One Third Of The Night

One Third Of The Night
Terlambat


__ADS_3

Seperti biasa Zahra melakukan rutinitas pagi nya ia berangkat ke sekolah bersama dengan kedua kakak nya.


Entah mengapa hari ini jalanan begitu ramai sehingga terjadi kemacetan yang cukup parah.


Zahra dan kedua kakaknya cemas karena mereka pasti tiba ketempat tujuan terlambat.


"Yaa allah ini kenapa sihhh bang Afii...kok tiba tiba jalanan jadi macet kayak gini ntar Ara telat.Terus gerbang sekolah ditutup." Protes Zahra.


"Mana abang tau dekkk emang nya kamu aja yang telat kita juga telat tauk." Ucap Raffi membalas protesan Zahra.


"Ihhhh apa Ara turun aja yaa terus lari ke sekolah." Ucap Zahra.


"Gilaa kamu dekkk jangann ahhh sekolah juga masih lumayan jauhh kamu juga perumpuan gak boleh pokok nya." Ucap Raffa menaggapi ide gila Zahra.


"Udahh berdo'a ajaa biarr lancaran jalanannya." Ujar Raffi menasehati.


Setelah 1 jam lebih menghadapi kemacetan mereka pun sampai di depan sekolah Zahra dan benar saja gerbang sekolah sudah tertutup rapat.


Karena jam sudah menunjukan pukul jam setengah delapan pagi. Sedangkan Sekolah Zahra masuk pukul tujuh pagi.


Zahra langsung menyalami kedua kakaknya dan turun dari mobil dengan berlarian.


"Pakkkk Budii tolong bukain gerbangnya pakk tolongin saya pakkkk plisssss tadi dijalan macet bangettt pakkkkkk....." Ucap Zahra memohon pada satpam sekolah.


"Gimana yaa neng maaf neng bukannya saya ngga mau bantu eneng tapi saya sudah diperintahkan gini neng maaf yaaa neng..." Jawab Pak Budi. Sebenarnya pak Budi merasa kasihan pada Zahra tapi dia tidak mau berbuat curang.

__ADS_1


"Ayoo lah pakkk plisss zahra nggak bakalan telat lagii..." Ucap zahra sambil mengatupkan kedua tangannya pada pak Budi.


"Buka aja pak gerbangnyaa." Ucap sesorang dibelakang pak Budi. Zahra tak asing dengan suara tersebut dan benar saja itu Zidan.


"Iyaa mass.." Jawab pak Budi. Dia menuruti perintah Zidan. Karena Zidan memang ketua kedisiplian sekolah dan semua yang berhubungan dengan kedisiplinan sekolah adalah tanggung jawab Zidan.


Tapi Zahra tidak mengetahui itu selama ini Zahra terlalu cuek hingga tidak banyak memperhatikan anggota anggota sekolah nya.


Pak Budi pun membuka kan gerbang sekolah untuk Zahra dan Zahra langung masuk ke dalam untuk berterima kasih pada pak Budi lalu menghampiri Zidan.


"Dannn makasihh bangett yaaaaa.." Ucap Zahra berterima kasih.


"Heem." Dehem Zidan datar.


"Kalo gitu gue ke kelas dulu yaa...wassalamualaikum." Ucap Zahra meninggalkan Zidan.


"Lohh mas kok neng Zahra dibiarin gitu?" Ucap Pak Budi yang heran mengapa Zidan melepaskan Zahra tanpa menghukumnya.


"Biarin pak nanti dia juga bakalan ke hukum kok tadi saya liat kelas zahra lagi di isi pelajarannya pak Naga." Ucap Zidan dengan senyuman getir.


"Waduhh mas Zidan sadis bener kan kasian masss neng Zahra nya." Karena merasa kasihan dengan Zahra yang harus kena hukuman sadis pak Naga guru paling killer disekolah mereka.


"Hehehe." Tawa Zidan sinis sekaligus puas menjahili Zahra.


Sementara itu Zahra yang sedang berlari larian menuju kelas nya tiba tiba terjatuh dan lututnya terluka. Rok Zahra juga kotor.

__ADS_1


Tapi dengan segera Zahra bangkit lagi untuk berlari walaupun larinya tak sekencang tadi karena ia merasa perih di kedua lututnya.


Sesampainya di kelas Zahra terkejut bukan main dengan susah payah ia menelan salivanya. Karena Zahra terlambat tepat di jam pelajaran pak Naga. Semua orang yang ada dikelas tersebut melihat ke arah Zahra termasuk pak Naga.


Salwa dan Tara yang melihat Zahra dengan keadaan tersebut pun panik tapi mereka hanya bisa diam melihat Zahra karena mereka tak mau disemprot oleh pak Naga. Zahra masuk kelas dengan wajah pucat ia takut oleh pak Naga.


"Siapa suruh kamu masuk!!" Ucap pak Naga mengelegar membuat tubuh Zahra bergetar ketakutan.


"Darimana saja kamuu kenapa jam segini baru datang??!!" Imbuh nya lagi dengan suara tak kalah menakutkan dari tadi.


"Ma maaf pakk saya terlambat tadi di jalan saya terjebak kemacetan." Ucap Zahra terbata bata.


"Kenapa kamu gagap?!" Sindir Pak Naga. Zahra hanya menjawab dengan gelengan kepalanya.


"Sekarang kamu keluar hari ini jangan ikut jam pelajaran saya kamu lari keliling lapangan 10 kali!" Perintah pak Naga.


Zahra melototkan mata nya karena ia baru saja berlari larian hingga terjatuh dan sekarang disuruh berlari mengelilingi lapangan.


Bersambung...


🔘


🔘


🔘

__ADS_1


Makasihhh buat yang udah bacaa.Kalo ada salah kata maafin Author yaa.. jangan lupa like,komen,dan vote yaaa... dukung author biar bisa lebih semangat lagi UP nyaa...hehehe...makasihhh semuaa😀


__ADS_2