Obsesi (Nikah Siri)

Obsesi (Nikah Siri)
Kebetulan yang aneh


__ADS_3

          Perjalan pulang seperti biasa. Macet, bising, debu … sudah menjadi bagian dari kota besar ini. Ranti dengan sabar berjubel bersama ratusan kendaraan lain dijalan raya menuju rumahnya. Ranti ingin segera mengabarkan kenaikkan jabatannya kepada mama dan putranya. Terbayang, betapa ibunya akan sangat bahagia dengan perkembangan karirnya saat ini. Senyumpun terbersit di bibirnya. Ranti melihat melalui sepion motornya. Seperti biasa, BMW X5 hitam selalu ada dibelakangnya. Ranti bahkan sudah hafal dengan plat nomornya.


             Entah sebuah kebetulan atau dia dibuntunti. Mobil itu selalu ada disekitarnya, tiga tahun terakhir. Setiap pagi mobil itu terparkir di dekat sekolah Zain. Lalu mulai bergerak dibelakang Ranti sampai di tempat kerjanya. Tentu mobil itu tidak ikut berhenti, melainkan terus melaju.


             Awalnya Ranti tidak begitu peduli, hanya berfikir kalau teman-teman anaknya cukup kaya. Sampai beberapa hari, minggu dan bulan, hal itu terjadi. Mobil itu ada di belakangnya, berangkat dan pulang kerja.


              Kebetulan yang aneh bukan?


 


*****


                    Zain berteriak kegirangan mendengar suara motor mendekati rumah.


"Mama … mama … mama pulang … ye … ” teriak Zain berulang kali sambil melompat-lompat. Ungkapan bahagia anak 4 tahun pada umumnya.


"Zainn … ” sambut Ranti, “Sudah mandi belum sayang? hemmm … " tanya Ranti sambil menggendong putranya. Ranti menghujani Zain kecil dengan ciuman yang membuat Zain kegelian dan terkikik.


"Udah … udah ma … " Zain meronta, mencoba lepas dari gendongan Ranti yang tak berhenti menciuminya.


                   Setelah makan malam bersama, Ranti mengajak mamanya berbincang.


" Ma, alhamdulillah aku hari ini naik jabatan, Ma,” Ranti menatap mamanya, ”Aku jadi sekretaris bos yang baru,” imbuh Ranti bersemangat dan tak hentinya senyum merebak dibibirnya.


"Benarkah? Alhamdulillah … " syukur Bu Wisnu lalu memeluk putri cantiknya. "Semoga kamu betah, Nak. Yang sabar ya ….” Bu Wisnu mengelus rambut putrinya. "Kita tidak bisa merubah masa lalu, yang terpenting adalah kita saat ini. Kita syukuri apa yang kita miliki saat ini, ya!”


"Iya ma … Bu Ester juga mendukungku. Meski hanya  satu orang, itu sudah sangat berarti buatku ma ….” Bu Wisnu mengangguk setuju.

__ADS_1


"Maafkan mama putriku ... Kamu harus melalui hidup yang berat dan hinaan yang bahkan bukan dosamu …” ucap Bu Wisnu dalam hati.


                Mereka berbahagia bersama. Mereka lalu saling bertukar cerita tentang hari yang mereka lalui.


 


 


 


 


****


"Ranti, kamu siapkan makan siang kita.” Perintah Darren.


             Siang hari mereka makan bersama di ruang itu. Begitulah yang berjalan selama sebulan ini. Selain pekerjaan, Ranti juga menyiapkan keperluan pribadi bosnya itu. Seperti baju ganti yang memang sudah tersedia di ruang pribadi Darren. Ranti yang akan memilihkan pakaian Darren setiap hari. Menu makannya, juga membuatkan minuman. Bahkan kadang, bos tampannya itu minta untuk dimasakkan oleh Ranti.


Darren : "Gimana ibu kamu, sehat?"


Ranti : "Alhamdulillah, sehat Pak.”


Darren : "Zain masih nangis di sekolah?"


Ranti  : "Enggak Pak, kemarin pas lagi berantem aja sama temennya.”


Darren : “Kapan-kapan kalau kita piknik kantor diajak, ya!”

__ADS_1


Ranti : "Piknik kantor? Kapan pak?”


Darren : "Kamu jadwalkan. Bahas aja sama Nicko.”


Ranti : "Oh … oke Pak.”


              Selesai makan siang Ranti merapikan meja dan kembali ke pekerjaannya, begitu juga dengan Darren. Sudah sebulan, Darren masih rajin bekerja dikantor. Semua kebutuhannya Ranti yang mengurusnya. Untuk pekerjaan diluar kantor, entah itu rapat dengan clien, cek lapangan atau hal krusial lain diserahkan kepada Nicko.


               Wajar ... Darren kan bos!


 


****


                Jam 16.00 WIB, saat nya pulang kerja . Ranti sudah menyiapkan pakaian pak Darren di ruang pribadinya. Dia menunggu pintu lift terbuka, kemudian masuk berdesakkan dengan karyawan lain. Sampai pintu terbuka kembali di area parkir dan Rantipun keluar. Dia berjalan santai menuju tempat dimana motornya terparkir. Terdengar suara mobil melaju di jalur keluar mobil. Ranti secara reflek menoleh ke sumber suara. Ranti tertegun. Dia menatap mobil itu sampai menghilang dari pandangannya.


“BMW X5 hitam plat nomor XXBB!” Hingga beberapa saat dia baru tersadar. “Mobil itu ada disini? Di kantor ini?”


 


 


****


Selamat membaca reader.. 😃


jangan lupa love n like nya ya .. 😇

__ADS_1


Semoga suka ....🥰🥰


__ADS_2