
Malam yang cerah. Ranti termanggu menatap indahnya bulan dan bintang dari jendela di kamarnya. Ada kegalauan yang perlahan merayap ke dalam benaknya. Meski sudah berusaha dia enyahkan, tapi rasa tidak nyaman itu terus muncul di hatinya.
Aneh! Ya ... kata itulah yang terus terngiang dalam pikirannya. Meski dia sangat mensyukuri jabatannya saat ini. Bahkan ini adalah hal terbaik yang terjadi semenjak 4 tahun terakhir dalam hidupnya. Namun tetap saja perasaan itu tetap muncul. Perasaan tidak tenang, seolah sesuatu akan terjadi.
Ada hal apa yang tersembunyi??? Ranti tidak bisa menemukan jawabanya. Hanya merasa ... aneh!
Saat ini, Ranti merasa lebih mirip pengasuh dari pada sekretaris. Menyiapkan keperluan pribadi, teh, kopi, air mineral adalah hal umum yang dilakukan semua sekretaris tentu saja. Untuk pakaian, emmm ... mungkin asintennya dirumah tidak memuaskan selera fashionnya. Apalagi pak Darren memang masih lajang. Alasannya masih masuk akal.
Tapi ... masak?
Makan bersama? tiap hari kerja?!
Ayolahhh ... itu berlebihankan?!
Belum lagi soal Zain. Bos yang mau mengantar dan menjemput anak sekretarisnya? Tidak adakan?!
Hal- hal itu terus muncul di pikiran Ranti. Mengganggu ketenangannya, terlebih sikap Darren yang seolah semakin memonopoli seluruh waktunya. Dan lagi tempramennya yang sering berubah. Apa dia bipolar?
__ADS_1
*****
Pagi ini berjalan seperti biasa. Pak Darren menjemput Ranti untuk kekantor bersama. Satu lagi tugas baru yang harus di kerjakan Ranti, menemani bosnya itu untuk sarapan. Ranti tidak benar- benar sarapan di kantor tentu saja. Hanya menemani dan menyiapkan keperluan selama bosnya itu sarapan. Menu yang biasa ada di restoran. Entah orang malang mana lagi yang dipaksanya untuk memasak sepagi ini. Ranti bergeleng pelan. Sayang nya itupun tak luput dari pengamatan Darren .
"Kenapa? Ada yang aneh dengan menu makanku?" Darren.
"Ahh ... tidak Pak! Teh nya mau di tambah Pak?" Ranti mencoba mengalihkan pembicaraan tidak nyaman ini. yang sayangnya gagal.
"Kamu penasaran siapa yang masak ini?"Darren.
"Tidak Pak ... Silahkan dilanjutkan dan dinikmati srapannya," Ranti menjawab dengan cepat dan sambil tersenyum. Mencoba acuh dan tidak terpancing dengan nada provokasi dalam pertanyaan bosnya itu.
"Rantiiiii ...!" Panggilan keras Darren mengagetkan Ranti yang baru saja membuka jadwal kerja sang bos.
"Ya pak Darren ... " Ranti segera berjalan dengan cepat.
"Ada apa pak Darren?" Ranti.
"Kenapa dengan bajuku?! Kamu pakai baju itu dan aku pakai baju ini?" tanya Darren yang terlihat jelas menahan rasa kesalnya.
__ADS_1
"Ah ... maaf Pak Darren, Baju saya yang itu belum saya ambil dari laundry. Saya siapkan pakaian bapak yang lain ya, Pak." Ranti dengan gesit mengambil baju yang di pegang Darren. Menggantungnya kembali ke lemari lalu mencari setelan jas dan kemeja yang setipe dengan yang dia pakai.
Setelah beberapa saat mencari ...
"Maaf pak Darren, sepertinya pakaian bapak yang ini belum dikirim ke sini," jelas Rianti saat tidak menemukan setelan jas abu dengan garis-garis tipis yang saling memotong membentuk kotak kecil seperti yang dia pakai.
"....." Darren.
Satu lagi hari kerja yang berat untuk Ranti. Bukan dengan tumpukan berkas, tapi mengatasi kemarahan Darren seharian bukan hal yang mudah juga bukan?
********
Like, love, rate dan vote nya ya readers ...😇
Biar author semangat nge-update ... 😃😃
Note: Gangguan bipolar adalah gangguan mental yang menyerang kondisi psikis seseorang yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang sangat ekstrem berupa mania dan depresi, karena itu istilah medis sebelumnya disebut dengan manic depressive. Suasana hati penderitanya dapat berganti secara tiba-tiba antara dua kutub (bipolar) yang berlawanan yaitu kebahagiaan (mania) dan kesedihan (depresi) yang berlebihan tanpa pola atau waktu yang pasti.
__ADS_1
Sumber: Wikipedia.