One Third Of The Night

One Third Of The Night
Zahra pingsan


__ADS_3

"Buat apa?" Tanya Zidan yang tak mengerti akan maksud Azzam.


"Gara gara loo Zahra jadi terluka!!?" Jawab Azzam seraya menunjuk perban luka yang menempel didahi Zahra.


"Maksud loo apaa?! Dia jatuh sendiri." Jawab Zidan tak terima.


Bughh.....(Tinju Azzam di perut Zidan)


"Azzammmmmmmm!!!!!!" Bentak Zahra dengan mata berkaca kaca.


Zahra melihat Zidan sebentar kemudian menatap Azzam dengan tatapan tajam. Zahra membalikan tubuhnya lalu berlari keluar kelas.


Saat Zahra melawati koridor sekolah ia merasakan pusing dan tiba tiba ia mengeluarkan darah dari hidungnya.


"Zahraaaaa!!!!" Panggil Tara,Salwa,Azzam dan Zidan bersamaan.


Zahra pun menoleh ke arah teman temannya. Dan betapa terkejutnya Tara,Salwa,Azzam,dan Zidan saat melihat darah jatuh dari hidung Zahra.


Brukk!!


Zahra jatuh pingsan. Ia lemas tak berdaya. Salwa,Tara,Azzam,dan Zidan sangat panik. Mereka semua berlarian menghampiri Zahra.


"Zahra....Zahraaa bangunn Zahh..." Panggil Tara sambil menepuk nepuk pipi Zahra.


"Gimana iniii????" Tanya Tara.


"Kita bawa Zahra ke rumah sakit. Kita pakek mobil sekolah." Jawab Zidan.


"Ahhh iya bener gue izin ke walikelas kita dulu yaa.." Izin Salwa.


"Iyaaa..." Jawab Tara.


Salwa pun berlari sekencang mungkin menuju Ruang guru. Sesampainya di Ruang guru Salwa langsung meminta Izin pada Bu Vita dan Bu Sinta (Walikelas Zidan).


Setelah mendapat Izin Salwa kembali ke koridor sekolah dengan di ikuti kedua walikelas tersebut.

__ADS_1


"Astagfirulah hal adzimmm Zahra...ayoo buu kita angkat Zahra ke Mobil sekolah." Ajak Bu Vita pada bu Sinta.


Bu Vita dan bu Sinta pun mengangkat Zahra hingga sampai di mobil sekolah diikuti dengan Tara,Salwa,Azzam,dan Zidan.


"Siapa yang bisa nyetir mobil?" Tanya bu Sinta.


"Saya bu." Jawab Zidan mantap.


Akhirnya dengan cepat Zidan mengemudiakan mobil sekolah hingga sampai di rumah Sakit.


▪️▪️▪️


Dirumah Sakit


Bu Vita dan Bu Sinta memboyong Zahra masuk ke dalam rumah sakit.


"Sus..tolong murid sayaaa..." Pinta bu Vita pada salah satu Perawat.


"Iyaa buuu mari kita bawa di UGD..." Jawab Perawat tersebut.


"Susss tolong tangani murid saya yaaa..." Pinta bu Vita.


"Iyaa buu pasti." Jawab Perawat tersebut ramah.


Akhirnya Bu Vita,Bu Sinta,Zidan,dan ketiga sahabat Zahra memilih untuk menunggu Zahra diruang tunggu.


"Buu saya telfon Bundanya Zahra dulu yaa buu.." Izin Tara.


"Iyaa nak.." Jawab Bu Vita.


Tara pun menelfon Anissa. 35 menit kemudian Anissa datang kerumah sakit bersama dengan Vera.


"Mamah!?" Panggil Zidan heran melihat kedatangan Vera bersama Anissa.


Vera hanya menjawab dengan senyuman.

__ADS_1


"Buu Zahra kenapa?" Tanya Anissa pada Bu Vita.


"Zahra tadi pingsan bu...terus hidung nya mimisan." Jawab Bu Vita.


"Yaa allah..." Ucap Anissa lemas. Baru saja kemarin Zahra jatuh sekarang dia pingsan. Anissa merasa bersalah membiarkan putrinya bersekolah.


"Tante maafin Zidan.." Ucap Zidan.


"Tante maafin Azzam.." Ucap Azzam berbarengan dengan Zidan.


"Ohh ini Zidan sama Azzam...Zahra sering cerita tentang kalian ke tante." Ujar Anissa ramah seraya tersenyum ke arah Vera.


Sebenarnya Anissa sudah mengenal Zidan dan Azzam tapi ia pura pua baru mengenal.


"Cerita? Cerita apa tantee?" Tanya Zidan.


"Maafin Zidan tantee..." Lanjut Zidan merasa bersalah.


"Yaa iya lah Zahra sering cerita ke bunda orang dia sukk.." Cerocos Tara terpotong karena mulutnya sudah dibekap oleh Salwa.


"Permisi...orangtuanya nak Zahra ada?" Tanya seorang dokter mengagetkan semua.


"Iyaa saya dokterr..saya Ibunya.." Jawab Anissa sambil mengangkat tangannya.


Bersambung...


🔘


🔘


🔘


Makasihhh buat yang udah bacaa.Kalo ada salah kata maafin Author yaa.. jangan lupa like,komen,dan vote yaaa... dukung author biar bisa lebih semangat lagi UP


nyaa...hehehe...makasihhh semuaa😀

__ADS_1


__ADS_2