarisku. Bawa barang-barangmu kesini, mejamu sebentar lagi disiapkan.”


Ranti terkejut. “Maaf Pak, tapi sa-“ belum selesai Ranti bicara, bos tampannya itu sudah menginterupsi dengan mengangkat sebelah tangannya.


“Maharanti Adellin Wisnu. 26 tahun. Lulusan Management Bisnis. Menguasai Bahasa Inggris dan Bahasa Jerman.” menatap Ranti, “Janda?” Darren meletakkan CV yang dipegangnya. “Status bukan hal besar, yang penting kinerja, kan?” tegasnya sambil menatap Ranti dengan yakin. “Mungkin ini alasan kenapa dia hanya menjadi staf biasa. Padahal CV nya sebagus ini,” Darren membatin.


“Baik Pak Darren, kalau begitu saya bersiap dulu. Permisi ….”


              Ranti mengerti, bos seperti Darren memang sulit ditolak. Diapun segera membereskan barang-barangnya dan membawanya ke ruangan Darren. Dengan tekun dia menatanya di meja yang sudah disiapkan untuknya. Kabar kenaikan jabatan Ranti itupun segera diinformasikan kepada semua staff melalui chatt karyawan. Respon mereka beragam. Ada yang suka, ada yang tidak peduli dan tentu saja, tidak suka! Karena sebelumnya Ranti hanya staff biasa dan baru satu tahun bekerja di perusahaan ini.


              Cibiran dan pandangan sinis dari teman kantornya mulai merebak. Di kantin, di lift, dimanapun dia bertemu rekan kantornya, dia akan mendapati hal itu. Ranti tidak ambil pusing, toh dia sudah pernah mengalaminya.


                Perusahaan ini adalah perusahaan ketiga tempat Ranti bekerja. Entah bagaimana, perlahan rekan-rekan kantornya mengetahui jika ayahnya dipenjara. Bahkan meninggal disana. Ironis! Hal pahit itu membuat Ranti dikucilkan dan dipandang sebelah mata di lingkungan kerjanya terdahulu. Rekan-rekannya saling berbisik, dan berkomentar negatif tentang dia. Mereka juga melemparkan pandangan menilai dan merendahkan.


                Frustasi dan menyerah ….


                Ranti memilih untuk resign dari dua tempat kerjanya dahulu. Tapi kali ini, dia berkekad untuk kuat. Ada anak dan ibu yang jadi tanggung jawabnya. Dia harus kuat!


                Jam kerja berakhir. Ranti masih menyelesaikan laporan yang diinginkan Darren. Setelahnya dia pun menuju lift, menunggu pintu lift terbuka dan membawanya turun.

__ADS_1


"Ranti, sekarang kamu jadi sekretaris pribadi pak bos. Selamat ya ….” ucap bu Ester, ketua devisi Ranti sebelumnya.


"Terimakasih, Bu Ester … “ ranti tersenyum, "Mungkin cuman ibu yang memberi selamat,” kata Ranti diakhiri tawa kecil.


"Kita disini untuk bekerja Ranti, kita fokus sama hasil kerja kita saja, ya ... Mereka cuekin aja. Kerja yang baik, oke!” Ranti mengangguk setuju.


           Meski hanya satu orang disisimu, itu bisa menguatkanmu untuk sampai ketujuan.


             Sedikit penyemangat itu menjadi angin segar dan motivasi Ranti untuk tetap bertahan diperusahaan ini. Dalam hati, Ranti sangat berterimakasih pada Ketua devisinya itu. Bu Ester selalu objektif, dia tidak mempedulikan hal yang tidak berpengaruh pada hasil kerja. Dan sejauh ini, Bu Ester pun selalu puas dengan hasil kerja Ranti. Bagi Bu Ester sendiri, Ranti lebih dari cakap. Dengan kemampuannya, dia tidak heran jika Ranti menjadi Sekretaris Direktur.


 


 


**************


Selamat membaca reader....😊


Semoga suka ...


jangan lupa love n like nya ya...😇🙏

__ADS_1


__ADS_2