
Di dalam mobil sekolah tidak ada satu orang pun yang berbicara. Dan itu membuat suasana di dalam mobil menjadi canggung.
Hingga tak terasa mereka sudah sampai diparkiran SMA Islamic school. Bu Vita dan Bu Sinta pamit pada Zidan dan Azzam untuk kembali ke ruang guru terlebih dahulu.
"Gue suka sama Zahra dan gue tau dia suka sama lo!" Ucap Azzam tiba tiba.
DEG...
"Apa Zahra suka sama gue!?" Batin Zidan Tak percaya.
"Asal lo tau dia udah berkali kali menderita buat coba luluhin hati lo yang keras kayak batu ini." Ucap Azzam getir seraya menunjuk dada Zidan kasar.
"Dan gue ngga akan biarin elo nyakitin Zahra lagi!" Lanjut Azzam dengan tatapan tajam lalu pergi begitu saja meninggalakan Zidan.
"Hah!? Luluhin hati gue??" Batin Zidan.
Seketika Zidan terpaku dengan ucapan Azzam. Sebeneranya Zidan juga tidak mengetahui apakah dia suka dengan Zahra atau tidak.
Tapi yang jelas ia selalu merasa kesal jika Zahra begitu perhatian dan dekat dengan Azzam. Walaupun Zidan tau hubungan Zahra dengan Azzam hanya sebatas sahabat.
▪️▪️▪️
Keesokan harinya dirumah Zahra semua orang telah berkumpul di meja makan untuk makan sarapan bersama.
Setelah sarapan Raffi pamit untuk berangkat ke kantor. Raffa pamit untuk pergi kuliah. Hasan dan Rizal sudah pamit terlebih dahulu sebelum Raffi dan Raffa.
__ADS_1
Mereka pergi ke suatu tempat untuk membicarakan kerjasama dalam perusahaan mereka berdua.
Sedangkan Zahra ia tidak boleh masuk sekolah oleh Anissa karena badan Zahra masih terlihat begitu lemas dan dokter menyarankan agar Zahra banyak beristirahat.
"Maa..." Panggil Zahra pada Vera.
"Iyaa kenapa sayang?" Tanggap Vera.
"Anak mama yang laki laki itu namanya siapa sih?" Tanya Zahra penasaran.
"Emang kenapa nak? kamu tanya nama anak mama yang laki laki?" Vera berbalik tanya.
"Yaa ngga papa sihh maa cuma panasaran aja gitu soalnya setau aku temen seangakatan aku yang nama belakangnya Fauzi ituu cuma.." Jawab Zahra malu malu.
"Hayooo cuma siapa hayoo?" Tanya Vera seraya mengoda Zahra.
"Bolehh dong..kamu mau curhat apa?" Jawab Vera.
"Dulu mama pernah ngga sihh suka sama sesorang, tapi orang itu cuek dan dingin sama mama. Terus ada orang yang suka sama mama tapi mama ngga bisa terima karena mama cuma cinta sama orang yang mama suka." Tanya Zahra.
Vera tersenyum mendengar pertanyaan Zahra.
"Pernah." Jawab Vera singkat.
"Teruss mama pilih yang mana?" Tanya Zahra antusias.
__ADS_1
"Pilih Zidan." Jawab Vera santai.
"Zidann?? mama tau Zidan?" Tanya Zahra panik.
"Tau dong..kamu suka kan sama anak yang namanya Zidan." Jawab Vera dengan senyuman yang tidak bisa diartikan.
"Emmm hehehe iyaa tapi mama jangan bilang siapa siapa yaa..." Jawab Zahra seraya mengecilkan suaranya.
"Pasti." Jawab Vera mantap. Zahra percaya dengan Vera.
"Kalo mama boleh tau kenapa kamu suka sama Zidan?" Tanya Vera.
"Dulu itu pernah Zidan melantunkan ayat al-qur'an dan ngga tau kenapa aku ngerasa jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya kayak dag dig dug gitu kalo ketemu." Jawab Zahra dengan wajah mengemaskan.
"Kamu tuhhh yaa persis banget sama Fira." Ucap Vera seraya menarik hidung Zahra gemas.
Bersambung...
🔘
🔘
🔘
Makasihhh buat yang udah bacaa. Kalo ada salah kata maafin Author yaa.. jangan lupa like,komen,dan vote yaaa... dukung author biar bisa lebih semangat lagi UP
__ADS_1
nyaa...hehehe...makasihhh semuaa😀