Obsesi (Nikah Siri)

Obsesi (Nikah Siri)
Pengatur


__ADS_3

           22.06 WIB. Sampailah Ranti dirumahnya.


"Assalamualaikum ... Ma,Ranti pulang ... " Salam Ranti dari luar pagar. Masih di temani mobil Darren meski sang bos tidak keluar dari mobilnya .


" Waalaikumsalaam ... " jawab sang mama sambil membukakan pintu untuk putrinya. Sementara mobil Darren segera melaju setelah mengklakson tanda pamit. Ibu dan putrinya itu pun menunduk tanda membalas salam.


Bu Wisnu :" Tumben sampe malem banget, Nak? itu tadi siapa?"


Ranti : "Bos Ranti yang baru,Ma. Pak Darren, tadi diantar sekalian"


Bu wisnu: "Bawa apa itu?",menyatukan alisnya. "Kamu belanja banyak banget ... dapet bonus?"


Ranti : "Dari pak Darren, katanya biar pantas kalau rapat sama clien," jawabnya sedikiti murung.


            Bu wisnu membantu membawa kantong belanja putrinya dan masuk bersama.


"Jangan begitu ... mungkin niat nya baik. Itu juga rejeki ... jangan sedih gitu," ucap bu Wisnu mencoba menghibur putrinya. Bu Wisnu tahu, putrinya itu tidak suka dengan perlakuan seperti ini. Hal seperti ini melukai harga diri Ranti.


***


      Ranti sudah terbiasa bekerja keras, tidak mau menerima belas kasih dari orang lain. Ranti yang sekarang adalah pribadi yang kuat. Tidak ingin dikasihani. Pandangan merendahkan, cibiran, hinaan, dan sumpah serapah yang di lontarkan untuk keluarganya adalah titik terendah dalam hidupnya. Dia akan bangkit dengan tangan dan kakinya sendiri. Tidak perlu belas kasih siapapun. Dia hanya jadi miskin, bukan jadi pengemis!


***


"Iya, Ma. Ranti istirahat dulu ya, Ma ... capek."


"iya ..."


        Setelah mandi dan mengganti pakaiannya, Ranti merebahkan tubuh rampingnya di samping Zain. Ranti lalu menciumi putranya yang sudah terlelap. "kangen zain ... cowok kecilku udah besar aja," batin Ranti sambil mengelus rambut Zain. Dia memilih tidur bersama putranya malam ini.


Tringggg..


"Besok aku jemput. pakai baju yang sama dengan yang kamu siapkan buat aku," Darren.



"Maaf Pak, tapi besok saya harus mengantar anak saya ke sekolah dulu," Ranti.***



"Bareng aja. Sekalian ... " Darren.***

__ADS_1



"Baik Pak ...*** " Ranti.


Haaaaah ... Ranti mendesah. "kenapa pak Darren jadi gini, suka ngatur".  Ranti geleng2 kecil, tidak mengerti dengan sikap bosnya hari ini .


***


       MPV mewah berwarna hitam, perlahan berhenti di depan Ranti yang sudah siap berdiri menunggu di depan rumahnya pagi ini. Pintu belakang membuka otomatis, Rantipun segera masuk dan memangku Zain. Mobil mulai melaju setelah pintu menutup sendiri.


"Ma, Zain mau mobil kayak ini, Ma ... " bisik Zain yang dibalas senyuman oleh mamanya.


"Zain suka?" kata Darren yang membuat Ranti sungkan.


"Besok sekolahnya bareng om lagi ya? Pulangnya nanti dijemput om Dani, oke !" lanjut Darren.


Zain menganguk dengan tersipu malu. Zain terlihat sangat gembira. Terlihat dari senyumnya yang lebar meski sudah coba dia tahan.


“Maaf Pak Darren, Zain nanti biar diantar jemputan sekolah saja. ya kan, Zain?" Ranti membujuk putranya sambil mengelengkan kepalanya. Tanda sang mama tidak setuju.


"Iya, Ma ... " Zain menjawab dengan raut kecewa.


"Nanti Dani biar bicara dengan gurunya. Jangan membantah!"


         Sampai di sekolah Zain. Ranti mengantar Zain sampai ke depan pagar dimana disitu ada guru yang menyambut. Danipun ikut turun dan menyelesaikan tugasnya. Lalu melanjutkan perjalanan ke kantor.


***


Dikantor.


"Ranti, mulai hari ini kamu bareng aku berangkat dan pulang kantor."


" ... "


"Pakai lift khusus itu, jangan pake lift karyawan."


"Makan siang dan makan malam kamu bareng aku. Kamu siapin!"


"Pak Darren, maaf sebelumnya. Untuk pengaturan yang lain, saya tidak masalah. Tapi untuk Zain, saya keberatan Pak. Zain adalah tanggung jawab saya, saya akan mengurus dia seperti yang seharusnya. Mohon pak Darren mengerti," tolak Ranti tanpa mengurangi hormatnya kepada Darren.


"Oke! Tidak masalah. Aku mengerti. Tapi kamu ... ikuti pengaturanku," Darren menghela nafas dengan kecewa.

__ADS_1


"Baik pak Darren, terima kasih," Ranti.


          Mereka mulai bekerja seperti biasa. Bos dan sekretaris itu memakai pakaian yang serasi.


          Pasangan?


*****


08.35 WIB ------- Ranti, air mineral dingin.


11.25 WIB ------- Ranti, es teh.


11.35 WIB ------- Ranti, sayur asem sama ikan. Sambel nya juga.


          12.35 WIB mereka melahap makan siang yang segar. Darren sudah pasti menghabiskan hampir semua nya. Jika tak ingat ada Ranti yang juga makan bersamanya. " Kenapa gak makan di resto aja sih..., menu kayak gini juga dimana mana ada." Ranti mengeleng pelan tak habis pikir dengan bos macho itu.


14.00 WIB -------- Ranti, jus sirsat.


15.22 WIB -------- Ranti, permen.


Cengok sesaat. " Permen apa ya Pak Darren?" tanya Ranti kebingungan.


"Biasanya kamu punya permenkan?" Disusul senyum simpul.


"Oh ... iya Pak ... " Ranti lalu merogoh tas nya dan mengambil beberapa permen.


"Ini pak Darren ... " meletakkan di meja pak bos.


Darren memperhatikan permen yang berbeda warna dan rasa. "Biasanya kamu makan yang mana?"


Speechlees ...! Dilanjut cengiran garing."Yang cerri Pak ...."


"Ooouuuhhh ...! job desc aku sebenernya apa sih!?"


 


----------


Semoga readers suka ... 😃


Like , love , rate dan vote nya donggg....😇

__ADS_1


 


 


__ADS_2