
Ricky menuntun Ranti masuk kembali keruanganya di ikuti Nicko, Teddy dan Darren.
"Aku ambilin minum dulu ... "ucap Ricky setelah membantu Ranti duduk di kursinya.
"Mau apa kamu?!" Darren mencekal tangan Ricky.
"Ambil minum ... biar dia le-"
"Keluar! ... Kalian keluarrrr!!" teriak Darren seperti kesetanan. Dia menghempaskan kasar tangan Ricky.
Ricky hanya bisa mendesah melihat kemarahan sahabatnya itu. Dia memandang kedua sahabat lainnya sambil mengkode untuk keluar ruangan bersama.
Sementara Ranti kini tambah ketakutan dengan kemarahan Darren. Dia belum pernah melihat Bosnya meledak seperti ini. Dan kali ini karena dia. Ranti terkejut dan gemetar karena teriakannya tadi. Jantungnya berdetak tak karuan. Tidak bisa berfikir apa yang akan terjadi padanya setelah ini.
Setelah semua keluar, Darren tanpa babibu langsung menarik kasar tangan Ranti, hingga Ranti berhadapan langsung dengannya. Darren mendekatkan wajahnya ke wajah Ranti. Menatapnya tajam membakar tepat kemanik Ranti yang menciut. Dan tangan nya menggengam kuat pergelangan tangan Ranti. membuat Ranti meringis menahan sakit.
"Kamu merayunya? ... Merayu Bre***** rendahan itu?!" Bukan pertanyaan tapi tuduhan yang disemburkan bersamaan dengan kemarahannya.
__ADS_1
"....." Ranti menggelengkan kepalanya. Ketakutannya terpampang jelas dalam mata dan gestur tubuh Ranti yang mengkerut.
"Bang*** itu menyentuhmu dimana?!"
"....." Ranti menggelengkan kepalanya lagi.
"Tidak mau mengaku?!" Kemarahan Darren memuncak. Dia langsung menghentakkan genggamannya kemudian menarik tubuh yang gemetar itu dengan kasar. Tangannya menangkup tengkuk dan pinggang Ranti.
Darren mencium Ranti dengan kasar. Menghisap dan ******* bibir Ranti dengan arogan dan menuntut. Sementara tangannya yang lain memeluk, mengunci tubuh ramping itu.
Ranti meronta. Dia memukul dan menendang sebisanya, berusaha melepaskan diri dari Darren yang dengan buas menyerangnya. Pelukkannya begitu erat seolah mampu meremukkan tubuhnya. Teriakannya teredam mulut Darren yang memaksakan ciumannya. Sampai dia merasa sesak kekurangan oksigen.
"Dia bahkan membawa 20M!" Kemarahan Darren masih belum berkurang. Tatapannya tetap mengintimidasi seolah siap mencabik apapun di depannya. "Bagaimana menurutmu?" Seulas senyum dingin dan gigi yang gemelutuk menutup pertanyaannya.
Ranti tetap menggelengkan kepalanya. Jangankan untuk menjawab, bernafaspun dia sangat kesulitan. hanya bisa menghirup pendek udara dan menahannya nafasnya. Matanya melebar ketakutan dengan pupilnya yang mengecil. Otaknya sama sekali tidak bisa berfikir.
"Heeh.. hee... maka layani aku seumur-hidupmu!" Darren menarik Ranti merapat lagi dan mulai mencumbunya . Memaksakan ciumannya dengan kasar, menggigit, menghisap dan ******* bibir Ranti. Tangannya terus menekankan tengkuk Ranti dan menguncinya agak tidak bisa menghindar. Sedang tangannya yang lain naik dari pinggang ke punggung Ranti, lalu turun lagi dan terus meremas lalu menelusup kedalam kemeja Ranti yang sudah tidak rapi lagi.
__ADS_1
Sakit ... sakit dan ketakutan luar biasa yang Ranti rasakan saat ini. Segala upayanya untuk melepaskan diri tidak berhasil. Teriakannya terus teredam. Ranti memejamkan matanya dan menangis. Air matanya terus turun dan menjadi isakan. Ranti tidak mampu lagi mengguatkan diri dan hatinya menerima perlakuan Darren.
Darren melepaskan ciumannya lagi. "Kenapa? Atau kamu akan menggantinya? Ha!" Cengkraman tangannya pada bahu Ranti semakin menguat dan nafasnya terengah.
Ranti tergugu dalam ketakutan. Dia masih mejamkan matanya dan menangis. "Hentikan ... Ku mohon ... hentikan!" ucapnya lirih hampir tidak terdengar. "Nikahi aku dulu ... kumohon ..." ucapnya masih dengan posisi mengkerut yang sama. "semoga ini yang terbaik ... aku tidak punya pilihan lain." Ranti membatin dengan putus asa.
Darren terhenyak. Tak mempercayai apa yang baru saja dia dengar. "Benarkah? dia bahkan menyerahkan dirinya????". Kembali dari keterkejutannya ,"Ha ... wanita yang berani. Sudah tidak sabar jadi nyonya besar?" Ada kemarahan dalam hati Darren. Bagaimana bisa, wanita ini dengan mudahnya meminta laki-laki menikahinya.
"Tidak ... bukan ... hanya nikah siri. Kumohon ... aku tidak mau berzina!" Ranti benar-benar memohon. Dia sudah membuka matanya dan menatap pria buas di depannya dengan tatapan tak berdaya.
"Baik, kita menikah malam ini juga !"
_______________
Hiks...hiks .. kasian Ranti ..🥺
Yuk klik like nya readers...
__ADS_1
Biar terus up...
Gratis kok .. 😇