
"Kenapa sihhh mamah sama Fira ngga ngasih tau Zahra..kalo mamah aku tanyain jawab nya nanti kamu juga tau. Kalo Fira jawabnya rahasia." Protes Zahra kesal.
"Bun..bunda pasti tau kan nama anak laki lakinya mamah." Duga Zahra.
"Tau.." Jawab Anissa.
"Hah!? Siapa bun namanya? Siapa bun?" Tanya Zahra antusias.
"Nanti kamu juga tau.." Jawab Anissa.
"Tuh kan emang siapa sihh dia pakek dirahasiain segala namanya." Keluh Zahra.
"Dia itu spesial..." Ucap Anissa.
"Iyaa spesial pakek banget,namanya aja dirahasiain." Cerocos Zahra.
Tak lama kemudian pesanan mereka datang. Mereka pun memakan makanan yang telah dihidangkan dengan penuh rasa nikmat.
"Alhamdulilah...." Ucap Fira setelah menghabiskan makanan dan minumannya.
"Ke toko baju yukk.." Ajak Vera.
"Yuk...kebeneran banget nih aku lagi pingin beli baju." Jawab Anissa.
"Bundakan udah ada baju banyak." Ucap Zahra mengingatkan Anissa yang suka kalap dengan baju.
"Hehehe bunda kan pingin beli baju baru sayang sekalian koleksi..." Tanggap Anissa cengegesan.
"Terserah deh bun.." Ucap Zahra pasrah.
Mereka pun pergi ke toko baju sambil berjalan mengelilingi mall. Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 21.00 malam. Anissa dan Zahra pun pulang kerumah begitupun dengan Vera dan Fira.
🌷🌷🌷
Satu bulan kemudian..
3 minggu yang lalu Zahra dan teman temannya telah melaksanakan ujian nasional. Kini saatnya mereka mengetahui hasil ujian nasional.
"Alhamdulilah yaaa allah....." Ucap Azzam setelah mengetahui hasil ujian nasional seraya bersujud.
__ADS_1
"Loo dapet nilai berapa Zam?" Tanya Salwa heran melihat tingkah Azzam.
"Nihh..." Jawab Azzam seraya menunjukan hasil ujiannya.
"Whatt!!!???" Ucap Salwa sambil melototkan matanya. Zahra dan Tara dibuat penasaran oleh Salwa mereka pun ikut melihat hasil ujian Azzam.
"Zamm??? ini serius??" Ucap Tara.
"Iyaa lahh...yaaa lumayanlah ngga jelek jelek banget." Ucap Azzam dengan santainya.
"Gilak lo yaaa!! ini apaan coba???" Ucap Salwa heran dengan sikap Azzam yang bersyukur dengan nilai buruknya.
"Loo ngga belajar Zamm?" Tanya Zahra.
"Belajarlah cuma otak gue aja yang ngga bisa nampung pelajaran kayak gini." Ucap Azzam dengan bangganya.
"Ehh Zahh loo udah beli kebaya belom buat perpisahan nanti?" Tanya Tara.
"Gue ngga beli pakak punya bunda aja. Loo tau kan bunda itu suka ngoleksi baju baju." Jawab Zahra.
"Iyeee tauu udah kayak butik aja kamar bunda. Banyak banget lemarinya bajunya juga lengkap lengkap." Tanggap Tara.
Hari perpisahan pun tiba seluruh siswa kelas 12 dan para undangan berkumpul di aula sekolah untuk melangsungkan acara.
Tepat pukul 13.00 Acara perpisahan pun selesai. Para siswa,siswi dan para tamu undangan sibuk berfoto ria.
"Seneng banget guee guysss akhirnya lulus jugaaa..." Ucap Salwa dengan senyuman manis yang terukir dibibirnya.
"Iyaaa guee jugaaa..." Imbuh Tara.
"Azzam ngga jadi ngelamar aku? alhamdulilah dehh kalo kayak gitu..akhir akhir ini dia juga udah bisa lagi kayak dulu sebelum dia bilang sama aku. Apaa Azzam cuma bercanda ya? entahlah.." Batin Zahra.
"Ehh Tar lo nanti malem jangan kemana mana yaaa inget nanti abang gue mau lamar loo!" Ucap Zahra mengingatkan Tara.
"Siapp.....tenang aja gue ngga bakal kemana mana kok. Nanti malem gue akan dandan secantik cantiknya." Jawab Tara dengan Centil nya.
"Iyeee dandan sampai jadi ondel ondel." Tanggap Salwa dengan ketus.
"Assalamualaikum..Zah..bisa ngobrol bentar ngga?" Ucap Zidan mengejutkan Zahra.
__ADS_1
"Wa Waalaikumsalam..iyaa bisaa..bentar yaa guys.." Ucap Zahra.
"Zahh gue mau ngasih ini. Anggep aja ini kenangan dari gue yaa.." Ucap Zidan seraya menyodorkan sebuah tasbih berwarna coklat.
Zahra mengamati tasbih yang diberikan Zidan. Ia terharu sekaligus senang karena pujaan hatinya memberikan ia sebuah kenangan.
"Tapi ini kan tasbih yang biasanya lo bawa kemana mana.." Tolak Zahra halus.
"Kok lo tau sih loo sering curi pandang ke gue yaaa.." Goda Zidan.
"Enggak sok tau lu!" Jawab Zahra ketus.
"Alah ngga usah ngeles dehh gue tau kok kalo lo sering liatin gue." Ucap Zidan.
DEG..
"Duhh mati gueee kenapa dia bisa tau sihhhh!??" Batin Zahra. Tak terasa pipi Zahra berubah menjadi merah merona.
Zidan tau jika Zahra sedang menahan rasa malunya. Menurut Zidan jika wajah Zahra berubah menjadi merah terlihat lebih manis dan mengemaskan.
"Yaudah loo simpen yaa..." Ucap Zidan.
"Iyaa pasti makasih yaa.." Jawab Zahra seraya mengacungkan jempolnya.
"Yoi..." Balas Zidan lalu pergi menginggalkan Zahra.
"Zahh...kalo lo tau itu tasbih yang biasa gue bawa loo simpen baik baik yaa...gue kasih tasbih kesayangan gue ke lo karena gue tau loo bisa jaga tasbih itu sebaik baiknya. Gue harap semoga suatu hari nanti kita dipertemukan lagi. Gue ngga tau ada apa sama perasaan gue. Yaa allah tolong jaga Zahra yaa allah..hamba tak tau apa yang sedang hamba rasakan. Pertemukan lah kami kembali yaa allah dan satukan lah kami di ikatan ya suci..amin..amin...YRB.." Batin Zidan.
Zahra tersenyum melihat punggung Zidan yang semakin tak terlihat sambil memegang tasbih pemberian Zidan didepan dadanya.
Bersambung...
🔘
🔘
🔘
Makasihhh buat yang udah bacaa. Kalo ada salah kata maafin Author yaa.. jangan lupa like,komen,dan vote yaaa... dukung author biar bisa lebih semangat lagi UP
__ADS_1
nyaa...hehehe...makasihhh semuaa😀