
Malam ini keluarga Zahra sedang bersiap untuk pergi ke rumah Tara. Zahra sangat bahagia kerena sebentar lagi Tara,sahabatnya akan menikah dengan Raffi dan akan menjadi kaka ipar Zahra.
"Busett!!! Gilakkk! Ini beneran loo bang!?" Ucap Raffa seraya memegang kedua bahu Raffi.
"Bukann! ini bukan bang Afi. Bang Afi ngga kayak pangeran. Bang Afi itu buluk,dekil,dan jelek." Tanggap Zahra sekaligus mengoda Raffi.
"Enak aja kalo ngomong!" Ucap Raffi seraya menjitak dahi Zahra. Zahra membalas Raffi hanya dengan juluran lidah dan senyuman manis.
"Yaudah yukk berangkat ntar kemaleman loo!" Ajak Anissa.
"Iyaa bun.." Jawab ketiga anaknya kompak.
💐💐💐
Sesampainya dirumah Tara keluarga Zahra disambut hangat oleh keluarga Tara. Mereka dipersilahkan duduk diruang tamu dan disajikan beberapa camilan dan minuman.
"Udah mbak ngga usah repot repot.." Ucap Anissa sungkan.
"Ngga papa mbak..kan memang udah seharusnya tamu dimuliakan. Apa lagi tamunya bentar lagi jadi keluarga." Jawab Dinda (ibu Tara) ramah.
"Hayooo cari Tara yaa!?" Ucap Zahra memergoki Raffi yang sedari tadi celingak celinguk.
"Hehe tau aja." Jawab Raffi cengengesan.
"Tee..Tara dimana?" Tanya Zahra pada Dinda.
"Di kamar nak." Jawab Dinda.
"Ooo aku ke kamar Tara yaa tee.." Izin Zahra.
"Iyaa nak..sekalian suruh kebawah yaa.." Jawab Dinda.
__ADS_1
"Siap tee.." Balas Zahra lalu pergi ke kamar Tara.
Di depan pintu kamar Tara, Zahra berdiri sambil mengeleng gelengkan kepala melihat tingkah Sahabatnya.
"Woi!" Ucap Zahra mengejutkan Tara.
"Ehhh Zahra udah datang..bukannya salam malah ngagetin kek preman." Ucap Tara seraya menghampiri Zahra.
"Hehe assalamualaikum..kakak ipar..." Salam Zahra sambil menekan nekankan kata kakak ipar.
"Waalaikumsalam adik ipar.." Jawab Tara yang juga menekan nekankan kata adik ipar.
"Lo ngapain sihh mondar mandir gak jelas." Tanya Zahra.
"Gue gugup." Jawab Tara dengan kepala menunduk.
"Cihh pakek gugup segala." Decih Zahra meremehkan.
"Yaudah yukk kebawah." Ajak Zahra seraya menarik tangan Tara.
"Kirain apa. Cantik Taraa..Cantiikkk pakek banget." Jawab Zahra.
"Hehehe makasih.." Ucap Tara berterimakasih.
Tara dan Zahra pun pergi menuju ruang tamu untuk membicarakan soal lamaran Raffi.
"Nahh ini yang ditunggu tunggu akhirnya dateng juga." Ucap Raffa saat melihat kedatangan Tara bersama Zahra.
"Nahh sini nakk.." Ucap Anissa sambil menepuk sofa disebelahnya.
Tara pun duduk disamping Anissa dan Zahra duduk disamping Raffa.
__ADS_1
"Langsung saja yaa.. ini semua udah tau kan maksud kedatangan kami kesini melamar nak Tara untuk putra kami Raffi. Jadi bagimana? apa bersedia menerima lamaran kami?" Tanya Hasan pada keluarga Tara.
"Kalo kami sebagai orangtua dari Tara insyaallah Bersedia menerima lamaran Nak Raffi. Tapi semua itu kembali kepada Tara. Karena Tara yang akan menjalani dan dia berhak mengutarakan jawaban." Jawab Putra (Ayah Tara).
"Baik terimakasih..jadi bagaimana nak Tara? apa nak Tara bersedia menerima lamaran putra kami?" Tanya Hasan pada Tara.
"Iyaa saya bersedia menerima lamaran kakak Zahra. Saya bersedia karena saya mencintainya dan saya percaya bahwa putra kalian bisa menjadi imam yang baik untuk saya." Jawab Tara mantap.
"Alhamduliah..kalo begitu kapan akad nikahnya?" Tanya Anissa.
"Minggu depan bun.." Jawab Raffi.
"Hah!?" Ucap semua orang yang terkejut mendengar jawaban Raffi.
"Apa ngga kecepetan bang?" Tanya Zahra.
"Bukan kah lebih cepat lebih baik?" Ucap Tara.
"What!? Jadi kalian udah nyiapin semua?" Tanya Zahra. Dan hanya diangguki oleh kedua calon mempelai tersebut.
"Okeh okeh..kayaknya kalian emang ngebet banget yaa.." Ucap Zahra yang diiringi oleh tawa para orangtua.
Bersambung...
🔘
🔘
🔘
Makasihhh buat yang udah bacaa. Kalo ada salah kata maafin Author yaa.. jangan lupa tinggalin jejak kalian yaaa...dengan cara like,komen,dan vote dukung author biar bisa lebih semangat lagi UP
__ADS_1
nyaa...
Komen dong...author tuh seneng lihat komentar komentar kalian. Kalo kalian komentar insyaallah pasti author bales hehehe...makasihhh semuaa😀