
Sebagaimana bekerja di sebuah perusahaan, selalu sibuk dengan banyak pekerjaan adalah hal yang wajar. Tapi Ranti tidak mengalaminya. Bahkan dia merasa lebih sibuk saat menjadi karyawan biasa. Karena nyatanya dia hanya mengerjakan laporan- laporan yang sudah selesai dikerjakan datanya oleh orang lain. Pun begitu dengan atasannya. Hanya menandatangani hal yang sudah jelas. Seolah semua hal rumit tentang pekerjaan sudah dikerjakan secara tak kasat mata oleh orang lain.
Ranti hanya menyimpan semua point itu didalam hati. Untuk orang dengan masa lalu seperti dirinya, jelas dia lebih berhati-hati. Rantipun selalubegitu, dia sudah terbiasa lebih peka dengan sesuatu yang kurang wajar.
Begitupun untuk urusan Zain. Saat ini Bu Wisnu yang mengantar dan menjemput cucunya itu sendiri. Memastikan keamanan dan keselamatan keluarganya adalah hal yang utama. Tak ada uang tak apa, asal kan tetap bersama. Bu Wisnu sudah tak lagi membuat kue jajanan dan menitipkannya di pasar. Kini Bu Wisnu sepenuhnya menjaga Zain. Dan lagi, penghasilan Ranti sebagai sekretaris sudah cukup bagi kehidupan mereka.
*******
Kantor. Lantai karyawan.
Beberapa waktu Ranti merasa hanya sendirian yang kerja di perusahaan ini. Bagaimana tidak, dia seharian berada di kantor Darren dan hanya melayaninya. Dengan tidak mudah, Ranti mencari waktu untuk turun ke lantai karyawan meski dia sendiri tidak tau harus mencari siapa. Yang jelas dia ingin bertemu manusia lain yang bekerja di perusahaan yang sama.
Tap ... tap .. tap....
Ranti melangkahkan kakinya perlahan, matanya menyapu ruangan yang ada di depannya. Begitu sibuk, serius, komunikasi yang intens ... sebuah suasana kerja yang sebenarnya, yang diam diam dia rindukan.
"Waaah ... hallo Bu Maharanti ... " Ane, salah satu rekannya di devisinya terdahulu menyapanya. Membuat hampir semua orang di ruangan itu berhenti dari kegiatannya dan melihat ke arah Ranti.
__ADS_1
"Hallo, Ane ... hallo semuanya ... " Ranti membalas salam Ane dan menyapa yang lainnya.
"Tumben, Bu Ranti turun dari singgasana? Ada perlu sama siapa?" Ane.
"Tidak ada. Kebetulan saja mau turun, sekalian mampir. BTW, sibuk banget, lagi ngerjain proyek apa?" tanya Ranti penasaran.
"Jangan bercanda deh ... masa sekretaris si "Bapak" gak tau?. Semenjak Pak Darren memimpin, proyek yang masuk, numpuk! Lihat sendiri,kan?. Banyak orang baru. Sekarang di devisi kita aja ada 5 team. Tapi kerjaan masih banyaak aja ... kapan dapet pacarnya coba ?"
Merekapun tertawa ringan. Meski masih ada beberapa orang yang memandang sinis pada Ranti. Ranti tidak ambil peduli.
"Aa..a.nn!" Panggil Pak Dodi yang sudah jelas keberatan dengan Ane yang meninggalkan tugasnya hanya untuk mengobrol.
Kunjungan singkat itu membawa perasaan bahagia bagi Ranti. Seperti angin segar yang begitu saja menghempaskan kejenuhan dan rasa tertekannya. Dengan semangat baru Ranti melangkah menuju kantornya.
Ranti perlahan membuka pintu yang langsung disambut sengit penuh intimidasi dari Darren.
"Dari mana?"
__ADS_1
"Dari lantai bawah P- "
"Apa aku sudah memberitahumu? kalau kamu juga harus ijin dulu kemanapun kamu mau pergi?. Termasuk meninggalkan ruang kantor! Kamu ketemu siapa barusan? Ada perlu apa?" kata yang meluncur tegas dan menuntut.
"Maaf pak Darren, saya hanya ke ruang devisi saya sebelumnya dan menyapa teman. Apa pak Darren butuh sesuatu?" Ranti mencoba mengalihkan pembicaraan "tidak penting" ini.
Dengan masih memberengut,"Buat kan aku jus" Darren memerintah.
"Baik pak Darren ... " menahan emosi dan berkata dengan halus.
Dengan cepat Ranti memotong apel yang dia cuci dan memasukkannya ke dalam blender.
"Konyol! bahkan aku harus melapor saat keluar ruangan? Ya ampuuun ... kebangetan pak Darren, emangnya aku ini apaan? Apa dia tidak tahu 'Hak Asasi'?" Dengan gemas Ranti membuka tutup blender dan menuang jus ke dalam gelas. Dia menahan rasa kesal dan marah kepada atasannya itu. Lalu menghela nafasnya perlahan, mencoba menenangkan diri.
"Apa hanya perasaanku saja atau memang semua sekretaris mengalami ini?. Kenapa aku merasa dikekang? Ah ... mungkin hanya aku, satu-satunya! Heehhh ... sabar ... demi gaji!"
__ADS_1
****