
"Ini juga bateraiku tinggal dikit. Mana tadi lupa ngecas. Apa aku telfon Bang Afa yaa?" Tanya Zahra pada dirinya sendiri.
Saat hendak menelfon Raffa tiba tiba Ponsel Zahra mati.
"Waduhh gimana inii.." Ucap Zahra seraya menepuk nepuk Ponselnya.
"Apa Bang Afi masih dijalan yaa? Aku tunggu aja deh." Pikir Zahra seraya menatap jam tangannya yang menunjukan pukul 19.45 Malam.
Setelah hampir 1 jam lamanya Zahra menunggu. Raffi tak kunjung datang sehingga membuat Zahra cemas.
"Udah jam 20.15 malem nihh tapi kenapa bang Afi belum dateng dateng. Dia pikir aku belun selesai kali yaa? Apa aku pulang pakek Taxi aja yaa?" Tanya Zahra menduga duga.
Zahra pun merogoh tas miliknya untuk mencari dompet.
DEG...
"Kenapa bisa ketinggalan sihhhh..." Gerutu Zahra.
Akhirnya mau tak mau Zahra harus berjalan kaki menuju rumahnya. Ditengah perjalanan Zahra melihat Zidan sedang turun mengantarkan seorang perumpuan yang tak pernah ia lihat sebelumnya.
"Siapa ituu?? Astagfirulah hal adzimm...aku ngga nyangka kalo Zidan kayak gituu.." Batin Zahra seraya melihat keakraban Zidan dengan perumpuan itu dari kejauhan.
Jedrerrrr!!!!! (Suara petir)
Tiba tiba hujan turun begitu saja menambah suasana kegundahan hati Zahra. Hati Zahra seperti disayat.
Jauh dari lubuk hatinya Zahra sangat mencintai Zidan tapi entah mengapa sering kali ia juga sangat kesal dengan tingkah laku Zidan.
__ADS_1
Zahra berlari sambil menangis menghadang hujan yang turun deras membasahi sekujur tubuhnya. Tiba tiba Zahra jatuh tersungkur. Kepalanya membentur aspal jalanan. Dahi Zahra mengeluarkan Darah yang cukup banyak.
Tiba tiba Tin!!!Tin!!Tin!!! (Suara klakson mobil). Mobil itu berhenti tepat dibelakang Zahra.
"Zahh loo ngga papa?" Tanya Orang itu pada Zahra.
"Loo ngapain disini?" Tanya Zahra tatapan yang sulit diartikan.
"Gue mau pulang. Terus ngga sengaja liat lo disini." Jawab Zidan pada Zahra.
"Ohh pulang yaa.." Ucap Zahra dengan senyuman getir.
"Dahi loo berdarah..ayoo ikut gue. Gue anter lo ke rumah sakit." Ajak Zidan penuh perhatian.
"Ngga perlu." Jawab Zahra ketus.
"Gue ngga papa udah mending loo pulang! gue juga mau pulang!!! Pergiii!!!!!!" Usir Zahra seraya berteriak.
Zidan tak mengerti mengapa Zahra bersikap seperti itu.
"Yaudah gue pergi. Dibantu malah ngga mau." Ucap Zidan pergi meninggalkan Zahra.
Zahra yang ditinggalkan begitu saja pun langsung menangis sejadi jadinya.
"Dasar laki laki bre***ek!!!!" Ucap Zahra berteriak sambil menatap punggung mobil Zidan yang sudah semakin tak terlihat.
Kemudian Zahra berdiri untuk melanjutkan perjalanannya. Disepanjang jalan Zahra terus menangis hingga tak terasa ia sudah berdiri di depan pintu rumahnya.
__ADS_1
Tok!!Tok!!Tok!! (Ketukan pintu Zahra)
"Iyaaa sebentar.." Ucap Anissa dari dalam Rumah.
"Siap...Astagfirulah Zahraaaaaaa!!!Kamu kenapa nakkkk??Ayoo masukk.." Ajak Anissa dengan kekhawatir akan kondisi Zahra.
Mendengar Anissa berteriak cukup keras semua orang dirumah Zahra pun keluar menghampiri Zahra. Mereka terkejut akan kondisi Zahra.
"Astagfirulah hal adzimm adekk kamu kenapa?" Tanya Raffa cemas dan hanya mendapat gelengan kepala dari Zahra.
"Bang Afi kenapa ngga jemput Ara?" Tanya Zahra.
"Maafin abang dekk tadi abang ketiduran.Terus Hp abang matiin." Ucap Raffi meminta maaf.
"Yaa allah Raffii!!!!!!" Ujar Anissa geram seraya mencubit lengan Raffi.
"Aaahhh ampun bundaaaaa..." Jerit Raffi kesakitan.
Bersambung...
🔘
🔘
🔘
Makasihhh buat yang udah bacaa.Kalo ada salah kata maafin Author yaa.. jangan lupa like,komen,dan vote yaaa... dukung author biar bisa lebih semangat lagi UP nyaa...hehehe...makasihhh semuaa😀
__ADS_1