
"Kenapa kamu melotot kayak gitu ngga terima? Atau kurang banyak?!" Tanya pak Naga dengan sadis nya.
"Ng ngga pak.." Jawab Zahra dengan nada lesu.
"Ya udah sana!" Usir pak Naga.
Zahra jalan keluar kelas dengan jalan yang lemas. Sepenginggalan Zahra tiba tiba Azzam tertawa pak Naga yang mendengar pun sangat kesal.
"Kenapa kamu ketawa? Ngga ada yang lucu!" Ujar pak Naga setengah membentak. Tapi Azzam tetap tertawa hingga membuat pak Naga semakin geram.
"Berdiri kamu!!" Perintah pak Naga sambil melemparkan spidol ke arah Azzam. Azzam berdiri dengan sisa sisa tawanya.
"Keluar kamuuu!!! Lari keliling lapangan 10 kali!!" Imbuh pak Naga membentak Azzam.
Azzam pun keluar kelas dengan senang hati menyusul Zahra di lapangan ia tak tega melihat Zahra di perlakukan pak Naga seperti tadi dengan keadaan Zahra yang memprihatinkan.
Sementara Zahra berlari mengelilingi lapangan sesuai perintah pak Naga. Tak jauh dari lapangan Zidan memperhatikan Zahra ia merasa kasihan dengan Zahra.
Ia menyesal membiarkan Zahra dihukum pak Naga yang sadis. Sedangkan beda dengan hukuman Zidan yang hanya memunguti sampah di sekolah setidak nya hukuman Zidan jauh lebih aman daripada hukumam pak Naga.
Zidan ditugaskan memperhatikan kedisplian sekolah sampai jam 9 pagi jadi zidan masih bisa berkeliaran di sekolah.
__ADS_1
Zidan membelikan Zahra sebotol air putih untuk minum Zahra karena sepertinya Zahra sangat kelelahan.
Tapi saat ia menghampiri Zahra ia melihat Zahra dengan laki laki yang sebelum nya tak pernah ia lihat.
Siapa lagi kalo bukan Azzam yang Zidan lihat. Entah mengapa Zidan kesal dengan Azzam yang dekat dengan Zahra.
Niat nya untuk memberi Zahra minum pun ia urungkan Ia membuka penutup botol mineral yang ada ditangannya lalu menuangkan air putih ke pohon disampingnya dan membuang botol tersebut ke sampah dengan kasar.
"Azzam Lo kok di sini ngapain?" Tanya Zahra.
"Gue dihukum." Jawab Azzam.
"Lah kok bisa emang lu ngapain?" Tanya Zahra heran dengan Azzam yang tiba tiba di hukum juga.
"Gila berani banget loo, ngapain juga kasihan ama gue? gue ngga papa kok." Ucap Zahra.
"Yaa tapi gue ngga tega ama temen gue. Gue temen loo kan?" Tanya Azzam sembari menaikan satu alisnya.
"Ya iya lah lo temen gue." Jawab Zahra.
Tak lama kemudian Salwa dan Tara datang menghampiri Azzam dan Zahra. Azzam dan Zahra dibuat heran ada apa lagi ini ? mengapa mereka juga ke lapangan.
__ADS_1
"Tar, Sal kalian ngapain ke sini?" Tanya Zahra.
"Sialan kita lupa ngga ngerjain PR terus dihukum kayak kalian deh sama pak lampir." Jawab Tara mengejek pak Naga.
"Iyaa nih." Tambah Salwa membenarkan ucapan Tara.
Mereka pun mengobrol dan bercanda ria dengan asyik dibawah pohon rindang lapangan hingga membuat mereka lupa kalau mereka sedang dihukum.
"Bagussssss disuruh lari malah asyik bercanda kayak gini ternyata hukuman lari saya ngga mempan yaa buat kalian!" Ucap Pak Naga mengagetkan mereka.
"Sekarang kalian ikut saya ke perpusaktakaan!" Perintah pak Naga. Mereka pun mengikuti pak Naga hingga sampai di perpustakaan.
"Tulis SAYA BERJANJI TIDAK AKAN MENGULANGI PERBUATAN SAYA seribu kali dikertas ini!!" Ucap pak Naga tegas sambil memberi sebuah kertas lalu meninggalkan mereka.
Mereka pun selesai menulis sesuai perintah pak Naga. Mereka sangat lelah sampai sampai mereka belum istirahat dan makan siang.
Bersambung...
🔘
🔘
__ADS_1
🔘
Makasihhh buat yang udah bacaa.Kalo ada salah kata maafin Author yaa.. jangan lupa like,komen,dan vote yaaa... dukung author biar bisa lebih semangat lagi UP nyaa...hehehe...makasihhh semuaa😀