
Hari ini hari Senin. Seluruh siswa dan siswi berkumpul dilapangan untuk melangsungkan upacara hari Senin.
"Anak anak minggu depan kelas 12 akan mengikuti ujian nasional. Saya harap kalian murid kelas 12 bisa menghadapi Ujian nasional besok dengan lancar dan hasil yang memuaskan yaaa....amin...." Ucap Kepala sekolah SMA Islamic School.
Setelah upacara hari senin selesai semua murid kembali ke kelas masing masing.
"Kalian nanti kuliah dimana?" Tanya Salwa.
"Mungkin di Universitas Tarumanegara." Jawab Zahra.
"Gue jugaa mau kesitu." Balas Salwa.
"Gue jugaa.." Seru Tara dan Azzam.
"Yeyy sama dong...bisa bareng lagi kita." Ujar Tara.
"Iyaa.." Jawab Zahra.
Sebenarnya Zahra senang ketiga sahabatnya juga akan masuk ke Universitas Tarumanegara. Tapi dalam hati kecil nya ia mencemaskan Zidan.
Ia penasaran dimana Zidan akan melanjutkan pendidikannya. Zahra ingin bertanya pada Zidan tapi ia takut Zidan mengacuhkannya.
Sebab Zidan mempunyai sikap yang dingin. Kecuali dengan keluarga dan Sahabat sahabatnya.
▪️▪️▪️
Sepulang sekolah, Zahra langsung pergi menuju kamarnya ia membersihkan dirinya dan beristirahat. Tepat pukul 16.00 Zahra bangun dari istirahatnya.
Ia mengkuncir rambut nya lalu pergi ke kamar mandi untuk mandi sore dan wudhu. Setelah Mandi sore seperti biasa Zahra melaksanakan sholat berjama'ah dimussolah bersama keluarganya.
Setelah sholat Ashar berjama'ah Zahra memilih duduk bersantai di ruang keluarga sambil memakan beberapa camilan.
"Dekk lihat apa kamuu." Tanya Raffi sambil menyenderkan kepalanya dibahu Zahra.
"Lihat TV lahh." Jawab Zahra ketus.
__ADS_1
"Dekk..." Panggil Raffi.
"Apaa??" Tanya Zahra tanpa melihat Raffi.
"Tara ituu cantik yaaa...baik,lucu,gemesin pula." Ujar Raffi sambil membayangkan sosok Tara.
"Kenpaaa bang Afi sukaa?" Tanya Zahra
"Kayak nyaa.." Jawab Raffi.
"Cieeeee...mau aku bantu nggak?" Tanya Zahra.
"Mau lah. Bentar lagi kamu sama temen temen mu mau lulus.." Ujar Raffi.
"Heem." Tanggap Zahra sambil memasukkan keripik kentang kedalam mulutnya.
"Abang mau ngelamar Tara." Lanjut Raffi.
"Hukkk..hukk.." Zahra tersedak mendengar ucapan Raffi.
"Abang seriuss? abang nggak lagi bercandakan?" Tanya Zahra tak percaya.
"Emang wajah abang keliatan ngga serius ya?" Raffi berbalik tanya.
"Emmm..." Dehem Zahra sambil mengamati wajah Raffi.
"Keliatan serius sihh tapi Zahra ngga percaya." Jawab Zahra.
"Tara lagi ngga deket sama siapa siapa kan?" Tanya Raffi.
"Setau aku sih Tara emang lagi ngga deket siapa siapa kecuali aku,salwa,sama Azzam." Jawab Zahra.
"Okee sipp." Balas Raffi semangat.
"Emang apa yang buat abang mantap buat lamar Tara?" Tanya Zahra.
__ADS_1
"Setiap abang sholat Istikharah yang muncul dibayangan abang selalu Tara. Jadi abang yakin kalo Tara jodoh abang." Jelas Raffi pada Zahra.
"Hmm ok ok emang abang udah bilang ke ayah sama bunda?" Tanya Zahra.
"Belum." Jawab Raffi.
"Sebaiknya abang tanya bilang dulu ke ayah dan bunda. Karena abang perlu Ridho dari kedua orang." Ucap Zahra menyarankan.
"Iyaa.." Jawab Raffi.
▪️▪️▪️
Keesokan harinya, sepulang sekolah Zahra meminta Tara untuk bertemu di Cafe dekat sekolah mereka.
"Assalamualikum Zahh..." Sapa Tara mengucap salam pada Zahra.
"Waalikumsalam..duduk gih." Ucap Zahra memepersilahkan. Dan hanya dibalas anggukan oleh Tara.
"Tumben loo ngajak gue kesini berdua aja. Ada apa Zah?" Tanya Tara.
"Bang Afi mau ngelamar lo." Jawab Zahra to de point.
"Hah!? Serius?" Tanya Tara seraya melototkan mata nya.
"Iyaaa kata bang Afi setelah kita lulus nanti dia mau lamar elo. Elo nggak keberatan kan? Loo setuju ngga?" Tanya Zahra.
"Sebelum gue jawab gue mau cerita dikit ke elu ngga papa kan Zah?" Izin Tara.
Bersambung...
🔘
🔘
🔘
__ADS_1
Makasihhh buat yang udah bacaa.Kalo ada salah kata maafin Author yaa.. jangan lupa like,komen,dan vote yaaa... dukung author biar bisa lebih semangat lagi UP nyaa...hehehe...makasihhh semuaa😀