One Third Of The Night

One Third Of The Night
Di UGD rumah sakit


__ADS_3

"Ahh iyaa ibuu...anak ibu baik baik saja. Dia cuma butuh istirahat yang cukup. Anak ibu terlalu banyak pikiran. Hari ini dia juga bisa langsung pulang." Ujar Dokter itu.


"Tapi anak saya mimisan dok." Elak Anissa.


"Iyaa ndak apa apa buu...siang ini kan panas.. mungkin Zahra kepanasan jadi pusing dan mimisan." Jawab Dokter menenangkan.


"Alhamdulilah kalo kayak gitu terimakasih yaa dokk..." Ucap Anissa berterimakasih.


"Iyaa sama sama bu.." Jawab Dokter itu.


"Dokk apa kami boleh lihat Zahra?" Tanya Anissa.


"Boleh buuu silahkan..." Jawab Dokter itu mempersilahkan.


"Iyaa makasih dokk permisi..." Ucap Anissa.


Semua orang masuk ke dalam UGD kecuali Zidan dan Vera.


"Maah..mama kenal sama ibunya Zahra? mama kok bisa bareng sih?" Tanya Zidan penasaran.


"Mama kan udah bilang ke kamu kalo mama nginep di rumah sahabat mama dan itu ibunya Zahra. Mama udah lama ngga ketemu sama ibunya Zahra." Jelas Vera.


"Ohhh..yaudah maa ayo kita liat kondisi Zahra." Ajak Zidan seraya membalikan badan hendak pergi. Akan tetapi tangannya dicekal oleh Vera.


"Kalo ada Zahra kamu jangan panggil mama yaa...biasa aja." Ucap Vera lalu meninggalkan Zidan.


"Tapi kenapa mah? mah?" Tanya Zidan tapi tak ditanggapi oleh Vera. Zidan bingung tak mengerti maksud Vera.

__ADS_1


Sedangkan di dalam UGD. Zahra sudah di kelilingi oleh orang orang terdekatnya.


"Mamahh..." Panggil Zahra saat melihat Vera masuk menghampirinya. Zidan yang mendengar Zahra memanggil Vera dengan sebutan Mama pun semakin bingung.


"Iyaa nakkk...kamu ngga papa kan?" Tanya Vera seraya memeluk Zahra.


"Ngga papa mahh...Zahra baik baik aja kok cuma agak pusing aja." Jawab Zahra.


"Oh yaa Ayah sama Papa mana?" Tanya Zahra.


"HAH!? Mama, Papa?? Orangtua lo ada berapa sih Zah?" Cerocos Tara.


"Iyaa mama ini sahabatanya bunda. Dan papa suaminya mama, itu sahabatnya Ayah." Jawab Zahra seraya tersenyum.


"Oooo..." Tara dan Salwa membulatkan mukutnya tanda mengerti.


"Zahh maafin gue yaa..." Ucap Zidan dengan wajah tertunduk.


"Gue jugaa minta maaf yaa Zahh.." Lanjut Azzam lesu.


Zahra tersenyum melihat Zidan dan Azzam.


"Iyaa ngga papa udah gue maaafin kok. Jangan berantem lagi yaa gue ngga suka. Pusing kepala gue liat kalian berantem." Jawab Zahra dengan wajah mengemaskan.


"Gimana ngga pusing..orang kamu bingung harus pilih yang mana." Cerocos Anissa. Vera tersenyum mendengar cerocosan Anissa.


"Engg nggak ngapain bingung." Elak Zahra kikuk.

__ADS_1


"Bingung!? Ahh iyaaaa...bhahaha..." Ucap Tara dengan tawa.


"Kenapa Tar...?" Tanya Salwa heran.


Tara pun mendekatkan bibirnya ke telinga Salwa dan membisikan sesuatu. Setelah mendengar bisikan Tara, Salwa pun ikut tertawa.


Melihat kedua sahabatnya tertawa pun Zahra merasa malu. Ia tau apa yang sedang dibicarakan Tara dan Salwa.


"Bu Vita..bu Sinta makasih yaa sudah bawa Zahra kesini." Ucap Zahra berterimakasih.


"Iyaa sama sama Zahra..itu sudah kewajiban kami sebagai seorang guru." Jawab Bu Sinta.


"Kalau begitu kami pamit dulu yaa..mau kembali kesekolah. Zidan sama Azzam ikut kembali kesekolah yaa biar Tara sama Salwa yang disini temenin Zahra." Pamit bu Vita.


"Iyaa bu.." Jawab Zidan dan Azzam kompak.


Bersambung...


🔘


🔘


🔘


Makasihhh buat yang udah bacaa.Kalo ada salah kata maafin Author yaa.. jangan lupa like,komen,dan vote yaaa... dukung author biar bisa lebih semangat lagi UP


nyaa...hehehe...makasihhh semuaa😀

__ADS_1


__ADS_2