
Malam ini Zahra mengajak Salwa menggunakan mobil Raffi untuk pergi kesuatu tempat dengan alasan makan makan malam bersama.
"Zahh sebenernya kita mau kemana sihh? Mau makan dimana? tumben banget sih loo ngajak gue makan malem berdua aja. Kenapa ngga ajak Tara sama Azzam?" Tanya Salwa berturut turut.
"Udah loo diem aja napa sihh!" Jawab Zahra tanpa menoleh sedikit pun ke arah Salwa.
"Abis looo ga jelas banget sihh!" Protes Salwa.
Tak lama kemudian mereka sampai disebuah rumah makan dekat pantai. Suasana di rumah makan itu sangat lah romantis. Banyak lilin lilin menyala memenuhi rumah makan itu.
"Zahhh sebenernya ini ada apa sih?" Tanya Salwa.
"Udah loo duduk disini aja yaa...gue mau ke kamar mandi bentar." Ucap Zahra sambil mendudukan Salwa disalah satu kursi.
"Okee jangan lama lama yaa!" Jawab Salwa mewanti wanti.
"Siap!" Balas Zahra mantap.
10 menit kemudian Zahra tak kunjung datang. Dan itu membuat Salwa menjadi gelisah. Akan tetapi tiba tiba saja ia dikejutkan oleh kehadiran orangtuanya.
"Mama?Papa?" Ucap Salwa heran.
Setelah kedua orangtua salwa hadir munculah Zahra yang disusul oleh Raffa,Tara,Raffi,Azzam,Anissa,dan Hasan. Tentu saja Salwa terkejut akan kehadiran orang orang tersebut.
"Kok kalian ada disini? ada apa?" Tanya Salwa sambil berdiri.
__ADS_1
Namun pertanyaan Salwa tidak mendapatkan jawaban. Akan tetapi tiba tiba saja Raffa berlutut dihadapannya dengan menyodorkan sebuah kotak cincin.
"Sal..hal satatazawajuni?" Tanya Raffa menggunakan bahasa arab.
"Maksudnya? apa artinya?" Tanya Salwa cengenggesan.
"Maukah kamu menikah denganku?" Ucap Raffa mengulang perkataannya.
Salwa hanya diam terpaku oleh ucapan Raffa.
"Kalo kamu mau kamu pakek cincin ini. Tapi kalo kamu ngga mau buang aja cincin ini di sampah itu." Ucap Raffa seraya menunjuk tong sampah.
Salwa pun mengambil kotak cincin itu lalu berjalan kearah tong sampah. Semua orang terkejut begitupun dengan senyuman Raffa yang hilang begitu saja.
Salwa membuang kotak cincin itu. Kemudian ia membalikan badan kearah semua orang dengan senyuman indahnya. Lalu ia mengangkat tangan kanannya. Semua orang tampak bahagia karena cincin pemberian Raffa sudah berada dijari manis Salwa.
"Salwa kamu??" Tanya Raffa ragu ragu.
Salwa pun mengangguk anggukan kepalanya tanda ia mau menikah dengan Raffa.
"Maksudnya?" Tanya Raffa pura pura bodoh.
"Iyaa..." Jawab Salwa malu malu.
"Iyaa apa nih?" Tanya Raffa dengan senyum menggoda.
__ADS_1
"Iyaa aku mau menikah sama bang Raffa.." Ucap Salwa lirih tapi tetap didengar oleh semua orang.
Seketika Zahra berteriak heboh dan langsung memeluk Raffa dengan sangat erat. Tentunya Salwa memiliki alasan untuk menerima lamaran Raffa.
Sebenarnya Salwa juga sudah lama menyimpan rasa pada Raffa. Akan tetapi ia tak pernah bercerita pada siapa pun selain Allah SWT. Dan ia juga sangat pandai menyembunyikan rasa tersebut.
"Weeee berhasilll selamat bangg!" Ucap Zahra memberi selamat.
"Iyaa makasih makasih...ini semua juga berkat bantuan kamu dek makasih yaa.." Balas Raffa sambil membalas pelukan Zahra.
Malam ini semua orang tampak bahagia. Mereka pun menikmati hidangan yang telah disajikan dengan penuh keharmonisan.
Bersambung...
Makasihh yaaa para readers semua...
Jujur author seneng banget bisa bikin karya ini. Author harap kalian suka dan bisa menghargai karya author yaaa...
Maaf kalo akhir akhir ini author ngga UP🙏
Bolehh dongg author minta jejak kalian di karya ini dengan cara Vote,Like,dan komen.
Author tuhhh sukaa banget kalo kalian komentar...komentar komentar kalian itu author jadiin semangat buat nulis.. 😅👍
#LoveYouParaReaders..😘
__ADS_1