
Sepasang mata terbuka perlahan dan mengerjap beberapa kali.
"Mama?, mama kok sudah pulang?," tanya Zain dengan suara serak .
"Engmm ... iya. Mama gak lembur sayang ... " jawabnya dengan suara serak yang sama lalu menciumi pipi putra tampannya dengan bahagia.
"Mama masih ngantuk. Bobok lagi, yuk!"
Zain menggeleng pelan,"Zain lapar ... "
Ranti terkekeh."Zain mau makan apa?"
"Nasi goreng!" jawab Zain dengan ceria.
"Oke boss ... " Tangannya terulur mengacak rambut Zain. Ranti segera beranjak dari tidurnya
" Zain pipis sama cuci muka dulu, ya ... " lanjutnya.
Untuk sesaat, Ranti mengesampingkan perasaanya. Jika bisa dia ingin tengelam dalam kedamaian ini lebih lama. Tapi apa yang harus di hadapi tetap harus di hadapi bukan?
***
Setelah mamanya pulang, mereka berbincang.
"Ranti, Mama merestui pernikahan kalian. Kelak, berusahalah menjadi istri yang baik," Bu wisnu terus membelai rambut putrinya sayang dan menepuk tangannya dengan lembut. Meski restu itu terucap, tetap saja ada kesedihan di hatinya. Bagaimana tidak, untuk pernikahan putrinya, dia bahkan tidak bisa berkata 'berbahagialah'. Jadi apakah ini kebahagiaan?
Meski begitu, hati Bu wisnu sudah tetap. Bahwa Darren yang paling tepat untuk putrinya. Kepribadiannya yang kuat serta dengan kedudukan dan kekayaan itu, pasti mampu melindungi Ranti dari momok masa lalunya. Di tambah dengan cinta. Benar - benar paket terlengkap terbaik untuk putrinya.
"Enmm ... " Ranti hanya bisa tergugu didalam pelukan mamanya. Tak ada kata yang bisa dia ucapkan. Haruskah 'terimakasih' atau 'Aku menyesal'?. Sungguh tak ada kata yang tepat untuk menggambarkan keadaannya.
Dalam doa sujudnya Ranti hanya meminta di berikan kedamaian dalam pernikahannya ini. Bukan 'Bahagia selamanya' atau 'jodoh terbaik' Ranti sama sekali tidak berharap.
__ADS_1
Ding!!
"Acara diadakan di rumahku, jam 9 pagi. Dani jemput kamu jam 6. Semua kebutuhanmu sudah aku siapkan disini. Ingat, jangan terlambat! Dan jangan nagis!" ---Pesan terbaca.
Ranti menghela nafasnya, merasa miris. Bahkan untuk kedua kalinya, Pernikahannya tidak indah berbunga seperti halnya pernikahan jutaan manusia lainnya.
"Pernikahan pertama seperti apa, pernikahan ke dua seperti ini. Lalu apa kabarnya CINTA? Yang dinyanyikan begitu dalam dan di lukiskan begitu tinggi. Yang katanya mampu mengobati juga mampu melukai. Kenapa hanya aku yang tidak merasakan? Sementara manusia lainnya begitu mudahnya 'jatuh cinta'".
Takdir seolah tak adilkan?
***
Nicko terlihat sangat sibuk mengatur para pekerja yang menghias rumahnya saat Darren pulang.
"Gimana? Beres?"
"Sudah Oke. Bajunya di kirim besok pagi, bareng sama team make up."
"Makanannya? Oiya aku mau kue pernikahan 5 tingkat. Temanya, mawar putih."
"Enggak! nggak ada kue!" Nicko menatap mantap Darren. "Kamu mau Ranti nangis waktu motong kue?"
"Haaaahhh ... " Darren mendesah kecewa. Namun akhirnya setuju dengan temannya itu."Oke."
***
"Saya terima nikah dan kawinya Maharanti Adellin Wisnu binti Haris Putra Wisnu dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."
"Gimana saksi,sah? sah?"
__ADS_1
"Sah."
"Sah."
Serta merta haru melingkupi hati setiap orang yang hadir. Sebuah moment sakral. Bersatunya dua manusia. Terikat dalam janji suci untuk hidup bersama. Disaksikan ribuan malaikat. Siapa yang tidak terharu?
Setelah prosesi pernikahan selesai. Rantipun menyalami tangan Darren dan menciumnya.
"Kini dia adalah suamiku ..."
Darren menatap sosok 'Dewi' di depannya, matanya memancar haru dan kebahagian. Hatinya berdesir saat Ranti mencium tangannya pertama kali.
" Sekarang kamu sudah jadi istriku Ranti. Milikku .... "
Semua memberi selamat kepada kedua mempelai yang jelas menampakan emosi yang berlawanan. Darren terlihat bahagia meski sudah berusaha menekannya. Tak ingin terlihat terlalu timpang dengan istrinya. Karena, disisi lain Ranti hanya nampak pasrah. Hanya mengalir mengikuti arus. Sudah pilihannya, mau bagaimana lagi, jalani saja. Setidaknya begitulah dia menguatkan dirinya.
Bu wisnu terus mendampingi putrinya. "Semoga dia yang terbaik untukmu sayang ... "ucapnya. Berusaha menenangkan kegundahan yang mulai muncul di wajah cantik Ranti.
Di satu momen, Darren menitikkan air mata bahagianya dalam rangkulan 3 sahabatnya. Tidak ada kata yang mereka ucapkan. Hanya tepukan hangat di bahu sahabatnya dan merangkul Darren lebih lama. Lalu mereka terkekeh bersama setelahnya.
Sungguh hari yang bahagia untuk seorang Darren.
_____________
Selamat ya Darren, semoga hati ranti segera terbuka untukmu .. 🥰
Yukkk.. dukung dan hargai karya penulis..
Cukup like , love n rate ...
__ADS_1
Terimakasih ... semoga suka ..😇