
"Zahra kamu mandi dulu yaa nak...Abis mandi dahinya diobatin. Mama siapin yaa air hangatnya malem malem kayak gini harus pakek air hangat." Ujar Vera perhatian pada Zahra.
"Iyaa maa tapi Zahra bisa sendiri kok siapin airnya." Tolak Zahra sungkan.
"Ngga papa." Jawab Vera lalu pergi ke kamar Zahra untuk mengisi air dikamar mandi pribadi Zahra.
"Mata kamu sembab terus dahi kamu berdarah kamu kenapa Zahh?" Tanya Raffi.
"Dasar laki laki bre**sek!" Gerutu Zahra lirih tapi masih didengar Raffi.
"Maksud kamu abang bre**sek?" Tanya Raffi.
"Enggak bukan,bukan bang Afi." Jawab Zahra.
"Terus siapa?" Tanya Raffa penasaran.
"Siapa lagi kalo bukan es kutub ituu! Jahat bangettt masa aku jatuh ngga ditolongin malah ditinggal pergi." Jawab Zahra dengan raut wajah penuh amarah.
"Zidan maksud kamu?" Tanya Raffa.
"Iyaaaaaaa lah siapa lagi kalo bukan dia dasar bre**sek, bre**sek, bre**sek...pakek acara nganterin perumpuan jugaa. " Jawab Zahra terus mengerutu.
"Jadi kamu cemburu terus lari dan jatuh." Tebak Raffa. Dan hanya diangguki oleh Zahra
Semua yang mendengar nama Zidan disebut pun menahan tawa dan senyuman yang sulit diartikan. Termasuk Vera yang baru kembali.
"Zahra udah siapp nakk airnya." Ucap Vera pada Zahra.
"Iyaa Maa makasih yaa.." Jawab Zahra lalu naik dan pergi ke kamar mandi pribadinya dengan mulut yang terus megerutu.
Setelah Mandi Zahra berniat untuk turun mengambil obat untuk dahinya. Tetapi saat Zahra hendak keluar didepan kamarnya sudah ada Vera dengan membawa beberapa obat dan perban.
"Mamaa!?" Panggil Zahra setengah terkejut akan keberadaan Vera.
__ADS_1
"Iyaa tadinya mama mau ngetuk pintu kamar kamu ehh ngga taunya kamu malah keluar dulu." Jelas Vera pada Zahra. Zahra pun mengangguk tanda mengerti.
"Kamu mau ngambil obat kan? ini mama udah bawain." Ujar Vera sambil menyodorkan nampan yang berisi obat obatan.
"Ehh iyaa maa...makasih yaa.." Jawab Zahra seraya menerima nampan dari Vera.
"Kamu bisa?" Tanya Vera.
Zahra pun berfikir sejenak lalu menggelengkan kepala.
"Mama bantu obatin yaa.." Izin Vera pada Zahra.
"Ngga papa ma??" Tanya Zahra sungkan.
"Ngga apa apa lah sayang..kamu kan juga anak mama.." Jawab Vera ramah. Zahra menganggukan kepala tanda setuju
"Ayoo maaa masuk.." Ajak Zahra pada Vera.
"Iyaa.." Jawab Vera.
"Auuhss..." Desah Zahrs menahan perih.
"Perihh yaa..tahan yaa nak..bentar lagi sembuh kok." Tanggap Vera.
"Iyaa mahh.." Jawab Zahra lesu.
"Kamu ini kayak anak tante yang paling kecil." Ujar Vera menyamakan Zahra dengan anaknya.
"Emang mamah punya anak berapa?" Tanya Zahra.
"Dua. Yang pertama laki laki seumuran kamu dan yang kedua adiknya 2 tahun lebih kecil dari kamu." Jawab Vera.
"Oooo...Anak mamah SMA kan? sekolah dimana ma?" Tanya Zahra.
__ADS_1
"Yang laki laki di SMA Islamic School dan yang perumpuan di SMA Tahrim School." Jawab Vera dengan senyuman manis.
DEG..
"Yang laki nama nya siapa maah? kenapa anak mama ngga satu sekolah?" Tanya Zahra penasaran.
"Nanti kamu juga tau sendiri namanya siapa. Mereka pilih sekolah impiannya sendiri." Jawab Vera santai.
"Oke lahh.. kalo yang perumpuan namanya siapa maa?" Tanya Zahra.
"Zafira Putri Fauzi. Biasa dipanggil Fira." Jawab Vera.
"Nama panjang mama sama papa siapa sih?" Tanya Zahra dengan tingkat penasaran yang cukup tinggi.
"Nama panjang mama Vera Putri Lestari. Kalo papa Muhammad Rizal Fauzi." Jawab Vera dengan senyuman yang sulit diartikan.
DEG...
"Jangan jangan..." Batin Zahra menduga duga.
"Anak tante yang laki laki nama belakangnya juga pasti Fauzi kan?" Tebak Zahra dan hanya dijawab anggukan oleh Vera.
"Yaudah kamu tidur gihhh udah malem..ini udah Mama kasih perban luka juga." Ucap Vera.
"Iyaa maa makasihh yaaa..." Jawab Zahra.
Bersambung...
🔘
🔘
🔘
__ADS_1
Makasihhh buat yang udah bacaa.Kalo ada salah kata maafin Author yaa.. jangan lupa like,komen,dan vote yaaa... dukung author biar bisa lebih semangat lagi UP
nyaa...hehehe...makasihhh semuaa😀