Obsesi (Nikah Siri)

Obsesi (Nikah Siri)
Teman Lama


__ADS_3

"Maaf, dimana toiletnya ya mbak ... Maharanti?" tanya Alfin sambil membaca nametag yang tergantung di leher Ranti.


"Ohhh ... mari silahkan saya tunjukkan pak ... " Ranti berjalan keluar ruangan. "Lurus koridor ini belok kanan, nanti sebelah kiri ya pak ... " Jelasnya ramah.


"Oke. Emm ... maaf nih sebelumnya. Anda mirip sekali dengan teman SMP saya. Nona dari keluarga Wisnu kalau tidak salah. Ahh ... saya ingat, namanya juga Maharanti. Apakah benar anda Maharanti dari keluarga wisnu di kota A?" selidiknya dengan ramah dan bersahabat.


          Ranti terkejut. Salah satu hal yang dia takutkan selama ini akhirnya muncul. Yaitu orang-orang dari masa lalunya. Ketakutan mendadak mencuat dari hatinya. Ranti berusaha menekan kembali ketakutan yang mulai merambat ke wajahnya dan hampir tergambar jelas. Selama ini Ranti dan keluarganya sudah menghindar dari mereka, menyingkir sampai ke pinggir kota. Menghindar dari segala sindiran dan hinaan yang sangat menusuk dari mulut para kelas atas. Ranti benar benar takut dan tidak ingin ketenangan yang mereka dapatkan dengan susah payah ini akan menghilang lagi, terjangkau oleh orang-orang dari masa lalunya.


"Ahh ... iya saya Ranti, SMP Harapan,kan?"


"He.. he.. he ... kirain aku salah. Eh, maaf ... gak papa ya, aku ngomong santai gini?"


"Oke ... gak papa."

__ADS_1


           Mereka mengobrol dengan santai sambil berjalan. Ranti adalah pribadi yang selalu bersahaja. Meski kini dia hanya orang biasa, tapi Ranti tetaplah Ranti. Sosok "Nona Muda" dalam dirinya tidak pernah menghilang. Dia tetap anggun, elegan dan mampu membawa diri dengan baik . Tak ayal, banyak pria yang tertarik dengan dia. Selain wajahnya cantik, kepribadiannya juga cantik. Tidak pernah berlebihan. Pengalaman hidup dari pergaulan kelas atas yang keras, harus pandai- pandai menyimpan emosi bukan?


"Hebat ya kamu Ranti. Kamu bisa jadi sekretaris pak Darren ... padahal kamu kan cewek. Waahh ... gak kebayang deh perjuangan kamu bisa sampai posisi ini. Salut!"


"Biasa aja ... kamu terlalu memuji."


            mereka pun terus berjalan melewati beberapa ruangan yang sepertinya kosong dan sampai pada belokan .


"Sepertinya tidak ... " Jawab Alfin yang tanpa sadar mulai mengarahkan Ranti untuk ikut berbelok. Sempat ada keraguan yang berteriak dioataknya. Hanya sesaat, lalu menghilang. Akhirnya Ranti membelokkan arah kaki nya mengikuti Alfin Karena jarak toilet masih cukup jauh.


"Aa.. emmm ... emmmm!" Teriakan Ranti teredam tangan Alfin yang lain. Ranti sangat terkejut sampai tadi membeku beberapa saat.


"Cewek kayak kamu, kalo bukan dengan tubuhmu  mana mungkin bisa sampai di posisi ini ... hemmm?. Aku gak bodoh Ranti. Sejarah keluargamu sudah jadi sejarah negara. Menurutmu, aku tidak tau? Bosmu tidak tau? He.. he.. he ... "Alfin tertawa dingin. Dia semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Ranti.

__ADS_1


           Ranti yang mulai tersadar dari keterkejutannya dan mencoba membebaskan diri. Tapi Alfin mengunci tangan Ranti yang lain dengan tubuhnya.


"Emmm ... emm ..." Ranti memberontak mencoba meloloskan tangan dan tubuhnya dari kungkungan Alfin. Tapi Alfin terlalu kuat untuknya. Semua tenaga sudah dia kerahkan namun seperti tidak berefek pada Alfin.


"Aku sudah naksir kamu dari SMP. Tapi kamu terlalu sombong!. Kamu tidak pernah melihat aku ... karena aku bukan dari keluarga kaya. Bagimu aku tidak terlihatkan?. He.. he.. he ... sekarang biar aku sedikit saja mencicipi kamu". Senyum Alfin seperti senyum iblis. Tubuhnya semakin menempel pada Ranti dan mulai menghimpit. Alfin memajukan wajahnya dan mencoba mencium Ranti yang masih dia bekap.


             Wajah Alfin semakin dekat, dia bersiap untuk melepaskan tangannya dari mulut Ranti dan menggantinya dengan bibirnya. Alfin pun tak ingin suara Ranti menarik orang-orang dalam ruangan itu dan berlari kesini.


 


****


Hiksss.. gimana nasib nya Ranti..???

__ADS_1


Ayooo.. vote dulu ya ..😊


__ADS_2